IK MIS JE

IK MIS JE
PART 76



Tuan vries pun menelan sebutir mutiara tersebut. Dan keajaiban pun terjadi. Dalam sekejap keadaan tuan vries kembali seperti sedia kala. Nona arini langsung memeluk sang kekasih


"mas kamu selamat". "iya sayang "


Tidak lama kemudian tuan vries dan nona arini menikah. Nona arini kini memilih hidup di daratan sebagai manusia. 1 tahun kemudian nona arini melahirkan anak mereka bernama olivia. Namun kebahagiaan mereka ternyata hanya sampai olivia berusia 12 tahun karena pada saat olivia berusia 11 tahun tubuh dari nona arini menjadi sakit sakitan. Keadaan tersebut berlangsung sampai setahun lamanya. Rupanya nona arini yang pada dasarnya bukan manusia, secara fisik tubuhnya akan melemah ketika di atas dataran. Dan keadaan nona arini semakin memburuk setelah melahirkan olivia. Sebagian kekuatan sebagai putri duyung akan berpindah kepada anaknya yang setengah manusia dan setengah duyung. Untuk mempertahankan hidupnya ia terus meminum ramuan ramuan ajaib yang berasal dari dunianya. Namun ternyata hal tersebut tidak berpengaruh terhadap hidupnya. Hingga suatu malam kejadian mengerikan yang mereka semua takuti pun datang. Pada saat bude marni akan membawakan susu ke kamar olivia, bude marni terkejut melihat olivia yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dan yang lebih mengerikan lagi, terlihat darah segar keluar dari sepasang bola mata olivia


"astaga nona olivia".


Dengan panik bude marni berlari ke kamar tuan vries.


"tuan vries tolong ".


Tuan vries terkejut melihat wajah bude marni yang terlihat sangat ketakutan dan panik


"ada apa bude marni ?". "tuan nona olivia pingsan dan matanya mengeluarkan darah tuan, saya sangat takut".


Nona arini begitu mendengar hal tersebut langsung panik dan ketakutan. Sepertinya nona arini mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia pun segera berlari ke kamar anaknya


"olivia sayang".


Dan benar saja seperti dugaan nona arini, keadaan putrinya dalam sekejap semakin memburuk. kini bukan saja mata nona olivia yang mengeluarkan darah tapi juga dari kuku, hidung dan mulut olivia. Kini tubuh dan wajah nona olivia berlumuran darah. Benar benar pemandangan yang mengerikan melihat seorang anak gadis berlumuran darah di seluruh tubuhnya. Tuan vries yang melihat hal tersebut tentu saja sangat panik melihat keadaan sang putri


"astaga olivia sayang".


"kita harus bagaimana ini". "papa kita harus membawa olivia menemui tanteku sekarang juga". "iya mama".


Tuan vries dan istrinya segera pergi membawa olivia menuju istana duyung.


"selamat malam tante". "selamat malam sayang ". "tante maafkan saya tapi saya ingin meminta tolong sesuatu kepada tante".


Sang ratu hanya tersenyum melihat sang keponakan. Pandangannya teralihkan kepada sang cucu.


"tanpa kamu memberitahukannya kepadaku aku sudah tau apa yang sedang terjadi padamu dan olivia".


Nona arini sudah tidak tahan lagi. Ia langsung menumpahkan seluruh air matanya.


"aku harus bagaimana tante ? aku tidak ingin olivia yang tidak bersalah menjadi korban karena diriku".


Sang ratu menatap dengan penuh kesedihan kepada sang keponakan


"sayang tenangkan lah dirimu dulu". "tapi tante aku merasa sangat bersalah, semua ini terjadi karena saya, seharusnya saya yang menanggung semua ini, tapi mengapa olivia juga harus ikut menanggung akibatnya".


Tangis dan air mata sang duyung tak berhenti berderai. Rasa panik dan khawatir menyelimuti perasaanya. Tuan vries juga ikut menangis karena melihat keadaan istri dan anaknya kini