
Awalnya olivia merasa biasa biasa saja. Namun lama kelamaan ia merasa seluruh badannya terasa sangat gatal. Olivia mulai menggaruk seluruh badannya. Dari badannya itu muncul bintik bintik merah yang membuat sekujur badannya menjadi sangat panas dan semakin gatal. Semakin lama rasa gatal itu semakin parah
"ah gatal, gatal".
Bersamaan dengan itu dari arah hutan terdengar ada seseorang yang sedang berlari menuju olivia.
"non olivia, apa yang sedang terjadi dengan nona ?".
Rupanya itu adalah tini yang datang mencari olivia. Tini yang curiga dengan gerak gerik olivia sedari tadi akhirnya memutuskan untuk mencari olivia di hutan. Dan tenyata benar dugaannya.
"tini tolong saya". "nona ada apa dengan kulit nona ?"
Olivia hanya bisa menangis karena rasa gatal gatal di kulitnya yang sangat luar biasa
" tini gatal tini, aku tidak tau kenapa".
Tini semakin khawatir dengan keadaan olivia.
"nona olivia tunggu di sini dulu ya, tini akan segera mencari bantuan". "iya tini".
Olivia terasa ingin mati saja. Ia sama sekali tidak kuat dengan rasa gatal gatal di kulitnya. Saking gatalnya dan rasa lelah serta panik yang olivia rasakan, sampai sampai membuat olivia langsung pingsan di tempat
Sementara itu tini dengan sekuat tenaga berlari menuju rumah olivia. Namun di tengah jalan ia di hadang oleh sesosok kakek tua misterius di tepi danau tersebut
"mau kemana nona ayu ?". "maaf mbah saya sedang terburu buru, nona muda saya harus segera di selamatkan
kakek tua tersebut langsung tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh tini tadi
"oh nona cantik berambut pirang itu, rupanya jebakan ku berhasil juga"
Tini sangat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh kakek tua ini
"jadi mbah yang menyebabkan nona olivia sampai seperti tadi".
"tentu saja nona ayu"
Di antara rasa takut bercampur marah, tini segera pergi berlari menjauh dari kakek itu. Namun kakek tersebut terus mengejar tini
Tini terus berlari sekuat tenaga namun karena tidak hati hati, kaki tini akhirnya tersandung oleh akar pohon dan membuatnya terjatuh
"aduh"
Kakek misterius tersebut tertawa bahagia. Ia tidak perlu repot repot lagi mengejar tini
"sekarang tamatlah riwayatmu nona ayu".
Tiba tiba secara misterius, muncul parang di tangan kakek tua tersebut. kakek tua tersebut berencana akan memenggal kepala tini. Tini yang sudah sangat ketakutan dan pasrah hanya menutup matanya sambil berdoa
"Ya Tuhan tolong hamba".
"dor dor dor".
Tini terkejut mendengar suara senapan yang tiba tiba berbunyi. Ternyata itu adalah suara senapan dari mas satria dan tuan andrew, teman tuan satria sekaligus sepupu olivia
"tini kamu tidak apa apa kan ?". "tidak apa apa tuan satria". "tini di mana sekarang olivia ?". "nona olivia ada di tepi danau tuan andrew". "antar kan kami ke sana tini". "baik tuan".
Mereka segera berlari menuju tepi danau. Namun ketika mereka sampai di sana olivia sudah tidak ada
"tini ke mana olivia". " tadi aku yakin nona olivia berada di sini tuan satria".
Andrew berusaha menenangkan satria
"satria tenang saja dulu". "bagaimana aku bisa tenang andrew kalau calon istriku menghilang entah kemana".
Andrew berfikir sejenak.
"satria aku tau kita harus ke mana untuk mencari olivia". "ke mana andrew ?". "ikut saya".
Mereka berlari mengikuti andrew. Dengan penuh rasa panik dan sedih mas satria mengucapkan satu janji di dalam hatinya
Mas satria pov
"dek olivia tenang saja ya , mas akan segera menemukan dek olivia, bagaimanapun caranya".