IK MIS JE

IK MIS JE
PART 29



Mereka bertiga telah sampai di alam gaib. ikbal dalam keadaan yang masih setengah sadar merasakan sakit kepala yang amat sangat. Sinar matahari di sini juga sangat kurang. Suasananya seperti jam 6 sore di alam manusia sehingga ikbal agak sulit memperhatikan keadaan sekitar. Beruntung tidak lama kemudian om kuswan menemukan ikbal


"dek ikbal , jangan banyak banyak melamun di tempat ini , ingat kita bukan sedang berada di alam kita ". "iya om". "ikuti om". "baik om ".


Tidak lama kemudian jin yang mendiami raga mama Ikbal datang menjemput mereka berdua


" permisi tuan tuan, saya akan mengantarkan tuan tuan ini menuju rumah tuan saya yaitu tuan van de beek ". "baik tapi ingat, kamu jangan coba coba berniat untuk membohongi kami, apabila kamu sampai berbohong maka aku tidak segan segan untuk memusnahkan kamu sekarang juga ". "iya tuan".


Sebelum melakukan perjalanan, om kuswan memberikan sebuah gelang kepada ikbal


"dek ikbal tolong pakai gelang ini dulu, ini adalah gelang penghubung antara om dan kamu , apabila tiba tiba kamu terpisah dengan om maka alat ini akan menunjukkan di mana keberadaan kamu kepada om ataupun sebaliknya". "baik om kuswan".


Mereka berdua mengikuti jin tersebut. Pria yang lebih pantas di panggil eyang oleh ikbal. Pria yang terlihat sangat sederhana dan ramah. Sesekali ia menengok ke arah belakang memastikan bahwa ikbal dan om kuswan masih tetap berada di belakangnya


Setelah 15 menit berlalu mereka sampai di depan danau yang di huni oleh para putri duyung yang sangat cantik. Para pemimpin mereka ratu duyung menyambut mereka dengan senyuman yang sangat misterius


"mau apa kamu dan anak muda yang sangat manis ini datang kemari ?". " maaf yang mulia tapi saya, hanya mengantarkan tuan kuswan dan tuan ikbal kemari untuk menghadap tuan van de beek". "oh begitu , tapi tentu saja kalian harus melewati tantangan yang ku berikan kalau mau melewati danau ini".


Om kuswan yang sedari tadi diam kini mulai angkat bicara


Sang ratu duyung sejenak berfikir. Ia pun telah mengambil sebuah keputusan


"anak muda yang tampan , apakah kamu bisa berenang ". " tentu bisa yang mulia". "kalau begitu aku ingin kamu menyelam selama 20 menit di dalam danau ini , apabila kamu berhasil menyelam di dalam danau ini dan bertahan tanpa bernapas selama 20 menit maka kamu dan om kamu bisa melewati danau ini".


Tentu saja om kuswan tidak setuju dengan persyaratan yang di berikan sang ratu duyung. Tidak mungkin ikbal bisa bertahan di dalam air selama 20 menit tanpa bernafas. Terlebih lagi ia sedang tidak berada di alam manusia. Om kuswan merasa ini hanya jebakan dari sang ratu duyung


"maaf yang mulia , bukan maksud saya menuduh yang mulia yang bukan bukan tapi persyaratan yang mulia berikan sangat tidak masuk akal , 20 menit berada di dalam air tentu saja akan membuat ikbal meninggal dunia di alam manusia dan membuat raganya tidak akan pernah kembali ke dalam jiwanya , apalagi ikbal bukan sedang berada di alam manusia".


Sang ratu duyung tersenyum licik mendengar pernyataan dari om kuswan


"aku tidak memaksa , tetapi apabila kamu ingin melewati danau ini , maka hanya itu jalan satu satunya"


Kesabaran om kuswan benar benar sudah habis. Ia ingin melawan ratu duyung secara langsung


"maaf yang mulia , tapi saya sama sekali tidak bisa mempertaruhkan nyawa seorang anak yang tidak berdosa , lawan yang mulia yang sebenarnya dan yang seimbang adalah saya. "jadi maksud kamu kamu mau melawan saya , baiklah sepertinya menarik juga".