ICE & FIRE IMMORTALITY

ICE & FIRE IMMORTALITY
DI MANA TUBUH XIAO FAN?



“Kau sangat licik. Kau memanfaatkan orang lain agar tak ada yang bisa menghancurkanmu. Jika kau menggunakan tubuh Jia Rong, lalu di mana Xiao Fan?” Yi Cai benar-benar tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh roh jahat yang tengah merajai tubuh Jia Rong.


Roh jahat adalah roh yang tak memiliki wujud selestial. Dia tak menggunakan tubuh Xiao Fan dan menyamarkannya menyerupai Jia Rong, melainkan secara langsung menggunakan tubuh Jia Rong yang dirasuki olehnya.


“Jika sudah seperti ini, aku tidak perlu berakting lagi. Kau sudah tahu jika tubuh ini milik temanmu yang bernama Jia Rong. Salahkan dia yang kurang berhati-hati. Lain kali, kau harus memperingatinya untuk tidak ceroboh menyentuh benda asing. Ah, benar. Jika aku pikir, tidak ada kata lain kali, karena kalian semua akan mati! Sedangkan Xiao Fan, dia sudah lama mati pada saat dia berhasil menculik 100 orang, hati nuraninya tersadar sebentar. Kemudian, dia berontak tak ingin melanjutkan tugasnya untuk mengumpulkan genap 199 orang. Dia yang terlalu bodoh dan berontak. Aku tidak bisa membiarkannya menghancurkan rencanaku. Tidak, lebih tepatnya bukan hanya 199 orang. Aku perlu lebih dari itu, sampai tujuanku tercapai. Karena tak bisa menyelesaikannya, aku harus menjadikannya salah satu tumbal. Xiao Fan sudah lama mati mengering seperti yang lain. Hanya hati nurani dan ilusinya yang masih terisa di ingatanku. Dia tidak ada, hanya aku yang tetap abadi,” cetusnya.


Perlakuan roh jahat itu sangatlah keji, hanya demi menuntaskan tujuannya semata. Dia menggunakan semua penduduk desa dan membuat seolah-olah terjadi insiden lumpur hisap. Yang sebenarnya terjadi, tak ada lumpur hisap sungguhan. Semua penduduk desa itu tidak terserap oleh lumpur hisap, melainkan dijadikan tumbal darah oleh roh jahat yang awal mulanya menyamar menjadi seorang kakek yang menawarkan bantuan kepada Xiao Fan.


Begitu lugunya Xiao Fan percaya bahwa kakek tua itu dapat membantunya membangkitkan keluarganya. Sayangnya, semuanya hanyalah tipuan belaka. Karena tubuh yang disinggahi roh jahat itu terlalu tua dan renta, dia mengambil alih tubuh Xiao Fan dan melangsungkan kejahatan dengan identitasnya.


Ketika telah berhasil menculik 100 lebih pengungsi perang, hati nurani Xiao Fan terbangun tatkala dia melakukan penyerapan darah para pengungsi yang berhasil diculiknya. Xiao Fan tidak percaya jika dia telah melakukan kejahatan yang tak terampuni karena tubuhnya yang diambil alih dan dikendalikan oleh roh jahat secara semena-mena.


Xiao Fan berontak dan menggorok lehernya sendiri. Dia lebih memilih mati, dibandingkan dia harus melakukan kejahatan yang tak terampuni. Bahkan, ingatannya menyadarkannya bahwa sebelumnya dialah yang menyerap darah seluruh penduduk desa, termasuk keluarganya sendiri. Xiao Fan yang melakukannya dengan tangannya sendiri karena berada dalam pengaruh kendali roh jahat.


Meskipun demikian, ia pun tak luput dari rasa bersalah. Bagaimanapun, semua salahnya karena mempercayai tentang kebangkitan yang dijanjikan. Bukan kebangkitan, melainkan dirinya sendiri yang membunuh keluarganya, menyerap darahnya hingga tubuh mereka kering meninggalkan jasad.


