IK MIS JE

IK MIS JE
PART 52



Olivia kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan yang sangat kesal. Rencananya benar benar gagal. Ia juga tidak mungkin pergi ke danau pada sore hari ini karena sore hari ini mas satria akan datang untuk mempersiapkan rencana lamaran dan pernikahan mereka. Terpaksa olivia pergi ke danau esok harinya. Sementara itu tini yang masih belum berbaikan dengan olivia kembali berusaha untuk meminta maaf dengan olivia.


"Permisi non olivia".


Olivia yang belum memaafkan tini pun langsung membalikkan badannya. Tini yang melihat hal tersebut semakin merasa tidak enak .


"mbak Olivia masih marah ya dengan saya ?".


Olivia yang malas menjawab pertanyaan dari tini hanya diam saja


"ya sudah kalau non olivia masih marah dengan saya, tapi saya ke sini hanya ingin mengucapkan selamat kepada non olivia dan mas satria, semoga acara lamaran dan pernikahannya berjalan lancar".


Olivia tidak menjawab apa apa. Tini yang melihat hal tersebut hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan olivia sendirian di dalam kamarnya


Sore ini olivia sudah bersiap siap menyambut kedatangan mas satria. Karena papa olivia yang masih lama pulang dari luar kota, makanya rapat persiapan lamaran kali ini di wakilkan oleh bude marni dari pihak olivia. Karena mas satria secara resmi belum melamar olivia di papanya olivia secara langsung makanya isi rapat ini pun belum membahas hal hal yang terlalu serius. Mereka hanya membahas hal hal yang sederhana saja dulu mengenai lamaran. Untuk menentukan hari dan kapan mas satria akan bertunangan dan menikah dengan olivia nanti setelah papa olivia datang dari luar kota.


Sore hari pun tiba dan mas satria pun datang ke kediaman olivia. Karena ayah dan ibu mas satria juga masih berada di luar kota dan belum bisa kembali ke desa, maka dari pihak mas satria akan di wakilkan oleh paman dari pihak ayah mas satria yaitu pakde arif.


Setelah selesai rapat pakde arif dan mas satria sebenarnya ingin langsung pulang ke rumah sebab masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan tetapi entah mengapa mas satria yang sedari tadi memiliki firasat yang tidak enak akhirnya memutuskan untuk berbicara berdua dengan olivia sebelum ia pergi


"pakde arif bisakah saya meminta waktu sebentar untuk berbicara berdua dengan dek olivia, ada hal penting yang ingin saya sampaikan dengannya"


Pakde arif hanya tersenyum melihat tingkah pola keponakannya itu


"iya boleh, silahkan kamu mengobrol berdua dengan olivia, pakde tunggu kamu di sini". "terima kasih pakde arif".


Mas satria dan olivia pun mengobrol berdua di taman belakang rumah olivia


Mas satria hanya terdiam saja. Ia lantas menggenggam tangan olivia rapat rapat dan tak ingin melepaskannya


"tidak ada dek, sebenarnya tidak ada hal penting yang mas ingin sampaikan ke adek".


Olivia jadi sedikit kebingungan melihat tingkah pola dari mas satria


"lalu kenapa tadi mas bilang ke pakde arif kalau mas ingin membicarakan hal penting dengan saya ?".


Mas satria terlihat sangat gusar


"mas satria sebenarnya hanya ingin berdua saja denganmu dek, mas hanya memakai alasan itu ke pakde arif agar kita bisa berdua saja di sini".


Olivia lantas tersenyum mendengar alasan dari mas satria


"astaga mas saya pikir ada apa". "mas serius dek, mas sampai begini karena mas merasa".


Mas satria tidak melanjutkan pembicaraannya


"karena apa mas ?". "karena". "iya karena apa mas ".


Olivia semakin merasa penasaran dengan apa yang ingin mas satria katakan kepadanya


"karena mas memiliki firasat kalau sebentar lagi akan terjadi hal yang buruk menimpa dek olivia".