IF I STAY

IF I STAY
CHAPTER 4



Setelah selesai mandi, memakai piyama nya, dan merapikan baju pengantinnya, Renesya berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


Betapa bingungnya Renesya ketika tidak melihat Evan di tempat tidur. Tempat terakhir Renesya lihat sebelum dirinya masuk ke kamar mandi.


"Evan". Panggil Renesya pelan.


Honeymoon suites, kamar hotel yang ditempati Renesya memang besar. Tapi tidak cukup besar untuk seseorang main hide and seek.


Segera Renesya mengambil ponselnya, dicari contact bernamakan Evan Malik. sesegera setelah menemukan namanya, Renesya langsung menghubungi Evan.


Dari sebrang Iine teleponnya, Evan menjawab


"ya!" suaranya berteriak.


Terdengar dari belakang suara Evan, lagu disko yang bergemuruh kencang.


Saat mendengar suara Diskotik perasaan Renesya berubah menjadi tidak Enak.


"ini siapa?" Tanya Evan sedikit mabuk.


"Ini aku Rene..." jawab Renesya sedikit takut dengan prasangka batinnya.


"Rene? Rene siapa?"


"Renesya! Evan ini istri kamu! Kamu mabuk? Demi Tuhan kamu dimana?" ucap Renesya gemetar.


"Istri?" Evan sesaat berfikir "Oh iya Istri!"


"Kamu dimana Evan?"


"sudah kamu tidur saja duluan! Sebentar lagi aku pulang!"


Tanpa kejelasan, Evan menutup pembicaraan


Line Telepon terputus.


Renesya berfikir "ada apa ini !!!" Lagu disko yang Renesya dengar sangat mengganggu pikiran Renesya.


"Ya Tuhan, inikah malam pertama ku ?" Ucap Renesya dalam Hati. "Mendapati suamiku mabuk ? Dan meninggalkan ku sendiri di malam pengantin nya ?"


Renesya terkulai lemas di samping tempat tidurnya


Sebenarnya seperti apa suami yang sudah dinikahinya ?


***


Pupil matanya yang berwarna Coklat, hidungnya yang mancung sempurna, serta bibir yang tidak terlalu tebal selalu.


menggambarkan wajah sempurna Evan di ingatan Renesya.


Renesya hanya duduk sembari meringkuk di sofa kamar Hotelnya, matanya enggan terpejam walau sesekali Renesya merasa mengantuk.


Ponsel Evan tidak bisa dihubungi, menandakan bahwa Ponselnya dalam keadaan mati.


"sebenarnya apa yang terjadi! Kenapa Evan bersikap seperti ini?"


Kaki Renesya yang tadinya berlunjur berubah posisi


Di tekuk kakinya, sejajar dengan tangannya diikuti dengan kedua tangannya ditekuk diatas lututnya.


Renesya menunduk menutupi wajahnya.


"rasanya tadi pagi hidupku sempurna, tapi sekarang...". Renesya mengeluh kepada dirinya sendiri.


Tetapi tak lama kemudian seketika Renesya bangkit ketika ada seseorang yang memencet bel kamarnya.


"Evan?". Kaget Renesya yang mengintip keluar kamarnya.


Renesya membuka pintu kamar hotelnya.


Renesya tertegun seketika melihat 2 orang wanita berpakaian yang sangat mini dan sexy sedang memapah Evan yang tidak sadar diri.


"dia sudah tidak sadar diri, jadi kami bawa dia kesini"


Walau Renesya tidak seberapa kuat, Renesya berusaha menopang tubuh Evan seorang diri.


"terima kasih sudah mengantarnya"


"yang benar saja Tuhan ? Aku berterima kasih kepada kedua gadis malam yang mengantar suamiku dari Club ???". seru Renesya tidak percaya di dalam hatinya.


Hanya dengan dorongan kecil kaki Renesya, pintu kamar hotel dapat tertutup rapat secara otomatis.


Segera Renesya baringkan Evan di atas ranjang.


Evan terlihat sangat berantakan, bau badannya tercium parfum wanita, dan nafasnya tercium bau alkohol yang pekat.


"Apa yang kamu lakukan Evan ? Bahkan di Malam pertama mu ? Malam pertama kita ?"


Renesya menghapus air matanya yang mulai mengalir ke pipinya.


Renesya mulai meragu pada Evan. Rene tau ada yang salah dan tidak benar!


Evan bukan pria yang seperti ia bayangkan sebelumnya.


- Fall in Love to be continued -