
Tante tracy merasa semakin ada yang tidak beres. Melihat bude marni yang hanya diam saja akhirnya tante tracy memulai obrolan untuk memecahkan suasana yang kaku ini
"bude marni".
Lagi lagi bude marni hanya terdiam. Namun tante tracy mencoba untuk berbicara lagi
"bude maaf sebelumnya tapi saya mau tanya ke mana para pelayan yang lain ya ? kok tidak ada ? apa mereka sudah pulang ke rumah ?".
Sekedar informasi bahwa para pelayan yang lain kecuali bude marni dan pakde darto mereka tidak tinggal di rumah olivia. Papa olivia sudah membuatkan asrama untuk mereka. Tepatnya di belakang rumah dengan perkebunan mereka. Bukan asrama juga sebenarnya karena masing masing pelayan di berikan rumah sendiri terutama yang sudah berkeluarga karena banyak dari pelayan di sana yang sudah menikah pasti membawa keluarga mereka yang pada akhirnya keluarga mereka bekerja juga pada tuan vries. Entah menjadi pelayan atau bekerja di perkebunan tuan vries
Bude marni akhirnya menjawab pertanyaan dari bude marni
"iya nyonya tracy para pelayan yang lain sudah pulang ke rumah". "oh begitu ya bude marni".
Tetapi tiba tiba tante tracy merasa ada yang janggal. Jarak antara ia menaruh piring kotor dan ia kembali untuk mengambil air minum tidaklah lama. Seharusnya paling tidak para pelayan harus merapikan keadaan dapur dan mencuci piring sebelum pulang ke rumah mereka masing masing. Sedangkan waktu untuk membereskan dapur dan mencuci piring perlu waktu yang cukup lama. Tapi ia melihat piring piring kotor sudah di cuci bersih dan keadaan dapur sudah rapi
"bude marni ini sayurnya sudah saya bersihkan". "terima kasih nyonya ".
Bude marni keluar sebentar untuk mengambil air bersih di sumur, namun pada saat ia melihat air di ember betapa terkejutnya ia melihat air yang di dapatnya di penuhi dengan darah
"aaaaaah bude marni".
Tante tracy berlari panik masuk ke dalam dapur
"bude marni, bude marni ada darah bude, ada darah".
Bude marni yang sedang memotong daging dengan posisi membelakangi tante tracy segera berbalik.
"ada apa nyonya tracy ?".
Ketika bude marni berbalik, tante tracy kembali terkejut melihat apa yang sedang bude potong
Dengan dingin bude marni menjawab
"tangan nyonya , tangan manusia"
Tante tracy hampir pingsan melihat apa yang sedang di lihatnya. Belum rasa terkejut dan ketakutannya menghilang, dari arah belakang terdengar ada suara yang memanggilnya
"nyonya tracy yang bude marni potong itu tangan saya".
Tante tracy segera membalikan badannya dan betapa terkejut ia melihat mang darto yang badannya terlihat hancur dan penuh darah seperti habis di gigit hewan buas
"mang dartooooo". "iya nyonya itu tangan saya".
Tante tracy yang tidak kuat melihat semua ini langsung pingsan seketika
"Tante tracy, tante tracy".
Bude marni dengan pelan membuka kedua kelopak matanya. Samar samar ia melihat olivia yang sedang menangis. Tante tracy juga melihat begitu banyak pelayan dan saudara saudaranya yang sedang mengelilingi dengan penuh rasa panik. Ia juga baru menyadari bahwa ia sudah tidak berada di dapur melainkan berada di dalam kamarnya
"Tante tracy, tante tracy tidak apa apakan ?".
Tante tracy hanya diam saja
"Tante tracy tidak seperti mama yang pergi meninggalkan olivia untuk selamanya kan?".
Tante tracy yang masih merasa pusing serta ketakutan benar benar tidak percaya dengan semua orang yang berada di dekatnya. Ia langsung bangkit dan berteriak
"pergi kalian , pergi kalian aku tidak percaya dengan kalian semua, aku tau kalian semua ini bukan manusia".