
"Benarkah? Kalau boleh tahu, siapa orang yang melaporkannya?" tanya ayah Xiao Liu dengan tatapan dipenuhi dengan kilat kemarahan.
"Aku!"
Sejenak kemudian, muncul seorang pria paruh baya dari balik kerumunan para murid balai roh pelindung yang datang menyergap rumah Xiao Liu.
"Aku saksinya. Aku melihat seekor rubah kecil yang terbaring nyaman di dalam rumahmu," cetusnya.
"Tidak punya etika! Apa kau mengintip ke dalam rumah orang lain dengan kedua matamu?!" sentak ayah Xiao Liu.
"Mohon tenang. Yang seharusnya dipermasalahkan bukanlah tentang etika orang ini. Kau bisa membahasnya setelah kita membahas masalah utama. Demi kedamaian Kota, kita harus memastikan kebenaran. Aku anggap perkataanmu barusan adalah pengakuan darimu. Jadi, ternyata kau menyembunyikan seekor monster roh rubah di dalam rumahmu. Apa tujuanmu?" tanya Kepala balai roh pelindung dengan tatapan mata terhubung.
Ambisi liarnya mulai bangkit. Kepala balai roh pelindung mulai memiliki siasat licik di dalam benaknya. Tidak perlu diragukan lagi. Tujuan utamanya adalah untuk merebut monster roh rubah yang disebutkan tersembunyi di dalam rumah tempat tinggal Xiao Liu.
Pada masa itu, para master roh dari balai roh pelindung berlomba-lomba meningkatkan kultivasinya dengan jalan yang lebih mudah, yakni membunuh monster roh dan merebut kelereng spiritual yang terkandung di dalam tubuh monster roh.
Jika mereka meningkatkan kekuatan dengan cara itu, mereka tidak harus repot-repot melatih budidaya siang dan malam, demi memperkuat roh pelindung yang menyertai tubuh mereka. Itulah pada masa itu, monster roh hampir punah karena terus-terusan dibuat oleh para manusia yang melatih kultivasi roh pelindung.
Termasuk saat itu, Xiao Liu yang telah ditargetkan oleh orang-orang balai roh pelindung, semata untuk merebut kelereng spiritual dalam tubuhnya agar dapat meningkatkan kultivasi sang Kepala balai roh pelindung yang memiliki niatan menginginkannya. Namun, orangtua Xiao Liu tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Di samping ayahnya yang tengah mengulur waktu, ibu Xiao Liu membawa Xiao Liu pergi dari Kota Chang'an dan kembali ke hutang untuk mengamankam Xiao Liu dari para master roh balai roh pelindung.
Dari awal orangtua Xiao Liu sudah menebak bahwa tujuan orang-orang dari balai roh pelindung yaitu untuk membawa Xiao Liu anaknya, untuk dipersembahkan kepada mereka. Namun, sebagai orangtua, mereka tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. Mereka tetap akan melindungi Xiao Liu, meski mereka harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Begitulah yang terjadi selanjutnya karena ayah Xiao Liu tak mengizinkan orang-orang balai roh pelindung untuk mengincar Xiao Liu dan menggeledah rumahnya, meskipun di dalam rumahnya Xiao Liu telah dibawa pergi oleh ibunya.
Ayah Xiao Liu tak ingin mereka tahu bahwa Xiao Liu sudah tak lagi di dalam rumah, lalu mengerahkan sebagian murid balai roh pelindung untuk mengejarnya, karena keduanya belum lama melarikan diri.
Untuk mencegah hal itu terjadi, ayah Xiao Liu bertarung mati-matian dengan para murid balai roh pelindung. Hingga pada akhirnya, identitasnya sebagai monster roh yang telah berubah menjadi manusia terungkap.
"Tidak mungkin. Apa dia juga seorang monster roh? Aku belum pernah mendengar seekor monster roh dapat berubah menjadi manusia juga."
"Kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Kira-kira, berapa ratus tahun umurnya, hingga ia dapat mengambil bentuk tubuh manusia? Dia pasti memiliki kelereng spiritual yang dahsyat kekuatannya? Kita harus membunuhnya dan merebut kelereng spiritual di dalam tubuhnya."
