IF I STAY

IF I STAY
CHAPTER 31



Aku tau kalau saat ini kamu sedang dilanda rasa kecemasan.


Aku tau kamu Re, kamu gak bisa menyembunyikan semua rasa itu dariku.


—Samuel.


***



The Palm's Cafe


"Baby Darren, Sebenarnya kamu ajak aku kesini mau kencan atau mau nonton?"


"Ha nonton? ..."


"Iya, nonton kamu sibuk main handphone!"


"Astaga baby~ aku ini lagi chating beb~ "


"Beb? Beb siapa? Chating sama siapa?!"


"Beb itu maksudnya kamu Kayla!" ucap Darren sedikit frustasi menghadapi Kayla.


" Ha? Tapi aku kan lagi gak chatingan sama kamu!"


Darren membungkam mulutnya. Darren seakan sudah kehabisan kata - kata menghadapi pacaranya yang sedikit LoLa (Loading Lama) ini.


"Kayla sayang, udah ya jangan diperpanjang lagi. Aku udah nih pegang hanphone-nya" ucap Darren sambil tersenyum terpaksa.


"Nah gitu dong.." Kayla tersenyum lebar, menampilkan deretan giginya.


"Memangnya kamu lagi chating sama siapa sih?" tanya Kayla penasaran.


Darren sontak menatap sebal Kayla.


"Nah kan disambung lagi!" sebal Darren.


"Ish Darren, kan aku cuma tanya."


"Udah ya sayang ya~" Darren menepuk kepala Kayla pelan.


Sementara Kayla sudah terlihat cemberut dan memanyunkan bibirnya.


"Eh itu dia datang!"


Darren sontak langsung berdiri, ia menaikan tangannya ke udara lalu melambaikannya.


"Sini..." ucap Darren.


Kayla pun jadi ikut menoleh ke arah yang sama dengan Darren. Sedikitnya ia juga penasaran dengan orang yang Darren panggil.


"Ha?" Kayla tercengang.


"Hai semua, lama nunggu ya?" ucap Evan dengan santai


"Kok bisa?" heran Kayla dalam hati.


"Kamu duduk disini." ucap Evan sambil menarik sedikit kursi untuk Ava.


"Iya." ucap Ava, lalu duduk disamping Evan.


Tidak hanya Evan yang menarik perhatian Kayla, sosok gadis cantik yang datang bersama Evan pun menjadi sorotan tatapan tajam mata Kayla.


"Hai semua, apa kabar?" ucap Evan sambil tersenyum senang.


"Kok kamu bisa ada disini Van?" celetuk Kayla sambil mengernyitkan keningnya.


"Eh?... ini perasaanku saja atau sepertinya dia —Kayla— gak suka kehadiran Evan disini?" bingung Ava dalam hati.


"Astaga Kay, ketus amat! gak kangen sama aku hah?" ucap Evan bercanda. "Kita udah lama gak ketemu loh"


"Enggak." jawab Kayla datar.


Tiba - tiba suasana jadi canggung seketika.


"Hahaha... Kayla memang suka bercanda. Dia kan emang pacar aku yang nge gemesin." ucap Darren sambil menarik pelan pipi Kayla; mencubitnya.


"Ish apaan sih Darren." Kayla menepis tangan Darren dari wajahnya.


"Wait! pacar?" ucap Evan heran. "Katanya baru putus kemarin?"


"Ya gitu deh Van~..." ucap Darren pasrah.


"Hahaha jadi ini sudah 8 kali kalian pacaran kan?"


"Ish rajin amat ngitunginnya." celetuk Kayla.


"Eh Kay, dari tadi kamu sensi terus ha? kenapa? cemburu?"


"Hah cemburu? cemburu sama siapa gigi?!


"Gigi? Kok gigi?" celetuk Ava bingung sambil menoleh melihat Evan.


"Kamu jangan heran, teman - teman aku memang selalu menyebutku dengan sebutan gigi" jawab Evan.


"Iya, kan karena Regi awalnya." ucap Kayla.


"Eh Kay, sudah..." sahut Evan sedikit menekan.


Melihat situasi yang mulai tidak enak, Darren mencoba mengambil alih suasana.


"Evan, by the way yang disebelahnya belum dikenalin." ucap Darren.


"Astaga, aku lupa kenalin." ucap Evan terkekeh. "Kenalkan, ini Ava... dia pacarku."


"Iya aku pacarnya Evan, kenapa?" tanya Ava sedikit sinis kepada Kayla.


