
Perasaan tante tracy semakin tidak enak. kali ini ia benar benar panik. Di tengah tengah kebingungannya tiba tiba samar samar ia melihat seorang pelayan bernama vina datang ke arah tante tracy sambil membawa sebuah baskom
"permisi nyonya tracy".
Tante tracy merasa kebingungan. Ia merasa seperti dejavu
Tante tracy pov
"loh ini kan persis dengan kejadian tadi".
"iya vina ". "nyonya sedang apa ?".
Dengan perasaan yang masih kebingungan tante tracy menjawab pertanyaan dari vina
"saya barusan ke dapur untuk membuat kopi vina".
Vina pun menjawab
"loh kenapa nyonya tidak menyuruh saya atau pelayan yang lain ? kenapa nyonya repot repot membuatnya sendiri ?".
Tante tracy pun terkejut mendengar pertanyaan maupun jawaban dari vina yang semua sama persis dengan kejadian tadi
"ah tidak apa apa vina". "kalau begitu saya pamit ke dapur dulu ya nyonya". "iya vina".
Pada saat vina berjalan, tante tracy sempat berbalik dan memanggil vina. Namun vina sama sekali tidak mendengar dan terus berjalan
"vina tunggu".
Tante tracy berlari mengejar Vina. Namun tiba tiba vina menghilang tepat di depan tante tracy yang membuat tante tracy kebingungan sekaligus ketakutan.
Tante tracy semakin yakin bahwa tadi yang ia lihat bukannya Vina yang asli . Tante tracy semakin ketakutan. Saking takutnya, sampai sampai tante tracy menumpahkan gelasnya ke lantai dan berlari sekencang kencangnya. Namun percuma saja sejauh apapun ia berlari pada akhirnya ia akan kembali ke tempat awal ia berdiri. Tante tracy hanya terdiam lemas. Saking capek dan ketakutannya, tante tracy sampai menangis. Ia benar benar bingung apa ya sebenarnya sedang terjadi padanya. Di tengah tengah kebingungan tiba tiba ia merasa ada sesuatu bayangan hitam yang lewat dengan cepat
"apa itu ?".
Tante tracy benar benar merasa ketakutan. Ia ingin meminta tolong namun ia sendiri bingung harus meminta tolong kepada siapa. Tidak ada siapa siapa disini. Tiba tiba tante tracy mendengar suara langkah kaki dan ternyata lagi dan lagi itu adalah Vina yang datang membawa baskom. Kali ini tentu saja Tante tracy ketakutan setengah mati karena ia tau apa yang sedang di lihatnya ini bukan manusia namun ia berusaha untuk tetap terlihat tenang
"permisi nyonya tracy ". "iya vina". "nyonya sedang apa ?".
Tiba tiba terbesit sesuatu di dalam pikiran Tante tracy
"saya".
Tante tracy sengaja tidak melanjutkan kalimatnya. Ia ingin mendengar jawaban dari vina. Dan vina pun menjawab
"loh kenapa nyonya tidak menyuruh saya atau atau pelayan yang lain ? mengapa nyonya mesti repot repot membuat sendiri ?".
Tante Vina terkejut, padahal tadi ia tidak menjawab apa apa. Ia benar benar yakin bahwa apa yang sedang di lihatnya ini bukan Vina yang asli, seakan akan vina di depannya ini adalah sesuatu yang tidak nyata dan sudah di atur untuk bertanya dan menjawab kalimat yang sama
"kalau begitu saya pamit ke dapur dulu ya nyonya".
Kali ini tante tracy tidak menjawab pertanyaan dari vina. Ia merasa sangat ketakutan. Yang ia inginkan hanya vina jadi jadian ini cepat cepat pergi meninggalkannya
Tante tracy semakin bingung. Ia tidak tau harus berbuat apa. Rasa takut bercampur lelah kini yang ia rasakan. Ia hanya duduk diam sambil menangis
"ya Tuhan tolonglah hambamu ini ? sebenarnya apa yang sedang terjadi ? di mana semua orang ?, saya benar benar bingung dan ketakutan ya tuhan, saya tidak tau harus berbuat apa ".
Tiba tiba samar samar tante tracy lagi dan lagi mendengar suara langkah kaki seseorang datang menuju ke arahnya