IK MIS JE

IK MIS JE
PART 64



Tuan vries terlihat mulai kelelahan. Namun ia tetap terus berusaha untuk terlihat kuat agar tidak membuat mas danu panik. Namun mas danu memiliki firasat apabila tuannya sudah mulai kelelahan


"tuan vries tidak apa apa ?". "saya tidak apa apa danu". "kalau tuan vries capek , biar saya gendong tuan vries".


Tuan vries hanya tertawa mendengar hal tersebut.


"astaga danu danu , badanmu kecil begini mau gendong saya yang badannya jauh lebih besar daripada dirimu, apa tidak salah". "tapi tuan, tuan sudah terlihat sangat kelelahan ". "sudah sudah kita jalan lagi saja danu".


Baru beberapa langkah mereka berjalan, tuan vries tiba tiba pingsan di tempat


"astaga tuan vries".


Mas danu sangat panik melihat tuan vries yang pingsan karena kelelahan. Beruntung beberapa saat kemudian tuan vries terbangun dari pingsannya


"syukurlah tuan vries sudah sadar".


Tuan vries yang merasa menjadi beban bagi mas danu dan ia juga semakin menghawatirkan keadaan putrinya serta ia yang tidak ingin membuang buang waktu akhirnya meminta mas danu untuk meninggalkan nya dan melanjutkan perjalanannya sendirian


"danu saya benar benar sudah tidak kuat lagi, kamu tinggalkan saja saya sendirian di sini, kamu lanjutkan saja perjalananan ini sendirian".


Mas danu sama sekali tidak mau meninggalkan tuan vries sendirian di sini


"tidak tuan, saya tidak akan pernah meninggalkan tuan sendirian". "tapi danu kita tidak memiliki banyak waktu".


Di tengah tengah kebingungan mereka, keajaiban pun terjadi, tiba tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil yang akan melaju menuju ke arah mereka. Dengan secepat kilat mas danu berusaha menghentikan mobil mereka


"berhenti tolong berhenti, saya mohon tolong kami".


"tuan tolong kami".


Sang pemilik mobil melihat wajah mas danu yang terlihat sangat panik


"apa yang bisa saya bantu tuan". "apakah kami bisa menumpang mobil tuan , mobil tuan saya baru saja di curi sedangkan kami sedang terburu buru untuk pulang ke desa kami karena ada sesuatu yang sangat penting dan tuan saya juga dalam keadaan sakit'.


Sepertinya sang pemilik mobil tersebut mau memberi tumpangan kepada mas danu dan tuan vries


"bisa, saya bisa memberi tumpangan kepada kalian, memangnya di mana desa kalian berada". "nama desa kami desa banyu bening".


Sepertinya sang pemilik mobil tersebut mengetahui di mana desa tempat mas danu tinggal


"oh desa banyu bening, saya tau desa itu, kebetulan saya akan melewati desa tersebut, silahkan naik ke mobil saya, saya bersedia mengantarkan tuan tuan menuju desa tuan".


Mas danu merasa bersyukur mendapat pertolongan . Ia tidak henti hentinya mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang maha esa atas pertolongan yang telah Tuhan berikan kepadanya


"alhamdulillah".


Mas danu dan tuan vries segera masuk ke dalam mobil. Mas danu berharap semoga ia dan tuan vries tidak terlambat untuk menyelamatkan olivia.


Mas satria terlihat bersiap siap untuk pergi ke pinggir danau. Sebelum pergi ia masih sempat mencium foto olivia .


"dek sabar ya, sebentar lagi mas akan datang menolong dek olivia".


Mas satria melihat ke arah jam. Waktu menunjukkan pukul 23.30. Dengan langkah pasti dan tanpa ragu mas satria pergi menuju tepi danau untuk menyelamatkan olivia.