ICE & FIRE IMMORTALITY

ICE & FIRE IMMORTALITY
MONSTER ROH KONTRAK



"Xiao Liu, jika kau terus memintaku pergi, kenapa kau yang tidak pergi meninggalkanku sendiri dan biarkan para monster buas menerkamku di hutan ini? Lalu, katakan kepada Ayah kalau aku sudah mati," cetus Tao Hua.


Perkataan Tao Hua seketika membjat nyali Xiao Lou menciut. Xiao Liu adalah pelayan Tao Hua yang ditugaskan untuk menjaganya semenjak Tao Hua kecil. Ayahnya memercayakannya untuk terus berada di sisinya karena terlalu sibuk dengan urusannya.


"P-putri, bagaimana mungkin aku kembali? Aku tidak bisa kembali seperti itu. Tugasku adalah melindungi putri, meski harus mengorbankan nyawaku sendiri," cetusnya.


"Benarkah? Tapi kenapa aku merasa ... Tak ada sedikit pun ketulusan dalam dirimu. Jika kau tidak berniat melindungiku, maka tinggalkan saja. Aku tidak butuh seseorang yang tidak berpihak padaku. Aku hanya ingin hidup bebas karena bosan disembunyikan di tempat suram, seakan-akan ... Ayah malu karena memiliki diriku," cetusnya.


"Putri, Tuan tidak seperti yang kau bayangkan. Tuan hanya ... ."


"Cukup! Jika kau terus membela ayahku, aku tidak akan bicara padamu lagi," potongnya.


"Baiklah. Maaf, Putri. Tapi aku tidak bisa kembali jika kau tidak kembali. Jika kau memutuskan untuk pergi, maka aku juga akan menemanimu pergi," ujarnya. "Putri, aku mencium aroma tubuh manusia di sekitar sini," ujarnya seraya mengendus-endus di sekitar.


"Benarkah? Kalau begitu, baguslah. Haruskah kita mengikuti aromanya?" tanyanya dengan perasaan girang.


"Tidak, kita harus waspada. Putri baru mengibjakkan kaki di dunia luar. Anda tidak tahu betapa jahat dan liciknya para manusia. Kita harus tetap waspada dan siaga ketika bertemu dengan para manusia di dunia luar." Memperingatkan agar lebih berhati-hati.


Tao Hua mengernyitkan kedua alisnya sembari melipat kedua lengannya. Dia menatap pelayannya yang bernama Xiao Liu dengan tatapan tak biasa, seperti menyelidiki sesuatu dalam diri Xiao Liu.


Tatapan yang dia dapatkan dari Tao Hua, membuat Xiao Liu merasa tidak nyaman. Kemudian, ia pun berkata, "Putri, kenapa Anda melihatku dengan tatapan itu? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanyanya dengan gugup.


"Soal penampilanmu salah atau tidak, kau tidak perlu menanyakannya, karena setiap hari penampilanmu selalu salah. Untung kau bukan manusia sepertiku. Tapi, wujudmu juga manusia. Tapi penampilanmu ... Sudahlah. Untuk apa aku mengkhawatirkan soal penampilan. Toh tidak ada yang akan perduli juga di tengah hutan ini," ujarnya.


"Putri, kita harus lebih berhati-hati." Xiao Liu kembali mengingatkan agar Tao Hua agar berhati-hati tatkala dia mencium aroma tubuh manusia di sekitarnya.


"Mungkinkah ... Kau takut dengan manusia? Xiao Liu yang telah berumur ratusan tahu, takut dengan manusia? Yang benar saja. Kau menurunkan penilaianku menurut pandanganku sebelumnya," sindir Tao Hua.


"Tidak! Tidak mungkin aku takut dengan manusia yang lebih lemah dariku," cetusnya. "Hanya saja ... Manusia itu sangatlah jahat. Mereka licik dan manipulatif. Mereka hanya ingin mengambil keuntungan dari makhluk lain, tanpa memikirkan bahwa makhluk lain pun memiliki hak untuk bertahan hidup. Aku tidak takut dengan manusia. Aku hanya memiliki dendam dengan beberapa dari mereka," tuturnya.


Dia penasaran, tetapi lebih memutuskan untuk tidak menanyakannya, karena ia pikir jika ia akan membangkitkan ingatan tak menyenangkan yang pernah dialami oleh Xiao Liu.


