
"Mungkinkah ... Lupakan saja. Aku sangat lelah. Aku sangat ingin istirahat. Kita sudah berjuang keluar dari lumpur bisa seharian. Apa kalian tidak lelah? Jika kalian tidak ingin beristirahat, kalian bisa berjalan-jalan keluar. Jangan ganggu aku," ujar Jia Rong seraya menangkupkan lengannya.
Tak ada yang merespon ucapan Jia Rong. Jia Yun dan Jia Rong tetap berdiri di tempatnya. Keduanya tampak was-was, sedang Jia Rong dengan santainya memejamkan mata, semata untuk beristirahat karena kelelahan katanya.
"Jia Yun," panggil Yi Cai.
"Eh?" sahut Jia Yun.
"Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya Yi Cai.
"Tidak ada masalah apa pun," jawab Jia Yun tanpa menatap wajah Yi Cai. "Yi Cai," panggil Jia Yun.
"Iya, ada apa?" jawab Yi Cai.
"Apa kau ingin keluar untuk melihat-lihat?" Meminta ketersediaan dari Yi Cai.
"Baik. Aku juga penasaran dengan situasi di luar sana," balas Yi Cai.
Mereka berdua melangkahkan kakinya keluar dari rumah, meninggalkan Jia Rong yang terbaring di dalamnya sendirian.
Ketika mereka berdua keluar dari rumah, mereka dikejutkan dengan penampakan desa yang berubah drastis dari sebelumnya. Desa yang tadinya sangat sepi, kini berubah menjadi ramai dengan penduduknya.
Jia Yun dan Yi Cai tercengang tatkala melihat tampilan yang seharusnya mereka saksikan di siang hari, berubah di malam hari. Sedang, mereka menyadarinya dengan jelas bahwa tak ada seorang pun yang menghuni rumah-rumah di desa tersebut.
"Apa semua ini?" gumam Jia Yun. "Yi Cai, apa aku tidak salah lihat? Apa ada yang salah dengan penglihatanku? Kenapa desa ini tiba-tiba ramai penduduknya? Apa kau juga melihatnya?" tanya Jia Yun.
"Ini seperti mimpi. Tidak mungkin semua ini ... Mungkinkah kita terpesona oleh ilusi lagi?" pikir Yi Cai.
Jia Yun mulai waspada dan siang dengan sekitarnya. "Bisa jadi. Apa pun itu, segala sesuatu di desa ini tak bisa dengan mudahnya dipercayai. Semuanya bagai tipu muslihat," cetus Jia Yun.
"Lalu, kenapa kau mengajakku keluar dan meninggalkan Jia Rong sendirian di dalam, jika kau tahu semua yang ada di desa ini dapat mengancam bahaya? Apa kau sengaja meninggalkannya? Atau ... Ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan di depannya?" tanya Yi Cai. Dia sudah mulai serius pada tahapan pembahasan yang sesungguhnya.
Dalam dirinya, Jia Yun sangat mengkhawatirkan kondisi Jia Rong. Akan tetapi, ia tak ingin ceroboh agar tak membuat keselamatan saudaranya terancam. Oleh sebab itu, dia sengaja melakukan sesuatu yang tak beralasan agar tindakannya tak mudah dicurigai.
"Yi Cai," panggil Jia Yun.
"Apa kau tidak bisa menebak alasanku menanyakan pertanyaan-pertanyaan sepele kepadanya sebelumnya?" Pertanyaan Jia Yun sengaja untuk menguji ketanggapan Yi Cai.
"Benar. Kami adalah saudara kembar. Sejak kecil kami tumbuh bersama. Tidak mungkin jika kami tidak tahu apa yang kami suka, dan apa yang tidak kami suka. Sedangkan Jia Rong, dia tidak suka buah persik. Setiap kali aku membawa buah persik, dia pasti akan cepat memintaku menyingkirkannya. Dia memiliki trauma memakan buah persik. Ketika kecil, karena dia memakan buah persik, dia tiba-tiba mual dan jatuh sakit. Kami memakan 2 buah berbeda. Ternyata, miliknya menyentuh tanaman beracun yang bisa membuatnya mual dan keracunan. Jia Rong jatuh sakit karena memakan persik beracun. Itulah mengapa, semenjak saat itu, setiap kali dia melihat buah persik, dia pasti cepat-cepat menyuruh siapa pun untuk menyingkirkannya," jelas Jia Yun panjang kali lebar.
