IK MIS JE

IK MIS JE
part 39



Mbak nana berusaha untuk mengeluarkan jin jahat yang berada di dalam tubuh tante tatik. Tante tatik semakin tidak terkendali. Kini tante tatik mengambil sebuah pot di atas meja dan melemparkannya ke arah mbak nana. Beruntung lemparan dari tante tatik tersebut meleset. Di tengah tengah kebingungan mbak nana, tiba tiba mbak lita datang ke rumah ikbal dan menolong mbak nana.


"nana kamu tidak apa apa ?". "lita tolong saya".


Lita ikut membantu mbak nana. Lita berusaha dengan sekuat tenaga memegang tangan tante tatik. Mbak nana pun membacakan doa untuk tante tatik. Beruntung tidak lama kemudian jin di dalam tubuh tante tatik bisa segera keluar dari tubuh tante tatik.


"terima kasih kita atas bantuannya". "sama sama nana"


Sementara itu di alam gaib terlihat ikbal yang telah berhasil menolong om kuswan.


"om kuswan, mbah darsa". "ikbal kamu berhasil nak". "ayo om kita pergi dari sini".


Mereka segera menyusuri tangga. Mereka berhasil keluar dari kastil tersebut. Namun sebelum pergi mereka semua berusaha menyelamatkan mas gani


Mas gani benar benar sudah terlihat kewalahan dalam menghadapi para genderuwo. Mas gani rasanya benar benar ingin mati. Di saat salah satu genderuwo tersebut akan mematahkan leher mas gani, dari arah belakang ikbal data menyelamatkan mas gani.


"astaga manusia kecil ini ternyata sangat kuat".


Kini om kuswan dan mas ardi ikut bergabung untuk melawan para pasukan genderuwo. Sementara itu sang putri duyung cantik dan mbah darsa menyelamatkan mas gani yang sudah terlihat hampir tewas.


"kalian semua lawan kami bertiga". "semakin seru saja pertarungan ini".


Walau dengan bersusah payah akhirnya mereka bertiga berhasil melumpuhkan para pasukan genderuwo.


Mas gani terlihat sudah sangat kritis.


"mas gani, mas gani bertahanlah". "gani kamu harus bisa bertahan".


"kamu sudah sadar nak".


Mas gani masih sangat kebingungan.


"ada apa dengan badanku ?". "ini semua berkat nona yang cantik ini yang telah menolong mu". "terima kasih banyak". "sama sama mas gani".


Ikbal baru menyadari bahwa ia sama sekali belum mengetahui nama dari sang putri duyung yang telah menolongnya ini. maka ikbal pun mengajak sang putri duyung untuk berkenalan


"terima kasih banyak sudah sering menolongku kalau aku boleh tau siapa nama kamu sebenarnya ?".


"nama aku olivia". "kamu belum menceritakan kenapa kamu bisa memiliki kaki dan bisa bernafas di darat".


Olivia hanya terdiam saja. sepertinya dia masih ragu untuk mengatakannya kepada ikbal


"sekarang belum saatnya, tapi nanti pasti aku akan menceritakannya kepada kalian". "baiklah aku tidak akan memaksakannya".


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kediaman tuan van de beek.


Sementara itu di rumah sakit seluruh dokter dan perawat masih kebingungan dengan keadaan lyra. Sang papa dan mama menangis sekencang kencangnya. Mereka nyaris putus asa dengan keadaan lyra sekarang.


"sakit apa yang sebenarnya lyra derita dokter ?". " saya minta maaf sebelumnya kepada bapak dan ibu tetapi sejujurnya kami para dokter juga tidak mengetahui sakit apa yang sedang di derita oleh lyra, sakit yang diderita lyra benar benar sangat misterius dan tidak bisa di jelaskan oleh medis". "lalu apa yang harus kita lakukan dokter untuk menyelamatkan lyra".


Sang dokter pun hanya terdiam karena ia sendiri pun tidak tau harus berbuat apa