
"Permisi? Permisi? Apa kau bisa mendengarkan? Apa kau baik-baik saja?" Tao Hua mengguncang tubuh seseorang yang ditemukannya secara perlahan.
Kemudian, Tao Hua mengangkat wajahnya, menatap Xiao Liu yang hanya berdiri memperhatikan keduanya.
"Xiao Liu, datang dan bantu aku memeriksanya," perintah Tao Hua.
Meskipun sedikit enggan, tetapi Xiao Liu tak berani membantah perintah dari tuannya. Ia pun melangkahkan kakinya menghampiri Tao Hua dan seseorang yang tak sadarkan diri.
Sosok pria seumuran dengan Tao Hua itu menyandar di dinding gua batu dan terlihat tersiksa karena Qi energi tubuhnya tak seimbang. Sementara Tao Hua mencoba membangunkannya. Akan tetapi, sosok itu tak juga sadarkan diri.
"Putri, berhenti membangunkannya. Dia tak akan terbangun, meskipun Putri membunuhnya sekalipun," ungkap Xiao Liu.
Pernyataan dari Xiao Liu sontak membuat Tao Hua berhenti mengguncang tubuhnya. Kemudian, Tao Hua pun berkata, "Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk menyadarkannya? Tidak ... Sepertinya, kita harus menyembuhkan lukanya terlebih dahulu," ujar Tao Hua.
"Benar, dia baru bisa tersadar setelah luka dalamnya disembuhkan," balas Xiao Liu.
"Kalau begitu, aku harus menyembuhkannya," cetus Tao Hua.
Xiao Liu tercengang tatkala Tao Hua dengan percaya diri berencana menyembuhkan sosok yang tak dikenalnya.
"Dengan cara apa? Putri, dengan kondisinya saat ini, takutnya, energi spiritual yang ditransfer orang lain pun tak akan banyak membantu. Sedangkan engkau sama sekali tak pernah berlatih budidaya. Bagaimana cara Anda menyembuhkannya? Dia harus mendapatkan perawatan dari ahlinya. Hanya seorang tabib sihir yang bisa menyembuhkannya," jelas Xiao Liu.
"Aku tahu, aku tahu jika aku tidak memiliki sihir budidaya. Tapi, aku juga pernah belajar tentang pengobatan tradisional. Namun, bukan ilmu pengobatan tradisional yang akan kugunakan kali ini. Seperti yang kau katakan, dia harus ditangani oleh sang ahli. Tapi jangan lupa, jika aku memiliki keahlian yang tiada duanya," balas Tao Hua.
Pernyataan dari Tao Hua semakin mengaduk-aduk otak Xiao Liu. Awalnya, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh tuannya. Namun, setelah memikirkannya dengan baik, akhirnya dia teringat oleh satu detail yang pernah terungkap lama. Jika Tao Hua tak menyinggungnya, mungkin Xiao Liu akan melupakannya.
"Putri, jangan bilang ... Putri, mohon pikirkan baik-baik, sebelum memutuskan untuk melakukannya. Jika engkau melakukannya, kau pasti tahu akibatnya. Umur yang kau miliki akan berkurang setahun. Sedang, kita tidak tahu sampai kapan kau akan bertahan hidup. Putri, inilah salah satu alasan ayah Putri tak mengizinkan Putri pergi ke dunia luar. Hati Anda yang terlalu polos adalah salah satu hal yang paling berbahaya. Dia hanyalah orang asing. Kau tidak harus membantunya seperti itu." Xiao Liu berusaha membujuk agar Tao Hua memikirkan kembali perihal yang akan dilakukannya, karena larangan sekali pun tak akan bisa menghentikan sikap kekeraskepalaan yang dimiliki Tao Hua.
Tentang rahasia yang dia maksud, Tao Hua berpikir bahwa hanya dialah yang mengetahui hal itu. Akan tetapi, dia tidak pernah menyangka jika Xiao Liu sekali pun mengetahuinya. Sedangkan ayahnya, sudah pasti orang yang memberitahu tentang rahasianya kepada Xiao Liu.
Ayah Tao Hua tanpa ragu memberikan rahasia besarnya kepada Xiao Liu yang hanya sesosok penjaga yang wajib melindungi Tao Hua. Dari sini dapat diketahui betapa ayahnya sangat percaya terhadap Xiao Liu.
