IF I STAY

IF I STAY
CHAPTER 5



"Evan?". Kaget Renesya yang mengintip keluar kamarnya.


Renesya membuka pintu kamar hotelnya.


Renesya tertegun seketika melihat 2 orang wanita berpakaian yang sangat mini dan sexy sedang memapah Evan yang tidak sadar diri.


"dia sudah tidak sadar diri, jadi kami bawa dia kesini"


Walau Renesya tidak seberapa kuat, Renesya berusaha menopang tubuh Evan seorang diri.


"terima kasih sudah mengantarnya"


"yang benar saja Tuhan ? Aku berterima kasih kepada kedua gadis malam yang mengantar suamiku dari Club ???". seru Renesya tidak percaya di dalam hatinya.


Hanya dengan dorongan kecil kaki Renesya, pintu kamar hotel dapat tertutup rapat secara otomatis.


Segera Renesya baringkan Evan di atas ranjang.


Evan terlihat sangat berantakan, bau badannya tercium parfum wanita, dan nafasnya tercium bau alkohol yang pekat.


"Apa yang kamu lakukan Evan ? Bahkan di Malam pertama mu ? Malam pertama kita ?"


Renesya menghapus air matanya yang mulai mengalir ke pipinya.


Renesya mulai meragu pada Evan. Rene tau ada yang salah dan tidak benar!


Evan bukan pria yang seperti ia bayangkan sebelumnya.


***


Renesya membuka sepatu serta kaos kaki Evan. Walau tampak ragu Renesya melanjutkan menggantikan kemeja Evan.


Dan ketika ingin mengganti celana panjang Evan, Renesya terhenti.


Butuh Ribuan kali Renesya berfikir untuk membuka bagian Pribadi Evan.


Karena Renesya sendiri tidak, atau belum yakin dengan pernikahannya saat ini.


Renesya hanya membuka sabuk celana Evan agar Evan dapat bernafas lebih lega, dan juga membuka jam tangan Evan.


"Kenapa tidak sekalian semuanya!". Seru Evan seraya bangkit dan duduk.


Tersontak Renesya kaget,


"kamu mabuk," sahut Renesya dengan suara sedikit serak akibat menahan tangis.


Ditariknya tangan Renesya oleh Evan.


Dan dalam satu kali tarikan membuat tubuh Renesya jatuh ke atas kasur.


Kini Evan berbalik berada diatas Renesya.


"Lepas Evan" Renesya meronta sekuat tenaga.


"aku tau kamu menginginkannya" Evan mencoba mengecup tengkuk leher Nesya, tapi...


Prak!!!!


Tamparan kuat mendarat di pipi Evan, membuat Evan bangkit berdiri.


"Jangan berani berani menyentuhku!". teriak Renesya. "Aku tidak mau disentuh oleh kamu! Pemabuk!".


Air mata Renesya mengalir tanpa bisa di bendung.


Evan menatap Renesya dengan penuh amarah yang terpancar dari raut wajahnya.


"gak akan sudi! Aku disentuh oleh seseorang yang sedang mabuk! Bahkan dia tidak bisa berjalan sendiri untuk menemui istrinya."


"terus kamu mau apa?"


"aku mau kita pisah!".


Evan terdiam, terpaku berdiri berhadapan dengan Renesya yang meringkuk menangis di atas ranjang


Renesya segera memakai jaket dan sepatunya.


Kakinya sudah siap melangkah pergi meninggalkan Evan yang sedari tadi hanya menatap sinis Renesya.


Akan tetapi ketika Renesya akan keluar dari kamar hotel, langkahnya terhenti.


Renesya menundukan kepalanya, dan air matanya menetes tak tertahankan.


"Aku akan kemana? Akan seperti apa reaksi Ayah dan Ibu? Apakah mereka akan sedih dan kecewa, Melihat pernikahan ku yang seperti ini? Yang bahkan belum ada 1 hari ku jalani!"


Perasaan galau yang berkecamuk di dalam hati dan pikiran Nesya membuatnya berfikir sebelum mengambil keputusan.


"kenapa duduk lagi ? Bukannya mau pergi ?" Ucap Evan sedikit menyindir.


Langsung saja tatapan tajam Renesya tertuju kepada Evan.


"Lebih baik mati! Dari pada harus membuat sedih dan kecewa keluargaku!"


"Baguslah, pilihan yang bagus." Evan berbicara sedikit memajukan. Bibirnya.


Renesya melepaskan jaket dan sepatunya.


Melangkah menuju ranjang hanya untuk mengambil bantal dan selimut lalu di bawanya ke sofa.


Renesya langsung berbaring dan menyelimuti dirinya.


- Fall in Love -