
Bude marni membawahkan semua pesanan yang tante tracy minta
"ada lagi yang nyonya perlukan ? biar saya sekalian bawakan untuk nyonya ". "tidak bude marni, terima kasih dan saya minta maaf kalau sudah merepotkan bude marni ". "sama sama nyonya, kalau begitu saya pamit dulu nyonya". "iya bude marni".
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Seisi rumah sudah tertidur pulas. Para pelayan juga sudah kembali ke rumah mereka masing masing. Tante tracy dengan pelan berjalan menuju suatu ruangan. Dan ternyata ruangan yang di tuju oleh tante tracy adalah ruangan perpustakaan pribadi di rumah tersebut.
"permisi".
Tante tracy masuk ke dalam perpustakaan yang terlihat sangat sepi. Tante tracy berjalan menyusuri setiap rak demi rak. Hingga ia sampai di depan sebuah ruang kosong kecil di dalam perpustakaan tersebut. Tante tracy mencoba mengetuk pintu ruangan tersebut.
"ika ini aku tracy ".
Tante tracy masuk ke dalam ruangan tersebut sambil membawa sepotong cake dan segelas susu coklat.
"Ika di mana kamu ,tunjukkan dirimu kepadaku".
Perlahan suasana ruangan tersebut menjadi sangat dingin. Samar samar tercium aroma bunga melati . Dan secara perlahan muncul seorang anak perempuan berusia sekitar 7 tahun yang memakai baju kebaya berwarna kuning tepat di depan hadapan tante tracy. Tante tracy langsung menyapa gadis tersebut
"Ika apa kabar ? sudah lama kita tidak bertemu".
Anak tersebut hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari tante tracy
"ika aku ingin meminta tolong sesuatu kepadamu, bisakah kamu menolongku ?".
"ika aku membawakan hadiah untukmu , bukankah kamu sangat menyukai susu coklat dan cake , ini aku berikan untukmu , tapi kamu mau kan membantuku".
Sang gadis yang melihat makanan dan minuman yang di bawa oleh tante tracy terlihat sangat senang. Ia langsung mengangguk menunjukan bahwa ia setuju dan bersedia membantu tante tracy.
Anak tersebut langsung berlari keluar menuju rak rak buku. Tante tracy pun mengikuti ke mana anak kecil itu berjalan. Hingga mereka sampai di depan rak buku berisi buku buku tua peninggalan kakek dan nenek tua vries. Ika lantas menunjukan ke arah suatu buku.
"buku ini ika ?"
Anak gadis tersebut lantas mengangguk pelan. Tante tracy pun mengambil buku tersebut. Namun tante tracy melihat ada yang aneh dengan buku ini
"ini seperti buku diary".
Tante tracy lantas menuju meja dan mulai membaca buku tersebut. Sementara ika , sang hantu gadis kecil tersebut asyik menikmati kue dan susu coklat pemberian tante tracy. Di saat membuka lembar pertama halaman buku tersebut , tante tracy langsung menyadari satu hal
"astaga ini kan tulisan tangan mbak arini ".
Sebagai adik ipar dan sudah sangat akrab dengan nona arini , tante tracy tentu sudah sangat hafal dengan bentuk tulisan dari mama olivia tersebut. Tante tracy mulai membaca setiap lembar dari buku tersebut . Namun baru sebentar tante tracy membaca buku tersebut , tante tracy merasa ada yang sedang memperhatikannya. Awalnya tante tracy berusaha untuk tidak memperdulikannya tetap lambat laut , perasaan tante trac semakin tidak enak. Tante tracy juga merasa sedikit ketakutan. Beruntung ada ika , hantu penghuni perpustakaan yang sedang berada di sebelahnya. Dan sepertinya ika tau kalau tante tracy sedang merasa ketakutan , sehingga ia berusaha menenangkan tante tracy. Ika menggenggam tangan tante tracy sambil berkata
"jangan takut tracy ada aku di sini, ia tidak akan berani menyakitimu ".