"Benar, aku mengetahuinya. Ayah Anda sendiri yang memberitahuku, guna untuk mencegah hal ini terjadi. Karena ayah Anda memerintahkanku untuk melindungi Anda, tidak akan kubiarkan Anda melakukannya," cetus Xiao Liu.
"Kau berani! Xiao Liu, ingatlah jika tuanmu saat ini adalah aku, bukan ayahku. Tidak ada satu pun orang yang bisa melarangku. Sekali pun itu kamu, kau tidak akan bisa melakukannya. Xiao Liu, sebelumnya kukatakan, jika kau terus melarangku melakukan ini dan itu, sebaiknya kau kembali. Aku sedang menikmati kebebasanku. Aku tidak perlu seorang pun untuk membatasinya. Termasuk menyelamatkan nyawa orang ini, itu adalah pilihanku. Kembali saja, jika keberadaanmu di sampingku hanya melarang kebebasanku," ucap Tao Hua dengan gentar, sembari menguatkan rahangnya dan memalingkan wajahnya dari Xiao Liu.
Andai Tao Hua mengetahui alasannya, dia pasti tak akan mengatakan kata-kata itu kepada Xiao Liu. Xiao Liu bukannya tak ingin pergi dari Tao Hua, tetapi karena dia tak bisa pergi jauh dari Tao Hua. Alasannya, karena Xiao Liu telah mengontrak perjanjian darah dengan Tao Hua secara paksa, sejak Tao Hua masih balita.
Pada mada pemburuannya, Xiao Liu ditinggalkan oleh ibunya di dalam gua sendirian. Ketika perintah perburuan monster roh telah dihapus, ayah Tao Hua menemukan Xiao Liu yang ditinggalkan di dalam gua sendirian.
Kemudian, ayah Tao Hua membawa Xiao Liu bersamanya. Ternyata, dunia luar telah berubah. Dunia yang awalnya terlihat cantik berseri, yang terlihat di mata Xiao Liu saat itu sangatlah kacau.
Faktanya, pada saat itu telah terjadi bencana besar yang menyapu habis daratan di China. Seperti yang diceritakan dalam Legenda yang beredar di masyarakat, Dunia Continent mendapat karma dari Dewa Monster roh yang tinggal di laut.
Dewa monster roh murka ketika mendengar kaumnya yang tinggal di daratan selalu diburu oleh manusia. Oleh sebab itu, dia mengguncang laut dan menyapu daratan Dunia Continent dalam sekali serangan.
Dalam sebuah Legenda, manusia hanya bisa berasumsi jika Dewa Monster adalah monster roh yang telah berumur lebih dari ratusan juta tahun. Oleh sebab itu, kehebatannya tak perlu diragukan lagi. Bahkan, alasan mendapat julukan Dewa Mosnter Roh yakni karena mereka berpikir bahwa selain Dewa, tak ada satu pun manusia di Dunia Continent yang berhasil menundukkannya.
Sedang, belum lama sebelum tragedi besar yang menyapu Dunia Continent terjadi, Ayah dan Ibu Xiao Liu telah dibunuh dan diserap energi kelereng spiritualnya oleh orang-orang dari balai roh pelindung. Namun, ada sedikit kejadian yang dianggap melenceng.
Diketahui jika saat itu petinggi yang bertugas di Pusat Balai roh pelindung menginginkan monster-monster roh yang dibuat oleh murid-murid Balai roh pelindung. Akan tetapi, para petinggi itu tak berhasil mendapatkannya, dikarenakan suatu alasan yang dikenang sebagai suatu hal yang tabu bagi para Master roh dan para murid balai roh pelindung.
"Hahaha, mereka sangat bodoh. Begitu mudahnya membodohi orang-orang yang bodoh ini. Mereka kira, aku akan berbagi energi spiritual dengan mereka, apa? Bodoh yang dipelihara. Lihatlah jika aku telah menyerap semua energi spiritual dari kelereng milik monster-monster roh ini. Akan kupastikan, takkan ada seorang pun di dunia ini yang bisa menyaingi kehebatanku. Hahahaha."