IK MIS JE

IK MIS JE
PART 91



"duaaaaar".


Suara petir dan hujan membangunkan tante tracy dari tidurnya. Dengan nafas yang masih tidak teratur tante tracy mencoba menangkap dirinya.


"syukurlah hanya mimpi".


Karena mimpi yang buruk membuat tidur tante tracy menjadi tidak nyenyak sehingga membuat kepala tante tracy menjadi pusing. Tante tracy ingin mengambil obat di dalam tasnya namun pada saat ia akan mengambil obat tersebut pandangan matanya tertuju kepada tumpukan kertas di atas meja.


"kertas kertas ini ?"


Tante tracy jadi teringat akan mimpinya tadi malam. Ia ingat betul di dalam mimpinya sebelum ia pergi ke dapur ia berencana akan menggambar untuk menghilangkan kebosanannya. Tatapan mata tante tracy tertuju kepada sebuah gambar setangkai mawar. Gambar ini sama dengan gambar yang ada di dalam mimpinya tadi. Tante tracy yang sangat terkejut sampai sampai memukul mukul pipinya agar ia yakin ia sedang tidak bermimpi. Tante tracy hanya terdiam karena sangat bingung. Tiba tiba ia teringat sesuatu


"astaga, jangan jangan".


Dengan terburu buru Tante tracy berlari ke arah dapur dan ternyata benar dugaannya


"apa yang kalian sedang lakukan".


Terlihat kedua pelayan sedang mengangkat pecahan gelas di lantai


"oh nyonya tracy jangan ke sini nyonya, nanti kaki nyonya bisa terluka, soalnya ada bekas pecahan gelas".


"gelas itu ?". "iya nyonya, entah siapa yang dengan sengaja menjatuhkan gelas ini dan meninggalnya begitu saja di lantai, tadi kami melihatnya ketika kami lewat dan langsung membersihkannya, kami takut ada yang menjadi korban karena terinjak pecahan kaca ini"


Tante tracy memandang pecahan gelas tersebut. Ia benar benar yakin dengan apa yang terjadi . Ia yakin yang tadi ia alami bukanlah mimpi melainkan kenyataan. Bekas pecahan gelas tersebut adalah gelas yang tadi ia jatuhkan. Dan posisi terjatuhnya benar benar sama dengan yang ada di dalam melakukan mimpinya. Dengan perasaan tidak karu karuan Tante tracy kembali ke dalam kamarnya.


"ya Tuhan apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini".


Tante tracy yang awalnya ingin cepat cepat kembali pulang ke rumah berubah pikiran. Ia ingin tetap di sini untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Rasa takutnya kini kalah dari rasa penasarannya. Di tengah tengah kekalutannya tiba tiba dari arah belakang terdengar sayup sayup suara seseorang memanggilnya


"nyonya, nyonya, nyonya tracy tolong saya, tolong bebaskan saya dari tempat ini, di sini gelap, saya ingin bebas".


Tante tracy kembali terkejut. Ia yakin bahwa suara yang ia dengar adalah nyata dan bukan halusinasinya semata. Tetapi yang menjadi pertanyaan siapakah pemilik suara tersebut. Dan di mana ia sangat sekarang sedang berada. Tante tracy ingin mencari tau semua ini lebih lanjut. Namun ia sendiri bingung harus darimana ia mencari tau dan ia harus bertanya kepada siapa. Setelah sekian lama berfikir akhirnya ia mendapatkan sebuah ide


"iya benar aku harus ke sana, di sana pasti ada informasi yang aku butuhkan".


Makan malam pun tiba tetapi hujan belum juga reda, malah sepertinya malam ini hujan akan bertambah parah. Para pelayan sibuk membuat makan malam untuk para tamu tuan vries. Entah mengapa malam ini Tante tracy tidak ingin makan malam bersama di meja makan. Ia ingin makan sendiri saja di kamar seperti kemarin. Akhirnya ia meminta bude marni untuk mengantarkan makan malamnya ke kamarnya saja.


"bude malam ini aku ingin makan di dalam kamar saja seperti kemarin, jadi bude antarkan saja makan malamku ke dalam kamar ya". "baik nyonya tracy". "oh iya tunggu bude , boleh aku minta tolong sesuatu ?". "apa itu nyonya". "bude bisa bawakan aku sepotong kue cake dan susu coklat juga, tapi bude tetap membawahkan aku teh hangat, susu coklat dan kue itu ingin aku jadikan camilan untuk menemaniku menggambar malam ini". "tentu saja bisa nyonya ". "terima kasih ya bude". "sama sama nyonya".