IK MIS JE

IK MIS JE
PART 106



Suster dinda merasa sangat merinding. Ia benar benar sangat lemas hingga hampir pingsan.


"suster ". "iya ibu ". "bolehkan saya bertanya sesuatu kepada suster". "iya boleh ibu, ibu mau bertanya apa ya kepada saya ?". "siapa nama suster ?". "nama saya dinda ibu". "oh dinda, nama yang bagus suster".


Suster dinda menghentikan langkahnya. Ia sudah tidak sanggup lagi berjalan.


"suster dinda ".


Suster dinda hanya terdiam.


"suster dinda kenapa diam saja".


Suster dinda berusaha mengumpulkan tenaganya untuk menjawab pertanyaan dari sang pasien


"ah tidak apa apa ibu".


Sang pasien kembali memberikan pertanyaan kepada suster dinda


"suster kenapa berhenti mendorong kursi roda saya , kita kan belum sampai di ruangan saya".


Dengan terbata bata suster dinda menjawab pertanyaan dari sang pasien


"eh tidak apa apa ibu , mari saya dorong kursi ibu lagi sampai di ruangan ibu". "terima kasih suster , sebentar lagi kita sampai ke ruangan saya kok suster". "he iya ibu".


Suster dinda terus mendorong kursi roda tersebut. Hingga sang pasien meminta suster dinda untuk berhenti.


"suster tolong berhenti sebentar". "iya ibu ada apa"


Sang pasien hanya terdiam.


"suster aku mau tanya lagi ". "ibu mau tanya apalagi ya kira kira". "kenapa sedari tadi suster mendorong kursi roda saya dengan gemetaran ? ".


Suster dinda tidak tau harus menjawab apa


"tidak apa apa kok ibu, itu hanya perasaan ibu saja".


Sang pasien kembali memberikan pertanyaan kepada suster dinda


Sang pasien sejenak terdiam


"suster sampai gemetaran mendorong kursi roda saya apa karena suster sudah tau siapa saya sebenarnya ".


Suster dinda semakin lemas mendengar kalimat dari sang pasien. Belum hilang rasa takutnya , tiba tiba sang pasien berdiri dan membalikan badannya


"suster tolong cari sebelah bola mataku yang hilang".


Suster dinda melihat wajah sang pasien berubah menjadi setengah hancur dan sebelah bola matanya menghilang


"suster tolong saya , saya harus menemukan sebelah bola mata saya agar saya bisa pergi ke akhirat".


Suster dinda berteriak histeris dan langsung lari dengan kencangnya. Namun ternyata keberadaannya sebagai manusia di ketahui oleh para arwah penasaran lainnya. para arwah penasaran lainnya pun satu persatu muncul di hadapan suster dinda. Seperti hantu seorang kakek tua yang jalannya setengah pincang yang berusaha menghentikan suster dinda


"suster tolong saya , tolong bantu saya mencari cucu perempuan saya yang di culik oleh tentara nippon".


Suster dinda semakin ketakutan. Suster dinda ingin kembali berlari. Namun sepasang kakinya di tahan oleh hantu sang kakek tersebut. Suster dinda yang ketakutan bercampur kelelahan langsung pingsan seketika di tempat


Suster desi yang penasaran kenapa suster dinda belum kembali juga dari kamar mandi akhirnya menyusul suster dinda ke kamar mandi. Namun ternyata suster dinda tidak berada di sana. Suster desi langsung panik dan berlari mencari suster dinda


"suster dinda, suster dinda".


suster desi sudah berusaha mencari suster dinda di mana mana. Namun suster dinda tidak kunjung di temukan. Akhirnya suster Desi meminta bantuan satpam untuk mencari suster dinda


"mang tolong saya mang". "astaga suster desi kenapa panik begitu". "mang tolong saya mang". "iya iya saya akan tolong tapi memangnya ada apa ya terjadi sebenarnya suster desi ?".


Suster desi menceritakan kejadian tersebut. Namun pak satpam yang bernama mang ucup berusaha menenangkan suster desi


"suster desi coba tenang dulu, mungkin suster dinda tidak hilang, barangkali suster dinda berada di suatu ruangan di rumah sakit ini". "tapi mang ucup". "suster desi coba tenang saja dulu , suster jangan langsung panik "