IK MIS JE

IK MIS JE
PART 30



Om kuswan dan sang ratu duyung bersiap siap untuk bertarung namun di cegah oleh ikbal


"om kuswan berhenti, tujuan utama kita kemari untuk menjemput mama saya kan, maka dari itu yang seharusnya mempertaruhkan nyawa agar kita bisa semua bisa melewati danau ini adalah saya".


Tentu saja om kuswan menolak permintaan dari ikbal


"ikbal jangan nak, jangan gila kamu , ini jebakan dari ratu duyung, dia menginginkan jiwamu agar tetap berada di sini dan tidak kembali ke alam manusia, dia sangat menyukaimu". "tapi om saya juga tidak bisa menumbalkan om yang tidak tau apa apa yang hanya ingin menolong saya dan mama , ikbal mohon om biarkan ikbal yang berkorban, jangan om". "tapi Ikbal". "kalau sampai terjadi apa apa dengan om maka seumur hidup ikbal akan merasa bersalah om".


Om kuswan mau tidak mau akhirnya mengabulkan keinginan dari ikbal


"baiklah ikbal, silahkan kalau ini memang permintaan darimu , tetapi om akan tetap mengawasi mu dari sini".


Ikbal segera berjalan pelan menuju tepi danau. Sebelum masuk ke dalam danau, ikbal terlebih dahulu berdoa kepada tuhan yang maha esa untuk meminta perlindungan. Setelah itu ikbal masuk ke dalam danau. lima menit awal tentu saja ikbal sudah tidak tahan dan rasanya ingin mati. Namun tiba tiba ia melihat ada seorang putri duyung cantik yang berenang di sekitarnya. Putri duyung tersebut memberikan sebutir mutiara kepada ikbal. Setelah menggenggam mutiara tersebut secara ajaib ikbal dapat bernafas di dalam air. Tidak hanya itu, ikbal juga bisa berbicara di dalam air selayak ia berada di atas daratan. Ia ingin mengucapkan terima kasih kepada sang putri duyung yang telah menolongnya namun putri duyung tersebut langsung pergi meninggalkan ikbal. tetapi sebelum putri duyung tersebut pergi, ikbal masih melihat rambut sang putri duyung yang berwarna pirang dan sangat cantik


"ikbal kamu berhasil nak". "astaga anak muda aku tidak menyangka ternyata selain manis dan tampan kamu juga sangat hebat untuk ukuran manusia biasa , sesuai dengan perjanjian yang aku berikan tadi , kamu dan lainnya bisa melewati danau ini". "terima kasih yang mulia". "naiklah kalian di atas perahu ini , kalian akan terus menyusuri danau ini sampai kalian melihat daratan yang banyak memiliki pohon berbuah emas , turunlah di sana , di sanalah adalah jalan menuju rumah tuan van de beek". " sekali lagi terima kasih yang mulia".


Mereka bertiga segera menyusuri danau keramat tersebut


Sementara itu di tempat lain terlihat mbak nana yang sedang berusaha memulihkan kembali keadaannya agar ia bisa cepat cepat menolong tika dan teman temannya.


Di rumah ikbal, terlihat tante tatik yang sangat cemas dan khawatir memikirkan keselamatan ikbal dan om kuswan


Ikbal dan om kuswan dengan hati hati menyusuri danau tersebut. Mereka juga teringat pesan dari sang ratu duyung tadi


"anak muda yang manis , wajah kamu adalah idaman para putri duyung di sini , kamu harus sangat berhati hati , jangan tergoda rayuan dan wajah cantik mereka , ketika mereka mengajak kamu mengobrol , jangan di tanggapi , tetap berjalan lurus menyusuri danau , hanya itu pesan yang bisa saya berikan kepadamu , hati hati untuk kalian semua".