ICE & FIRE IMMORTALITY

ICE & FIRE IMMORTALITY
FAKSI GALAKSI



“Yang Mulia, bagaimana tanggapan Anda?” tanya Ketua pengawas perbintangan, kepada Yang Mulia Raja yang tengah memperhatikan bintang di langit Menara Pengintai perbintangan.


Baginda Raja terhening tak berkata-kata, juga tak menjawab pertanyaan dari sang Ketua pengawas perbintangan. Fokusnya tetap tertuju kepada sosok bintang berwarna biru yang bersinar terang, sedikit lagi hampir menyaingi kuatnya sinar bintang milik Putra Mahkota.


“Beberapa waktu ini, saya selalu mengawasi bintang itu. Faktanya, semakin hari, bintang itu semakin bersinar terang. Sepertinya, pemiliknya mulai melatih budidayanya, hingga ke tahap tertentu. Mungkin, sebentar lagi dia akan menyaingi kultivasi Putra Mahkota. Suatu keuntungan, Putra Mahkota bukanlah pemalas dalam hal kultivasi. Putra Mahkota senantiasa melatih kultivasinya setiap hari. Aku dengar, Putra Mahkota memanggil Guru terkenal ke kediamannya. Apa Yang Mulia sudah mendengar berita ini?”


Yang Mulia Raja berhenti memandangi sosok bintang misterius itu. Ia menoleh menatap wajah Ketua pengawas perbintangan, dengan tatapan datarnya.


“Tentang ini, aku sudah mendengarnya. Aku dengar, dia mengundang seorang kultivator senior terkenal. Dikatakan, kultivator ini sangat sulit dijumpai, dan tak menerima seorang pun murid. Sedikit mencurigakan ketika ia memenuhi undangan dari Wang Xing,” ujar Baginda Raja.


Wang Xing yang dia maksud adalah Putra Mahkota. Nama asli Putra Mahkota adalah adalah Xing Jia, dengan nama kehormatan Wang Yi.


“Menurut Anda, apa tujuan kultivator itu menemui Putra Mahkota? Mungkinkah … dia memiliki tujuan lain?” selidik Ketua pengawas perbintangan.


“Bisa dipikir seperti itu. Seorang kultivator yang terkenal di dunia Jianghu sepertinya, tidak mungkin memenuhi undangan dengan mudah. Apalagi, aku dengar, dia selalu menyembunyikan wajahnya dengan topi bambu. Itulah mengapa, julukannya adalah Topi Bambu, karena tak ada satu pun yang mengenal siapa nama aslinya. Barangsiapa yang berani menyentuh Topi Bambu yang ia kenakan, hanya semata penasaran dengan wajahnya, maka dia tidak akan sungkan mematahkan kaki dan lengannya. Jika seseorang berhasil melihat wajahnya, maka dia akan membutakan matanya,” tutur Baginda Raja.


“Jika dipikir baik-baik, memang sangat mencurigakan. Seorang kultivator tersembunyi sepertinya setuju untuk menemui Putra Mahkota. Jika tujuannya hanya ingin memenuhi undangan Putra Mahkota, aku yakin, dia tidak akan segan menolaknya,” pikirnya.


Baginda Raja dan Ketua Pengawas perbintangan mulai berasumsi tentang Master Topi Bambu yang bersedia menemui Putra Mahkota.


“Lalu, apa tujuan Putra Mahkota mengundangnya? Tidak mungkin … Putra Mahkota ingin berguru kepadanya?” tanya Ketua pengawas perbintangan.


Baginda Raja terhening selama beberapa saat. “Mengingat tempramen Wang Xing, dia pasti tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Tujuannya sudah jelas. Wang Xing sengaja mengundang Master Topi Bambu untuk memintanya mengajarkan ilmu untuknya. Jikalau Master Bambu sampai menolak tawaran dari Wang Xing, dia pasti akan menahan Master Topi Bambu dan melarangnya pergi. Dia akan menjadikan Master Topi Bambu sebagai tahanan, demi menguras ilmunya. Tidak diragukan lagi. Aku terlalu mengenal sifat Wang Xing,” jelas Baginda Raja.


“Tapi takutnya, Wang Xing akan gagal menjalankan rencananya,” ujar Ketua Pengawas.


