
Kalian semua pasti bertanya tanya mengapa jenazah mama olivia berada di rumah mereka. Padahal jelas jelas mama olivia bukan meninggal melainkan pergi kembali ke alamnya
Flashback di saat papa olivia dan mang darto kembali ke rumah
Setelah mama olivia meninggalkan mereka dan kembali ke alamnya , papa olivia dan mang darto kembali pulang. Di tengah jalan mang darto bertanya suatu hal kepada tuan vries.
"maaf tuan vries". "iya , ada apa mang darto ?". "maaf tuan tapi ada yang ingin saya tanyakan kepada tuan". "iya silahkan saja darto". "ketika kita pulang nanti , apa yang akan kita katakan nanti kepada nona olivia mengenai keberadaan nyonya arini tuan ?".
Tuan vries sejenak terdiam
"tenang saja darto, kamu akan melihat jenazah istri saya nanti di rumah".
Mang darto mengerutkan dahinya ketika mendengar jawaban dari tuannya itu
"maksudnya tuan ?". "kamu lihat saja nanti, yang penting olivia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi".
Mereka semua akhirnya sampai di depan rumah. Terlihat ada seorang pelayan wanita yang berlari dengan penuh rasa panik ke arah tuan vries
"tuan vries, tuan vries nyonya tuan". "iya ada apa dengan istri saya ?". "nyonya arini tuan, nyonya telah meninggal".
kehebohan dan kepanikan terjadi di malam itu. Nyonya besar mereka tiba tiba meninggal. Dan dokter yang memeriksanya menyatakan bahwa nyonya arini terkena serangan jantung. Malam itu para pelayan pria di minta oleh tuan vries untuk pergi ke rumah saudara saudaranya untuk memberitahukan kabar duka ini. Semua pelayan di hari itu sangat bersedih. Banjir air mata terjadi di malam itu. Malam itu juga para pelayan wanita mempersiapkan untuk acara pemakaman nyonya mereka.
Mang darto dan bude marni yang sedang kebingungan mencoba bertanya kepada tuannya apa yang sedang terjadi.
"mohon maaf tuan vries tapi apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini, kami benar benar bingung ?".
Tuan vries pun menjawab pertanyaan mereka
"mang darto, bude marni sebenarnya yang berada di sini bukanlah istri saya, kalian tau sendiri kan bahwa istri saya sudah kembali ke alamnya". "iya tuan kami tau". "yang berada di sini sebenarnya hanya sebatang pohon pisang yang di ubah menjadi seperti istri oleh sang ratu duyung agar seolah olah istri saya meninggal karena sakit bukan karena pergi meninggalkan saya, agar kelak olivia nanti mengira bahwa mamanya meninggalkannya karena meninggal terkena serangan jantung".
Kini mang darto dan bude marni mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Kembali ke waktu sekarang
Tante tracy yang telah selesai makan memutuskan untuk membawa piring kotornya ke dapur. Di sana terlihat begitu banyak pelayan yang masih sangat sibuk. Tante tracy sebenarnya tidak enak apabila ia tidur tiduran sementara para pelayan sibuk bekerja namun para pelayan di sana malah meminta tante tracy untuk beristirahat. Pada saat ia melewati ruang keluarga, tante tracy melihat papa olivia yang masih melamun sedih memikirkan istrinya. Itu berarti kamar papa olivia sedang kosong. Tante tracy sesungguhnya masih sangat penasaran dengan apa yang terjadi tadi. Ia yakin ia tidak salah mendengar. Tante tracy pelan pelan naik ke lantai atas menuju kamar papa olivia. Sampai di depan pintu kamar papa olivia tante segera membuka pintu kamar tersebut. Namun ternyata kamar tersebut terkunci. Dengan langkah pelan tante tracy meninggalkan kamar papa olivia. Tanpa di sadari tante tracy bahwa sedari tadi ada yang sedang memperhatikannya