"Ish ngeselin! belum aja Jessie tau tentang ini." geram Kayla dalam hati.


"Serius Van? ... woah kau di Jerman itu kuliah atau berburu bidadari?" ucap Darren terkekeh.


"Darren!" pekik Kayla kesal dalam hati


Kayla mencubit kecil pinggir perut Darren karena kesal Darren memuji Ava.


"Auch Kay!" ucap Darren meringis sakit.


"Eh kenapa?" tanya Ava bingung.


"Gak ada apa - apa." jawab Kayla dengan cepat.


"Ish kenapa dia sok peduli! Memang apa urusannya!" kesal Kayla dalam hati sambil melihat Ava.


Evan dan Ava memesan minuman. Dan tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.


"Jadi, kalian akan menghabiskan waktu liburan kalian disini?" tanya Darren.


"Liburan?" celetuk Kayla


"Kay, masa kamu gak tau kalau Evan sekolah di Jerman?" ucap Darren pelan.


"Gak tau!" sinis Kayla.


"Aneh banget dari tadi Kayla sensi terus sama aku. Kenapa ya?" bingung Evan dalam hati.


"Kalian kesini liburan kan?" tanya Darren memastikan.


"Yup, aku dan Ava liburan selama 2 bulan." jawab Evan.


"Sekalian pulang kerumah, aku kesini temani Evan liburan." jawab Ava.


"Woah kamu tinggal disini juga?" tanya Darren.


"Aku tinggal di bukit." jawab Ava.


"Agak jauh ya." ucap Darren


"Ah enggak, kalau naik kereta hanya 2 jam. Kalau dengan mobil hanya 3 jam saja kan."


"Hhe benar juga." —Darren.


"Kalian sudah lama bersama?" tanya Kayla.


"Enggak juga, mungkin baru berjalan sekitar 3 bulan ini." ucap Ava.


"Dekatnya sih udah lama, tapi baru resmi jadiannya 3 bulan ini." sambung Evan.


"Hahaha, ternyata baru. Gimana? apa pacarannya menyebalkan?" tanya Darren menggoda.


"Tidak sama sekali. Evan pria termanis yang pernah aku temui. Dia perhatian dan pengertian. Aku nyaman bersamanya." ucap Ava, seraya melirik pelan melihat Evan.


Lalu tatapan Ava pun dibalas senyuman tipis oleh Evan.


Mereka benar - benar terlihat seperti sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.


Dan entah kenapa itu membuat Kayla muak melihatnya.


"Hebat!" ucap Kayla.


"Hmm apanya yang hebat?" tanya Ava.


Jujur saja Ava tidak suka melihat cara pandang Kayla, yang seolah merendahkan dirinya.


Sekelebat asumsi datang menghampiri dalam pikiran Ava. Ava jadi berfikir Kayla adalah salah satu teman Regi, oleh sebab itu Kayla sinis kepada Evan.


Tapi kenapa? Apa sebabnya? bukankah Kayla juga temannya Evan?


Darren juga teman mereka, tapi sikapnya berbeda.


Pertanyaan - pertanyaan itu berkecamuk didalam diri Ava.


"Apanya yang hebat, Key?" tanya Evan kembali.


"Hebat, dulu saat kamu pacaran dengan Regi, kamu gak semanis ini. Kalian setiap hari selalu bertengkar sampai kita bosan melihatnya." ucap Kayla.


"Mungkin itu sebabnya mereka putus. Mereka gak cocok."


Ava menjawab dingin ucapan Kayla. Membuat Kayla kembali geram.


"*Ish apa - apaan dia?! senyumnya menyebalkan sekali!" geram Kayla dalam hati.


"Apa - apaan dia? kenapa tiba - tiba jadi bahas mantannya Evan?! apa maksudnya?!" geram Ava dalam hati.


"Ya Lord Kay, kenapa kamu buat suasana jadi canggung begini? Kan jadi gak enak sama Ava, tiba - tiba kamu singgung Regi." ucap Darren dalam hati.


"Ternyata sikap Kayla gak berubah dari 1 tahun yang lalu. Apa Jessie juga ya? sebenarnya kenapa mereka jadi seperti ini?" ucap Evan dalam hati*.


...


Dulu Regi dan Evan memang sering sekali bertengkar.


Namun bukan bertengkar yang saling berselisih.


Namun mereka bertengkar ketika Evan selalu berusaha mencurahkan kasih sayangnya yang begitu besar pada Regi, dan Regi seakan tidak mampu menampung semua rasa itu.


—TO BE CONTINUED—