Sejenak kemudian, Baginda Raja mulai memandangi satu bintang yang memancarkan sinar biru, yang sejak tadi mengusik ketenangan Baginda Raja. Terpampang jelas di raut wajahnya, kekhawatiran-kekhawatiran yang ia rasakan dikala pertama kali ia mengetahui sebuah fakta, tentang bintang misterius di langit Menara Pengawas Perbintangan.


“Aku tidak mengkhawatirkan semua itu, karena Wang Xing perlu belajar tentang keberhasilan dan kegagalan. Sebagai calon penguasa, dia harus merasakan kepahitan yang harus ia tanggung dalam hati, ketika akhirnya rencananya gagal. Dia terlahir dari keluarga kerajaan, merasa memiliki kekuasaan, hingga ia tidak tahu rasanya kepahitan yang ada di dunia luar sana,” tutur Baginda Raja. “Satu hal yang paling aku khawatirkan akhir-akhir ini, jawabannya ada di sana,” ucapnya, seraya memandangi bintang biru yang bersinar terang.


Tidak perlu menunjuknya, Ketua pengawas perbintangan mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Baginda Raja. Tentu saja, bintang biru yang bersinar melebihi bintang-bintang lain, tetapi sedikit redup dari bintang milik Putra Mahkota. Teka-teki belum terjawab, tentang siapa pemilik mutlak bintang tersebut.


Baginda Raja telah memberi perintah pencarian untuk seseorang yang memiliki energi spiritual elemen api, dengan roh pelindung seekor naga. Akan tetapi, sampai saat ini, belum ada satu pun yang berhasil menemukan seseorang yang memiliki ciri-ciri yang disebutkan.


Elemen api adalah elemen milik keturunan penguasa. Sedangkan roh pelindung naga adalah roh pelindung keluarga kerajaan. Keturunan penguasa tak mesti keluarga kerajaan, karena banyak Putri dan Pangeran, atau anak raja yang menikah dengan bangsawan biasa.


Sementara Roh pelindung naga, sudah dipastikan bahwa mereka adalah keturunan kerajaan, karena silsilah mereka, langsung dari keturunan Raja yang memiliki roh pelindung Long (Naga), dan Ratu yang memiliki roh pelindung Feng Huang (Phoenix).


“Entah apa tujuan pemilik bintang misterius itu. Jika dia hanyalah rakyat biasa yang memiliki kultivasi tinggi untuk menjadi salah satu abadi, maka kita tak perlu mengkhawatirkannya. Namun, jika dia benar keturunan keluarga kerajaan dan mencari identitasnya untuk merbut haknya, maka kita tak bisa tinggal diam. Orang ini sangat berbahaya. Jika tak segera menemukannya, dia akan menjadi ancaman terbesar bagi Putra Mahkota Wang Xi, dan juga keluarga kerajaan. Siapa yang menebak jika hatinya memiliki dendam terselubung terhadap keluarga kerajaan. Jangan sampai dinasti ini hancur di masaku. Jika sampai semua itu terjadi, aku tidak akan memiliki wajah untuk menghadap para leluhur,” tutur Baginda Raja, terdengar sangat putus asa.


“Yang Mulia, mungkinkah … Anda pernah memicu dendam lain, selain insiden tentang Pangeran Yongping? Maaf jika hamba lancang. Tapi, Anda harus memikirkannya baik-baik. Apakah Anda pernah melakukan satu kesalahan, atau sesuatu yang menyinggung seseorang tertentu?” tanya Ketua Pengawas.


“Sejauh ini, kesalahan terbesar yang selalu menghantuiku hanyalah terhadap Pangeran Yongping. Dosa ini, mungkin tidak akan pernah bisa kutebus sampai nanti aku mati. Selain itu, aku sama sekali tak bisa mengingat hal lain, karena keseharianku terlalu sibuk mengurus tugas Negara. Selain Wang Xing yang selalu membuatku khawatir, aku tak pernah mengkhawatirkan hal lain. Hingga akhirnya, aku mengetahui perihal bintang misterius ini,” jelas Baginda Raja.


“Bintang misterius ini … aku menebak, jika dia tidak berasal dari Negara ini. Jika kita tak kunjung menemukannya, itu artinya, dia berasal dari Negara lain. Yongzhou tak bisa menemukannya. Mungkin dia berasal dari Xizhou, Qingzhou, atau bahkan Youzhou.” Pengawas perbintangan mengemukakan opininya.


“Jika benar begitu, mengapa dia masuk ke dalam faksi galaksi perbintangan milik Yongzhou?”