
Mas satria mencoba mengikuti saran dari pakde arif. Sementara itu di kota ternyata sakit jantung papa olivia kembali kumat. Ia ingin segera melanjutkan perjalanan namun ternyata sakit jantungnya semakin parah sehingga ia harus di larikan ke rumah sakit. Papa satria pun menunda kepergiannya
Karena sangat bahagia , olivia sampai sampai sama sekali tidak bisa tidur. Ia sudah tidak sabar menunggu sampai di mana hari ia akan menjadi istri sah dari mas satria. Olivia mengambil foto almarhumah mamanya. Ia langsung meneteskan air matanya ketika memandang foto mamanya tersebut
"mama, olivia ingin mengatakan kepada mama kalau olivia sangat bahagia sekali hari ini karena hari ini pria yang olivia cintai akhirnya melamar olivia ma, mama pasti tau kan siapa dia, iya ma pria itu adalah mas satria, sebentar lagi mas satria akan melamar olivia".
Olivia menangis saking bahagianya. Olivia lantas membuka lemari pakaiannya dan mengambil sebuah kotak. Di dalamnya terdapat kebaya berwarna merah yang sangat bagus dan mewah
"mama ingat tidak mama pernah mengatakan akan memakai kebaya ini ketika olivia akan di lamar oleh pria yang olivia cintai".
Kebaya berwarna merah tersebut adalah kebaya milik mama olivia yang di jahit langsung oleh mamanya. Sebelum meninggal dunia, mama olivia masih sempat menjahit kebaya tersebut untuk dirinya kelak. Ia ingin memakai kebaya tersebut ketika putrinya nanti akan di lamar oleh pria yang di cintai putrinya kelak.
Olivia menangis melihat kebaya tersebut. Cita cita mamanya untuk memakai kebaya tersebut di hari lamaran anaknya ternyata tidak terwujud. Olivia mengembalikan lagi kebaya mamanya tersebut ke dalam lemari pakaian.
Sepanjang malam olivia terus memeluk foto mamanya hingga ia tertidur. Di dalam mimpinya, olivia bermimpi bertemu dengan kakek tua yang ia temui di pinggir danau kemarin
kakek tua tersebut langsung menghilang begitu saja. Olivia dalam sekejap terbangun dari mimpinya
"astaga mimpiku benar benar terasa nyata".
Secara diam diam olivia mempersiapkan alat memancingnya. Setelah selesai olivia kembali tidur. Esok harinya setelah sarapan olivia bersiap siap untuk pergi. Namun ternyata ia tidak menemukan kesempatan untuk kabur, karena bude marni hari ini tidak sedang memasak di dapur. Para pelayan lain yang memasak di dapur, sedangkan bude marni sibuk mengurus bunga bunga di taman belakang rumah.
"bude marni permisi kok tumben hari ini tidak memasak". "bude hari ini tidak memasak, biar anak anak saja yang memasak, bude mau fokus mengurus bunga bunga di taman ini non olivia". "loh memangnya kenapa bude marni, bunga bunga di sini kan biasanya di urus sama para pelayan lain kok hari ini bude sendiri yang mengurus bunga bunga ini ".
Bude marni tersenyum kepada olivia
"sebentar lagi non olivia kan akan di lamar tuan satria jadi bude ingin merapikan rumah ini, di mulai dari taman bunga ini, bude ingin bude langsung yang merapikan semua yang ada di rumah ini agar bude benar benar yakin bahwa pada saat hari lamaran dan pernikahan non olivia, rumah ini dalam keadaan yang benar benar rapi".