“Berhenti! Aku mohon keluarlah dari tubuhku! Kau makhluk keji. Kau tidak menolongku. Kau hanya mengambil alih tubuhku untuk menjalankan rencana jahatmu. Kau menjadikanku alat untuk membunuh keluargaku sendiri, penduduk desa, bahkan orang lain yang tidak kukenal sekalipun. Aku tidak ingin hidup lagi!” Kala itu, Xiao Fan dipenuhi rasa bersalah dan keputusasaan yang menyelimuti dirinya.


Dia menangis meraung tatkala hati nuraninya berhasil disadarkan. Sementara roh jahat masih bersarang dalam diri Xiao Fan, tidak mustahil dia dapat melanjutkan kesalahan yang tak terampuni. Itulah sebabnya, dia menarik belati dan menggorok lehernya sendiri.


“Bodoh! Dasar manusia bodoh! Kau memilih mati daripada hidup abadi bersamaku. Seharusnya, kau turuti saja perintahku. Lanjutkan rencanaku dan kau akan hidup abadi bersamaku menjadi manusia terkuat!”


Roh jahat tak bisa mengendalikan orang mati, mereka hanya bisa bersemayam di dalam tubuh manusia yang darahnya masih mengalir. Itulah sebabnya, roh jahat itu tak bisa ke mana pun. Dia hanya bisa melanjutkan rencananya ketika ia berhasil mendapatkan tubuh yang ia singgahi selanjutnya. Dia tidak bisa ke mana pun dengan bebas tanpa bantuan tubuh manusia, apalagi jika itu di waktu siang hari. Dia akan merasa panas dan terbakar tanpa naungan, karena tubuh manusia yang disinggahi tak lain sebagai naungannya.


Energi roh jahat bergentayangan di sekitar desa, lalu singgah di sebuah relik yang berbentuk jari manusia. Hingga pada akhirnya, Yi Cai, Jia Rong dan Jia Yun mengunjungi desa itu.


Pada saat itulah, roh jahat mulai mendapat peluang emas untuk membuat ilusi dan memerangkap ketiganya di ruang lumpur hisap yang dia ciptakan. Namun, Yi Cai berhasil mematahkan ilusi ruang lumpur hisap bersama dengan Jia Rong dan Jia Yun. Akan tetapi, mereka takkan sepenuhnya bebas ketika mereka memutuskan untuk bermalam di desa itu. Kesalahan besar yang mereka lakukan adalah bermalam di tempat asing dengan santainya, tanpa memikirkan bahaya besar yang selanjutnya akan mereka hadapi.


Jia Rong tak sengaja menemukan relik jari manusia. Secara tidak sadar, Jia Rong menyerahkan diri sendiri kepada roh jahat yang pada akhirnya menjadikan tubuh Jia Rong sebagai persinggahannya. Roh jahat yang licik itu berakting menjadi Jia Rong. Akan tetapi, Jia Yun sebagai saudara kembarnya sudah pasti sangat mengenal Jia Rong yang sesungguhnya.


Dan, pada akhirnya, mereka bertiga benar-benar terperangkap ke dalam skenario yang direncanakan oleh roh jahat yang sangat licik.


“Jadi, begitu ceritanya. Aku sungguh takjub dengan kemampuan aktingmu. Mungkinkah … sebelum kau mati dan berubah menjadi roh jahat, kau adalah pemeran opera?” sindir Yi Cai.


“Aku adalah pelayan suku iblis. Aku tidak pernah menjadi manusia, tetapi aku asli tercipta sebagai roh jahat,” cetusnya.


“Suku iblis?” gumam Yi Cai. ‘Apa ada suku seperti itu di Dunia Continent?’ batin Yi Cai bertanya-tanya.


“Ya, suku iblis. Makhluk terbanyak yang terlahir di dunia, dan memiliki pengikut terbanyak. Jika kau sebagai Dong Hua, kau tidak mungkin tidak mengetahui hal ini. Sayangnya, saat ini kau hanyalah seorang manusia lemah yang menjalani cobaan di dunia manusia. Aku sempat berpikir betapa keparatnya dewa yang membuatmu harus mengalami penderitaan seperti ini. Pemuda lemah, buruk rupa, tak memiliki keistimewaan apa pun. Bahkan, hanya seorang pengecut yang hanya berani menyembunyikan diri di balik tirai pelindung. Hekh!” Meremehkan Yi Cai.