IK MIS JE

IK MIS JE
part 40



Di saat papa dan mama lyra merasa sangat putus asa tiba tiba mereka di datangi oleh seseorang.


"permisi tuan, permisi nyonya".


Rupanya ada seorang kakek tua yang mendatangi mereka. Dari wajahnya sepertinya sangat familiar di mata kedua orang tua lyra.


"permisi sebelumnya tapi eyang ini siapa ya ? dan ada keperluan apa mencari kami ?".


Kakek tersebut segera memperkenalkan dirinya


"perkenalkan nama saya eyang takim, saya adalah penjaga sekolah tempat lyra bersekolah"


"oh iya benar eyang takim, kalau tidak salah kita pernah bertemu sewaktu saya dan suami saya mengambil rapot lyra di sekolah kan". "iya nyonya". "ada keperluan apa sampai eyang kemari ? apa eyang ingin menjenguk lyra".


Eyang takim lantas mengeluarkan sebotol air minum


"sebelumnya saya ingin meminta maaf kepada tuan dan nyonya tetapi sebelumnya saya ingin bertanya tentang keadaan nona lyra sekarang ?".


Kedua orang tua lyra hanya terdiam saja.


"bukan maksud saya untuk sok tau nyonya dan tuan, tetapi saya bisa menebak bahwa keadaan nona lyra sekarang semakin bertambah parah dan menjadi aneh kan".


Kedua orang tua lyra saling menatap eyang takim dengan penuh tanda tanya


Eyang takim pun melanjutkan pembicaraannya


"sekarang tubuh nona lyra sama sekali tidak bisa di gerakkan dan nona lyra hanya bisa terdiam seperti patung kan nyonya ?".


Kedua orang tua lyra hanya terpana memandang eyang takim. Kedua orang tua lyra merasa heran mengapa eyang takim bisa mengetahui ini semua. Padahal mereka berdua sama sekali belum pernah menceritakan hal ini kepada siapapun. Hanya pihak rumah sakit saja yang mengetahui hal tersebut.


"tuan dan nyonya tidak perlu merasa heran mengapa saya mengetahui hal tersebut, tetapi yang jelas saya bisa mengobati nona lyra".


Kedua orang tua lyra semakin merasa heran. mana mungkin eyang takim yang bukan seorang dokter bisa mengobati lyra , sedangkan para dokter saja sudah angkat tangan mengenai penyakit lyra. Dan sepertinya eyang takim dapat membaca pikiran dari orang tua lyra


"saya tau tuan dan nyonya mengira saya sedang berbohong". "tidak eyang, bukan begitu maksud kami". "tidak apa apa nyonya , tidak apa apa tuan , wajar kalau sampai tuan dan nyonya berfikir seperti itu, saya memang bukan dokter tetapi saya bisa mengobati penyakit yang tidak bisa di jelaskan secara medis seperti yang nona lyra alami sekarang". "apakah benar itu eyang takim". "asalkan tuan dan nyonya tau bahwa nona lyra itu sampai sakit seperti ini karena mengalami gangguan gaib". "maksud eyang ?".


Kedua orang tua lyra selalu berfikir menggunakan nalar serta logika. mereka juga tidak pernah percaya akan hal hal berbau mistis jadi tentu saja mereka ragu dengan apa yang eyang takim katakan


"mungkin tuan dan nyonya masih tidak percaya kepada saya tetapi apakah nyonya tidak pernah merasakan keanehan keanehan yang terjadi kepada nona lyra , misalnya apa ia tidak pernah menceritakan hal hal aneh yang ia alami akhir akhir ini ?".


Pikiran mama lyra tiba tiba teringat kepada suster caroline mulder yang pernah lyra ceritakan kepadanya beberapa hari yang lalu sebelum keadaan lyra semakin bertambah parah


"ia saya ingat eyang, lyra pernah menceritakan tentang seorang suster blasteran belanda bernama caroline mulder yang sering mendatanginya setiap jam 12 malam, padahal di rumah sakit ini tidak ada suster yang bernama caroline mulder".


Eyang takim pun tersenyum