IF I STAY

IF I STAY
CHAPTER 7



Butuh waktu yang cukup lama menunggu Evan berpakaian dan bersiap.


Dan Benar saja, ketika sesampainya di bandara Evan dan Renesya bergegas terburu buru, karena waktu check in yang sudah mau tutup.


Tapi untung saja Renesya dan Evan tidak terlalu terlambat masuk kedalam pesawat.


"harusnya kamu bangunkan aku lebih awal!" Ucap Evan menggerutu.


"harusnya kamu berterima kasih! Karena aku tidak meninggalkan kamu!"


"mana mungkin kamu pergi honeymoon tanpa suami!" senyuman smirk Evan seketika membuat Nesya menatap sinis dirinya.


Setelah lepas landas, Renesya yang terlelah akhirnya tertidur.


3 jam kemudian, Renesya terbangun. Melihat jamnya hanya untuk memastikan sudah berapa lama perjalanannya menuju Tokyo berlangsung.


Renesya menoleh ketika didapati bahunya terasa berat.


Terlihat Evan terlelap di bahunya.


Hari hari honeymoon nya.


***


Setelah menempuh waktu kurang lebih 8 jam, akhirnya Renesya bersama sang 'suami' Evan, menginjakkan kakinya di Negara Jepang! Tepatnya di Tokyo.


Kedatangan Renesya dan Evan disambut oleh seseorang.


Orang itu berdiri di pintu kedatangan dengan mengangkat Papan Nama yang besar bertuliskan nama Renesya.


Sudah pasti itu orang yang Ayah nya Renesya sewa.


Karena setiap Renesya berpergian keluar kota ataupun keluar Negeri, pasti akan ada travel guide yang di sewa Ayahnya, untuk mendampingi Renesya selama liburan.


Sekaligus menjaga Renesya agar tetap aman.


Wajah lelah, terlihat dari kedua bola mata Renesya.


Selama perjalan menuju Hotel, Di dalam mobil Renesya selalu melihat keluar mobil.


Berbeda lagi ceritanya dengan Evan yang sangat bersemangat.


Senyuman Bahagia terlihat jelas dari setiap sudut wajahnya.


Matanya berbinar binar, sembari menatap layar Ponselnya.


Tidak henti Evan mengetikkan sesuatu di layar touch screen ponselnya yang sepertinya Chat dengan seseorang.


Renesya melihat tingkah Evan yang mencurigakan, akan tetapi dirinya tidak mau ambil pusing.


"Terima kasih." sahut Renesya


Renesya diantar sampai Lobby hotel oleh Jamie, guide keturunan Indo - Jepang yang akan menemani masa Honeymoon Renesya, selama di Jepang.


"Ini no teleponku, kalian istirahat dulu. Nanti malam akan ada dinner juga di hotel." Jamie memberikan kartu nama.


"jadi besok kamu yang antar kita jalan jalan ?" tanya Renesya.


"besok sehabis sarapan kita akan mulai tour ya,".


Setelah memberikan kunci kamar yang sudah diregistrasikan di reservasi hotel, Jamie meninggalkan hotel.


Datang bellboy yang siap membantu membawakan Koper kecil milik Renesya dan Evan.


"no thank you, i can carry by myself " ucap Nesya saat ada Bellboy yang akan mengangkat kopernya.


Berbeda dengan Evan,


"yes please... " ucap Evan dengan santai yang masih menatap layar Ponselnya.


"no he also can carry by self" Nesya menyelak saat bellboy itu akan mengangkat koper Evan.


"Eh Evan! Koper kamu tidak lebih besar dari punyaku!" kesal Renesya. "Bawa sendiri!"


"Heh, ini kan pelayanan hotel bintang 5"


"Jangan norak!" Umpat Renesya


Renesya bergegas berjalan menuju lift.


Sesampainya di kamar,


"kamu rese ya! Kalau gak mau dibawaiin ya udah bawa aja sendiri!" gerutu Evan yang masih kesal.


Tapi Renesya tidak peduli dengan rengekan Evan yang kekanak kanakan.


"sekarang kan sudah di kamar! Jadi stop mengeluh!" ucap Renesya tegas "sekarang kamu sebaiknya mandi! Karena dari Indonesia kamu belum mandi!"


Evan memutar malas kedua bola matanya yang berwana coklat itu.


"hei istri! Ambilkan handuk dan semua baju gantiku! Aku mau mandi! "


Renesya tidak menjawab ucapan Evan. Hanya merasakan kesal yang terpendam dengan sikap Menyebalkan Evan.


—To be continued—