
Mas ardi pun meminta ijin ke Olivia agar bisa duduk di sebelahnya
"permisi dek olivia mas ingin meminta ijin ke dek olivia untuk duduk di sebelah dek olivia, bolehkan dek ?". "iya boleh , silahkan saja mas ardi".
Olivia terlihat sangat suntuk. Ia benar benar sangat cemburu melihat pandangan ikbal ke sekar tadi. Mas ardi yang melihat hal tersebut berusaha untuk menghibur olivia.
"dek olivia kenapa sedari tadi diam diam saja, dek olivia sakit ya ?". "tidak mas ardi ". "terus kenapa dek olivia terlihat lesu sekali ?". "aku hanya ". "hanya apa dek olivia ?". "tidak apa apa mas ardi".
Mas ardi yang melihat olivia memiliki sepasang kaki dan dapat berjalan di atas tanah benar benar tidak percaya kalau sebenarnya olivia adalah seorang putri duyung
"dek olivia ". "iya mas ardi ". "apakah betul dek olivia ini sebenarnya putri duyung". "iya mas ". "tapi mengapa dek olivia bisa memiliki sepasang kaki dan juga bernafas di daratan ?".
Olivia tersenyum ke arah mas ardi
"mas ardi penasaran sekali ya mengapa aku bisa seperti ini ?". "iya dek olivia , tetapi sebelumnya mas ardi ingin meminta maaf kepada dek olivia kalau mas terlihat kurang sopan dan lancang karena telah bertanya hal yang sangat pribadi ini kepada dek olivia". "tidak apa apa mas ardi , sebenarnya saya tidak ingin menceritakan hal ini, tetapi karena mas ardi sangat penasaran, baiklah akan saya ceritakan mengapa saya bisa sampai seperti ini".
Kembali ke tahun 1942
Seorang gadis cantik bernama olivia de vries sedang berjalan jalan di sebuah hutan bersama pelayan sekaligus sahabatnya bernama tini. Mereka sangat suka menelusuri hutan di sekitar danau tempat tinggalnya. Padahal hutan dan danau tersebut terkenal sangat angker dan ia sudah di larang untuk tidak berjalan jalan di sekitar hutan danau tersebut oleh sang papa, namun tetap saja olivia tidak memperdulikannya dan tetap berjalan jalan di sekitar hutan tersebut di saat sang papa sedang pergi bekerja. Hingga suatu hari mereka berdua merasa bosan berjalan jalan di sekitaran hutan, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk duduk di sekitaran danau
"sejuk sekali ya di sini tini". "iya nona". "aku jadi ingin berenang di dalam danau ini".
Tini yang mendengar hal tersebut langsung mencegah olivia
"jangan nona , kalau sampai nona pulang dalam keadaan basah nanti saya akan di marahi tuan de vries".
"iya tini aku tau".
Pada saat mereka sedang memandang ke arah danau tanpa sengaja mereka melihat sesuatu yang sangat berkilau dari dalam danau
"astaga apa itu tini". "entahlah nona aku jga tidak tau". "ikut aku tini, aku ingin melihatnya secara langsung". "iya nona".
Mereka berdua segera berlari menuju danau tersebut. Mereka berdua sangat terkejut dengan apa yang mereka sedang lihat.
"astaga tini ikan bersisik emas". "betul nona". "kita harus menangkapnya tini".
Pada saat akan menangkap ikan tersebut olivia baru teringat bahwa mereka sedang tidak membawa perlengkapan memancing. Lagipula olivia pada saat itu sedang memakai gaun yang sangat panjang yang membuatnya sulit bergerak
"astaga aku lupa membawa alat pancing tini".
Bersamaan dengan itu samar samar mereka mendengar suara seseorang sedang memangil mereka berdua
"nona olivia, tini kalian di mana".
Rupanya yang sedang memanggil mereka adalah bude marni. Pengasuh olivia semenjak kecil.
"rupanya nona olivia dan tini sedang berada di sini , ayo pulang, tuan de vries sebentar lagi pulang". "iya bude marni".