"Ah, jadi begitu. Kau adalah pengikutku yang paling kuat. Kau sudah hidup lebih dari ratusan tahun, tentu saja kau bukanlah makhluk yang lemah," puji Tao Hua. "Namun, aku dan keluargaku juga manusia. Kenapa kau tidak membenci kami?" tanya Tao Hua.


"Itu karena ... ." Xiao Liu sengaja menggantung perkataannya, dan tak berniat untuk menuntaskannya.


Alasannya, karena Xiao Liu tak ingin Tao Hua terlalu banyak berpikir. Di samping itu, kejadiannya sudah lama berlalu. Xiao Liu telah perlahan-lahan menerima jalan hidupnya. Itulah yang disebut takdir, dan tak akan pernah bisa diubah denganmu lagi, karena Xiao Liu telah memutuskan untuk tak mengubah apa pun tentang takdirnya.


Xiao Liu adalah monster roh rubah berekor sembilan. Dia adalah monster roh langka yang paling dicari. Pada masa kecilnya, keluarganya dibunuh oleh para manusia dari balai roh pelindung yang masih memburu para monster roh dan membunuhnya, lalu mengeluarkan kelereng spiritual dalam tubuh, guna untuk meningkatkan kultivasinya.


Keluarga Xiao Liu adalah keluarga rubah berekor sembilan. Monster roh pun berkultivasi layaknya manusia. Kedua orangtua Xiao Liu telah berhasil menyempurnakan kultivasinya dan menumbuhkan sembilan ekor rubah. Sedangkan pada saat itu, Xiao Liu masih terlalu kecil dan baru menumbuhkan 3 ekor rubah.


Xiao Liu hidup tentram bersama dengan keluarganya di sebuah gua rubah. Kedua orangtuanya telah berumur ratusan tahun. Oleh sebab itu, keduanya bisa menerapkan wujud manusia. Karena memiliki wujud manusia lebih nyaman, kedua orangtua Xiao Liu memilih untuk hidup menjadi manusia dan juga memutuskan untuk tinggal di suatu Kota yang ditinggali oleh manusia.


Tentu saja kedua orangtuanya tidak akan meninggalkan Xiao Liu anaknya sendiri di hutan. Mereka membawa Xiao Liu dan menyembunyikannya setiap hari di tempat tinggal mereka yang bertempat di sebuah sebuah Kota yang bernama Chang'an.


Sayangnya, kebahagiaan dan ketentraman mereka tak berlangsung lama, tatkala salah seorang penduduk desa melihat Xiao Liu yang berwujud seekor rubah di dalam rumah kedua orangtuanya yang berwujud manusia. Karena ketakutan, salah seorang yang melihat Xiao Liu pun melaporkannya ke balai roh pelindung.


Pada masa itu, balai roh pelindung sangat girang tatkala mereka mendengar tentang keberadaan monster roh berwujud rubah yang tak lain adalah Xiao Liu. Oleh sebab itu, ia mengerahkan para murid balai roh pelindung untuk menyergap rumah tempat Xiao Liu tinggal.


Kabar itu cepat terdengar di telinga orangtua Xiao Liu. Mereka berdua tidak akan tinggal diam membiarkan para master roh dari balai roh pelindung melukai anaknya yang identitasnya telah terungkap.


"Kalian orang dari balai roh pelindung! Untuk apa kalian mengerahkan banyak murid balai roh pelindung yang menyerah rumah kami?! Tindakan kalian ini benar-benar tidak bermoral!" Ayah Xiao Liu berusaha melindungi Xiao Liu dengan maju terlebih dahulu.


Ketua balai roh pelindung pun maju untuk berbicara kepada ayah Xiao Liu, "Maaf karena kami bersikap tidak sopan. Namun, sebelumnya kami menerima laporan jika kalian menyembunyikan seekor monster roh di dalam rumah kalian? Para penduduk di sekitar merasa tidak tenang akan hal itu, Karena monster roh adalah makhluk yang mengancam keberadaan kami," cetusnya. Dia berbincang kepada ayah Xiao Liu, tentang seseorang yang melaporkan keberadaan Xiao Liu di dalam rumah tempat tinggalnya yang berada di Kota Chang'an.