"Manusia adalah manusia, monster roh adalah monster roh. Meskipun telah mengambil wujud manusia, dia tetaplah monster roh. Seperti halnya monster roh lain, untuk apa kita segan membunuhnya? Mengasihani manusia hanya diberlakukan oleh sesama manusia, bukan untuk monster roh sepertinya."
"Benar, jika kita tidak membunuhnya, entah bahaya apa yang akan disebabkan olehnya. Menyadari jika selama ini ada seekor monster roh yang berubah menjadi manusia saja membuatku merinding. Kita harus memusnahkannya dan memberinya pelajaran. Kita harus membuktikan bahwa manusia adalah makhluk terkuat, yang tidak akan pernah bisa disaingi makhluk mana pun, sekali pun mereka sangat ingin menjadi seperti para manusia."
"Bunuh!!!"
Para master roh mengerahkan para murid-muridnya untuk menyerang ayah Xiao Liu yang identitasnya sebagai rubah berekor sembilan telah terungkap.
Setelah mereka saling berbisik-bisik, akhirnya mereka memutuskan untuk mengalahkan ayah Xiao Liu. Tentu saja mengalahkannya bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh para master roh dari balai roh pelindung.
Ayah Xiao Liu adalah monster roh rubah berekor sembilan yang telah berumur ratusan tahun, tepatnya telah berumur 900 tahun dan berhasil menumbuhkan 9 ekor rubah. Mengalahkan monster roh yang telah berkultivasi selama 900 tahun tentu saja tak bisa diremehkan dan dianggap mudah.
Oleh sebab itu, pada serangan pertama yang dilancarkan oleh puluhan murid balai roh pelindung langsung gagal begitu saja. Puluhan murid balai roh pelindung terpenting jauh tatkala serempak menyerang ayah Xiao Liu.
Sekali serangan dari ayah Xiao Liu, membuat puluhan murid balai roh pelindung merintih kesakitan dan tak dapat bangkit. Kekuatan spiritual yang dimilik oleh ayah Xiao Liu tentu saja tak bisa diremehkan begitu saja, dengan lawan puluhan murid balai roh pelindung yang baru berkultivasi di tingkat awal dan pertengahan.
Perihal itu membuat para master roh balai roh pelindung gelisah, karena serangan pertama begitu saja digagalkan. Hanya resah, tetapi nyali mereka tidak sampai menciut, karena tekad mereka untuk merenggut nyawa ayah Xiao Liu dan merebut kelereng spiritual tubuhnya sangatlah kokoh.
Mereka tidak akan menyerah begitu mudahnya dalam pertarungannya dengan monster roh rubah berekor sembilan yang telah berumur 900 tahun.
"Sial! Dia berhasil mengalahkan semua murid," ucap salah seorang master roh dengan nada kesal.
"Baru serangan pertama. Kita tidak bisa menyerah terhadap monster roh sepertinya. Kita telah membunuh banyak monster roh selama ini. Aku yakin, kita pasti dapat membunuhnya juga," cetusnya.
"Kita tidak boleh asal menyerangnya begitu saja. Setiap monster roh memiliki titik kelemahannya masing-masing. Kita harus mencari titik kelemahannya dan memusatkan serangan di titik itu," himbau master roh yang lain.
"Benar. Yang harus kita cari saat ini adalah titik kelemahannya. Kita harus menyusun strategi untuk mengetahui titik kelemahannya. Aku akan menyerang bagian jantungnya. Kau bagian kepalanya, kau bagian ekornya, kau bagian kaki dan tangannya, kau bahagia perutnya, kau bagian ekornya. Kita semua harus bekerja sama untuk mengalahkannya bagaimana pun caranya."
"Benar. Dia telah berubah wujud menjadi manusia setengah mosnter roh. Jangan sampai dia kehilangan kendali dan menghancurkan segala sesuatu. Sebelum hal itu terjadi, kita harus membunuhnya dan mempersembahkannya untuk penduduk Kota. Kita harus buktikan bahwa monster roh sekalipun tak akan bisa menuruti gaya hidup manusia, meskipun mereka telah berhasil mengambil wujud manusia," cetusnya.