
Sang ratu akhirnya memberikan solusi kepada tuan vries dan keponakannya
"keponakanku hanya satu jalan yang bisa ku berikan padamu untuk menyelamatkan olivia nak, yaitu".
Sang ratu menghentikan kalimatnya.
"apa itu tante".
Terlihat sang ratu sangat ragu ragu untuk mengatakannya
"tapi apa kamu sanggup melakukannya sekar ?".
Sekar menatap yang mulia dengan penuh keyakinan
"apapun akan kulakukan demi keselamatan putriku Tante".
Mendengar hal tersebut sang ratu akhirnya melanjutkan pernyataan yang terputus tadi
"satu satunya cara untuk menyelamatkan putrimu adalah kamu harus berpisah dengan putrimu untuk selamanya, kamu harus kembali tinggal di kerajaan ini arini".
Mendengar hal tersebut tentu saja membuat nona arini menjadi sangat bersedih. walaupun sebenarnya dari awal ia sudah mengetahui hal ini suatu hari akan terjadi tapi ia sama sekali tidak siap untuk meninggalkan keluarganya. Sang ratu yang mengetahui isi hati keponakannya saat ini berusaha menenangkan hati sang keponakan
"keponakanku tante sangat mengerti, pasti hal ini terasa berat untukmu tapi ini juga demi keselamatan olivia dan juga demi dirimu sendiri".
Nona arini hanya terdiam. Ia menatap olivia yang sedang tidak sadarkan diri dengan penuh kesedihan
"Tante apa tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan olivia ?". "pilihanmu hanya 3 sekarang sekar , antara kamu yg mati , Olivia yang mati atau kalian berdua sama sama mati".
"mama papa setuju ma, ini demi olivia, sekalipun sebenarnya hal ini terasa sangat berat untuk papa".
Nona arini berusaha menguatkan dan meyakinkan perasaannya sendiri
"baiklah tante demi menyelamatkan nyawa olivia saya akan melakukan apapun".
Sang ratu pun menghembuskan nafas yang sangat panjang
"baiklah, sekar arini tau ini sangat berat untukmu tapi kita sudah tidak mempunyai pilihan lain, kamu harus kuat dan ikhlas demi olivia".
Sang ratu pun memberikan sesuatu kepada nona arini
"berikan ramuan ajaib ini kepada olivia selama beberapa hari , ramuan ini hanya untuk mencegah hal seperti ini terjadi lagi, sampai di mana waktunya kamu siap meninggalkan olivia". "terima kasih tante".
Tuan vries dan nona arini kembali ke rumah mereka. Dalam keadaan olivia yang masih setengah pingsan, nona arini memberikan ramuan ajaib tersebut kepada olivia. Dan dalam sekejap keadaan olivia kembali seperti sedia kala. Semua darah di badan dan kasur Olivia menghilang. Tidak lama kemudian olivia pun tersadar dari pingsannya.
"mama ada apa dengan saya , kenapa kepala olivia rasanya sakit dan berat sekali".
Nona arini membelai lembut kepala olivia
"tidak apa apa sayang, tadi badan kamu demam saja , sekarang kamu tidur lagi ya". "iya ma".
Nona arini semalam suntuk tidak tidur. Ia terus terusan berada di sebelah olivia. Ia merasa sangat sedih melihat olivia. Ia tidak siap dan tidak akan pernah siap untuk meninggalkan anaknya. Tetapi apabila ia tidak meninggalkan olivia itu sama saja ia membunuh putrinya itu secara pelan pelan.