IK MIS JE

IK MIS JE
PART 49



Dengan memberanikan diri mas satria meminta ijin kepada bude marni untuk mengajak olivia berjalan jalan.


"bude marni permisi". "iya, ada apa tuan satria ?". "saya mau meminta ijin kepada bude marni". "tuan satria mau minta ijin apa ke saya ?". "saya ingin meminta ijin ke bude marni untuk mengajak olivia berjalan jalan sejenak untuk berkeliling desa, kira kira boleh apa tidak bude marni ?".


Bude marni tersenyum bahagia mendengar hal tersebut


"tentu saja boleh tuan satria, silahkan saja, nanti apabila tuan vries bertanya keberadaan nona olivia, saya akan katakan kalau nona olivia sedang berjalan jalan dengan tuan satria". "terima kasih bude marni".


Satria dan olivia nampak menikmati waktu berdua mereka. Sambil berkeliling desa mereka juga memakai kesempatan ini untuk mengobrol berdua. Hal yang sangat sulit mereka bisa lakukan sebab kesibukan satria yang sangat luar biasa sebagai pengusaha kain.


"sudah lama sekali kita tidak berjalan jalan begini ya olivia". "iya mas". "saya lihat semakin hari kamu semakin cantik olivia". "terimah kasih mas". "dek olivia sebenarnya ada sesuatu yang ingin mas katakan kepadamu". "apa itu mas ?".


Terlihat mas satria sangat gugup untuk mengatakannya. Olivia semakin penasaran di buatnya


"mas satria mau bicara apa sih sebenarnya ?". "tidak jadi dek, nanti saja".


Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka hingga tidak terasa sudah satu jam mereka berkeliling desa mereka


"dek olivia kita pulang sekarang, mas takut nanti papa dek olivia mencari dek olivia". "iya mas".


Beruntung ketika mereka sampai di rumah papa olivia belum pulang ke rumah


Sebelum mas satria pergi olivia masih sempat memanggil mas satria sebentar


"mas satria tunggu". "ada apa dek olivia ?". "begini mas, tadi mas sebenarnya mau mengatakan apa ?".


Mas satria terlihat ragu ragu untuk mengatakannya


"tidak dek , nanti saja , tidak terlalu penting juga". "oh begitu ya mas". "iya dek, kalau begitu mas pulang dulu ya dek". "iya mas".


Dengan berat hati olivia melepaskan mas satria untuk kembali pulang. Entah kapan lagi mereka bisa bertemu kembali.


Malam harinya semua penghuni rumah sangat sibuk mempersiapkan keberangkatan papa besok termasuk olivia dan tini. Esok harinya di saat papa akan berangkat, iya masih sempat memberikan pesan kepada olivia dan tini


"ingat olivia pesan papa jangan sekali sekali kamu bermain di hutan dan danau belakang rumah". "iya papa". "untuk tini , kamu jangan mau di ajak olivia bermain di hutan". "iya om vries". "dan untuk bude marni tolong awasi para pelayan pelayan yang lain dan juga anak anak terutama olivia". "iya tuan vries". "bagus sekarang saya berangkat dulu, ayo danu kita berangkat sekarang". "baik tuan".


Sebenarnya di hati kecil tuan vries iya merasa berat untuk meninggalkan anaknya. Iya memiliki firasat yang tidak baik. Namun pekerjaan kali ini sana sekali tidak bisa iya tinggalkan atau di wakilkan oleh orang lain. Sehingga mau tidak mau iya harus tetap berangkat. Rupanya kegelisahannya tersebut terbaca oleh danu. Ia lantas bertanya apa yang sedang terjadi dengan tuannya tersebut


"Permisi tuan vries, kenapa wajah tuan terlihat sangat gelisah ? apa tuan sedang sakit ? atau ada barang tuan yang tertinggal di rumah ? apa perlu kita putar balik tuan ?". "tidak apa apa danu, saya tidak apa apa, kita harus tetap melanjutkan perjalanan".