
Tuan vries menyelesaikan ceritanya
Kembali ke jaman sekarang
Olivia terkejut mendengar cerita dari papanya.
"astaga papa". "iya sayang".
Olivia meneteskan air matanya.
"papa maafkan aku , aku, aku tidak tau". "tidak apa apa sayang , ini semua bukan kesalahan kamu". "tapi pa ". " sayang makanya dari dulu papa selalu melarang kamu pergi ke hutan di belakang danau, papa takut hal buruk ini akan terjadi dan ternyata walaupun papa sudah berusaha mencegah namun pada akhirnya hal buruk ini tetap saja terjadi".
Olivia tak kuasa menahan air matanya
"papa maaf".
"tidak apa apa sayang, ini semua sudah menjadi takdir yang mau tidak mau , cepat atau lambat suatu hari nanti pasti akan terjadi".
Olivia menangis sejadi jadinya. Ia tidak menyangka bahwa ia baru saja melakukan kesalahan yang sangat besar dan tidak akan mungkin bisa di maafkan selamanya yaitu memakan mamanya sendiri. Ia merasa bersalah bahkan ia merasa yakin selamanya ia tidak akan pernah memaafkan dirinya.
"papa maafkan aku ". "sayang ayo kita pulang".
Olivia memandang papa dan mas satria. Ada keraguan yang amat sangat besar di dalam hatinya. Ia ingin melakukan sesuatu untuk menembus kesalahannya. Ia juga mengingat ingat semua orang yang telah berkorban untuknya , termasuk mama dan tantenya
"papa maafkan aku". "iya sayang papa sudah memaafkan dirimu". "bukan begitu maksudku pa". "apa maksudmu sayang ?".
Olivia berlari dan langsung memeluk mas satria
"mas aku sangat rindu padamu". "aku juga dek oliv, sekarang dek olivia pulang dengan papa ya , biar mas yang akan menggantikan posisi dek olivia di sini".
Olivia menghapus air matanya
"mas aku bisa minta tolong sesuatu kepada mas". "bisa dek olivia". "mas bisa menjaga papa untuk olivia selamanya tidak ".
Mas satria merasa sedikit keheranan dengan permintaan dari olivia
"maksudnya apa dek olivia ? mas tidak mengerti ?".
Olivia kembali meneteskan air matanya
"mas harus berjanji dulu padaku".
Dengan halus mas satria mengusap kepala olivia
Olivia langsung berjalan ke arah mas andrew
"mas andrew ada suatu rahasia yang ingin saya katakan".
Olivia langsung menatap ke arah tini
"mas andrew selama ini tini juga menyukai mas andrew, seperti mas juga menyukai tini, mas andrew tini sudah ku anggap seperti adikku sendiri , maukah mas melamar dan menikahi tini sehingga mas bisa menjaga tini untuk selamanya". "maksudmu apa olivia ?". "berjanjilah mas padaku".
Mas andrew pun menyanggupi permintaan Olivia
"baik dek mas andrew berjanji akan segera menikahi tini dan akan menjaganya untuk selamanya".
Olivia merasa lega mendengar hal tersebut
"terima kasih mas andrew".
Olivia berusaha menenangkan diri
"papa olivia sangat sayang papa".
Olivia langsung berlari menghadap sang ratu
"yang mulia maafkan hamba yang telah berbuat dosa dan kesalahan telah memakan mama hamba sendiri".
Sang ratu hanya tersenyum
"tidak apa apa sayang, panggil saya nenek saja , saya adalah nenek kamu". "terima kasih nenek".
Olivia menangis sesenggukan
"sayang jangan menangis sayang , apa yang sudah terjadi itu sudah di gariskan oleh yang maha kuasa sayang , ini sudah takdir, bangkitlah dari kesedihan dan keterpurukan sayang".
Olivia menatap ratu dengan sangat dalam
"yang mulia bukankah aku adalah cucumu". "iya sayang ". "berarti aku boleh meminta sesuatu darimu ?". "tentu saja sayang memangnya kamu ingin meminta apa dariku ?".
Olivia berbalik menatap sang ayah dan mas satria
"aku akan tetap menjalani hukumanku di sini , nenek biarkan aku tetap berada di sini, tolong bebaskan mas satria ".