Berdasarkan cerita yang disimak oleh Yi Cai, alasan Jia Yun menceritakan semua itu pastilah berhubungan dengan Jia Rong yang mereka lihat saat ini.
Memang ada sedikit keanehan dalam diri Jia Rong. Dia pasti tidak akan berdiam diri sendirian hanya karena ia lelah dan ingin beristirahat. Setelah Yi Cai mengingat-ingat, akhirnya dia mengerti mengapa Jia Yun menceritakan semua hal itu.
Ternyata, karena jawaban dari Jia Rong bertolak belakang dengan cerita yang disampaikan oleh Jia Yun. Seingatnya, sebelumnya Jia Rong mengatakan jika rasa rasa buah persik itu manis dan segar.
"Jia Yun! Maksudmu, dia bukan Jia Rong? Mungkinkah ... Dia hanyalah ilusi?" Akhirnya Yi Cai mengerti dengan detail aneh yang mengganjal.
"Dia bukan Jia Rong. Tapi, sepertinya dia bukan ilusi. Kau lihat! Semua penduduk yang kita lihat saat ini memang benar ilusi. Namun, ilusi juga memiliki kelemahannya," cetus Jia Yun. "Yi Cai, coba kau sapa mereka, atau tidak, kau sentuh tubuh mereka," perintah Jia Yun.
Tanpa banyak bertanya, Yi Cai pun menerapkan perkataan Jia Yun. Dia berjalan menghampiri salah seorang penduduk desa yang berada di sekitarnya.
"Permisi?" sapa Yi Cai kepada salah seorang penduduk desa yang berada tepat di sampingnya saat ini.
"Iya, ada apa?" Penduduk desa itu menghiraukan sapaan dari Yi Cai.
"Begini ... ." Sejenak Yi Cai tak melanjutkan perkataannya. Dia begitu saja menyentuh lengan penduduk itu. Seketika, tatkala dia menyentuhnya, wujudnya menghilang dari pandangannya.
Jia Yun yang memperhatikannya dari kejauhan, bergegas menghampiri Yi Cai.
Dia menatap Yi Cai seraya menatapnya dengan tatapan penuh keseriusan. Ia pun angkat bicara, "Bagaimana? Apa kau mengerti?" tanya Jia Yun.
"Jadi, memang benar jika semua orang ini yang ada di desa ini hanyalah ilusi? Ilusi tidak tercipta dengan sendirinya. Seseorang pasti sengaja membuatnya sedemikian rupa, sebagai sarana perangkap. Siapa orang itu? Dan apa tujuannya membuat ilusi semua ini? Dan ... Apa Jia Rong juga hanyalah ilusi?" Yi Cai benar-benar tak habis pikir.
Tidak pernah dia temui ilusi yang diciptakan dengan energi spiritual sekuat yang yang mereka hadapi saat ini. Sedangkan Jia Yun hanya terdiam, dan terlihat putus asa sembari memikirkan perkataan yang dikatakan oleh Yi Cai.
"Memang benar jika semua ini adalah ilusi. Tapi yang aku resahkan bukan masalah Jia Rong yang kita lihat ilusi atau bukan, tetapi aku lebih mengkhawatirkan kondisinya. Aku tidak tahu apakah dia baik-baik saja. Kita kehilangan jejaknya, kita terpisah darinya. Terlalu banyak perangkap di desa ini. Seharusnya, kita tidak lengah dan meremehkannya. Bermalam di luar dan berburu monster roh semalaman sepertinya lebih baik daripada menetap di tempat tenang yang memiliki banyak perangkat ghaib seperti ini. Aku penasaran di makanakah berengsek itu. Apa yang dia lakukan, hingga ia bisa terpisah dari kita," ujar Jia Yun.
Jia Yun bukanlah orang yang banyak bicara. Akan tetapi, kali ini dia berbicara lebih banyak dari biasanya. Jika dia sudah mulai bicara banyak, itu artinya dia memang benar-benar menunjukkan sikap kekhawatirannya terhadap sesuatu.
Jika sebelum-sebelumnya, Jia Yun lebih memilih mengikuti intruksi orang lain daripada memberikan pendapatnya. Namun, karena kehilangan jejak Jia Rong, dia tak bisa menyantaikan logikanya.
"Jia Yun hati-hati!" Yi Cai mendorong Jia Yun menjauh.