IK MIS JE

IK MIS JE
PART 73



Tuan vries muda pun mengantarkan kakek tersebut pulang ke rumahnya. Begitu sampai di depan pintu rumah sang kakek, perasaan tuan vries menjadi sangat tidak enak. Firasatnya mengatakan untuk jangan masuk ke dalamnya. Namun sang kakek tersebut tetap ngotot untuk mengajak tuan vries masuk ke dalam


"terima kasih tuan atas bantuannya". "sama sama mbah". "tuan silahkan masuk ke dalam rumah saya, saya ingin membuatkan tuan teh hangat sebagai rasa terima kasih saya". "terima kasih mbah tapi saya tidak bisa ". " tapi kenapa tuan ?". "saya sedang terburu buru sekali , saya harus cepat cepat pergi ke kota mbah karena saya sedang dalam perjalanan bisnis". "sebentar saja tuan ". "maaf mbah tapi saya tidak bisa". "saya mohon tuan".


Sang kakek misterius tersebut pun memasang wajah memelas yang membuat tuan vries menjadi sangat tidak enak. Akhirnya mau tidak mau tuan vries pun masuk ke dalam rumah sang kakek


"baiklah kakek, aku akan sebentar mampir ke rumah kakek". "terimah kasih tuan ".


Sang kakek pun tersenyum, tetapi senyum dari sang kakek benar benar misterius. Perasaan tuan vries dan anak buahnya semakin tidak enak. Dengan langkah yang sangat hati hati tuan vries dan anak buahnya masuk ke dalam rumah sang kakek. Sang kakek dengan wajah yang sangat ramah mempersilahkan tuan vries dan anak buahnya untuk duduk


"silahkan duduk tuan tuan". "terima kasih kakek".


Namun baru beberapa detik tuan vries dan anak buahnya duduk, tiba tiba dada mereka terasa sesak dan kepala mereka sangat pusing. Dan dalam waktu 5 menit tuan vries dan anak buahnya pingsan di tempat. Sang kakek misterius tersebut terlihat sangat senang melihat hal tersebut.


"hehehe rencana ku berhasil".


Tanpa di sadari oleh sang kakek ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya


"aku harus cepat cepat melaporkan ini kepada sang ratu".


Dan orang tersebut pun cepat cepat berlari ke arah tepi danau untuk melaporkan kejadian tadi kepada sang ratu duyung


Sementara itu 5 menit kemudian tuan vries sudah tersadar dari pingsannya. Ia dan anak buahnya terkejut ketika melihat dirinya sudah dalam keadaan terikat. Tuan vries berusaha untuk melepaskan ikatannya namun ikatan tuan vries benar benar sangat kuat. Tidak lama kemudian sang kakek misterius tersebut datang dengan senyum yang sangat licik


"sudah bangun kamu tuan vries". "siapakah kamu sebenarnya mbah, kenapa mbah mengikat aku seperti ini ?".


"asal kamu tau tuan vries aku melakukan ini semua karena kamu telah merebut wanita yang aku cintai".


Tuan vries sedikit kebingungan mendengar ucapan dari sang kakek


"maksud kakek apa ?".


Kini tatapan mata sang kakek seketika berubah menjadi sangat tajam ke arah tuan vries


"kamu telah merebut arini dariku manusia busuk".


Kini tuan vries mengerti dengan apa yang sedang terjadi sekarang.


"aku sama sekali tidak pernah merebut sekar dari tanganmu, dia sedari awal memang kekasihku, kakek lah yang tidak tau diri mengharapkan cinta dari arini yang jauh lebih pantas menjadi cucu kakek".


Mendengar hal tersebut tentu saja membuat sang kakek langsung naik pitam. Ia semakin murka kepada tuan vries


"apa maksudmu manusia busuk".


Tuan vries tersenyum dan memandang jijik ke arah sang kakek


"kasihan sekali ya kakek, cintamu bertepuk sebelah tangan, kakek sampai melakukan hal ini hanya karena tidak terima kalah dari seorang manusia biasa seperti sayakan".