ICE & FIRE IMMORTALITY

ICE & FIRE IMMORTALITY
BISIKAN BERPENGARUH



“Jangan terpengaruh dengan perkataannya. Dia hanyalah orang asing. Dia tidak mengerti apa yang kau rasakan. Dia hanya ingin kau berhenti memikirkan keluargamu dan menyerah atas kebangkitan mereka. Tidak ada gunanya. Kau hampir berhasil membangkitkan keluargamu. Jangan gagalkan usahamu hanya karena omong kosong dari orang asing sepertinya.” Roh jahat membisikkan godaan-godaan yang semakin menjerumuskan Xiao Fan.


Kata-kata yang dikatakan oleh Yi Cai sama sekali tak berpengaruh kepada Xiao Fan. Roh jahat telah merajai dan mengendalikan hati nurani Xiao Fan. Sepertinya, tak ada harapan untuk membangkitkan hati nurani Xiao Fan.


“Xiao Fan, bukankah itu namamu? Setidaknya, apa kau yakin dapat membangkitkan keluargamu? Apa kau yakin dapat mengembalikan masa lalumu? Tidak ada hal semacam itu, Xiao Fan. Seperti halnya kau yang senang menciptakan ilusi dengan kekuatanmu. Semua itu juga hanyalah ilusi yang kau cipatakan sendiri!” Yi Cai tetap tak menyerah untuk membangkitkan hati nurani Xiao Fan.


“Berhenti mempengaruhiku! Kau tidak mengerti apa yang kualami dan apa yang kurasakan!” sentak Xiao Fan.


“Xiao Fan, itulah mengapa aku menganggapmu menyedihkan. Kau sangat kasihan. Kau menganggap dirimu orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Padahal, masih banyak orang yang mengalami penderitaan lebih daripadamu. Kau memiliki keluarga dan mendapatkan kasih sayang mereka. Kau pikir, setelah kami mati, kami dapat menyampaikan pesan terakhir kami kepada keluarga kami? Tentu saja tidak. Karena kami juga tak memiliki keluarga sepertimu. Aku tidak pernah memiliki keluarga, bahkan tak tahu siapa orangtuaku,” tutur Yi Cai.


Xiao Fan menyipitkan kedua matanya. Ia termenung meresapi perkataan Yi Cai selama beberapa saat, sebelum energi roh jahat kembali mencuci hati nuraninya ke jalan kesesatan.


“Diam! Aku tidak kasihan. Aku tidak menyedihkan. Setiap orang memiliki cita-cita dan tujuannya masing-masing untuk mencapai kebahagiaannya. Dan tujuan kebahagiaanku adalah membangkitkan keluargaku kembali. Mereka tidak bisa mati seperti itu. Jika dikatakan mustahil dan tak ada satu pun yang berhasil melakukannya, maka akan kubuktikan bahwa aku adalah orang pertama yang akan berhasil,” cetusnya.


“Xiao Fa … .”


“Tutup mulutmu!” Xiao Fan menyerang Yi Cai dengan kuat, hingga Yi Cai terpelanting membentur dinding, hingga membuat bebatuan dinding itu hancur menindihnya.


“Arrrghhh.” Yi Cai mengerang kesakitan, sembari menyibukkan diri untuk menyingkirkan bebatuan yang mengubur setengah tubuhnya.


“Lihat! Kau tidak perlu repot-repot mengasihaniku. Di mataku, kau dan teman-temanmu yang paling menyedihkan. Kau bahkan tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri. Beraninya kau mengasihaniku!”


CETAAARRRR!!! Xiao Fan telah berubah menjadi makhkuk yang sangat mengerikan. Dia menghancurkan segala sesuatu yang berada di sekitarnya.


Sedangkan Yi Cai pun tak akan tinggal diam tanpa melakukan perlawanan. Ketika dia berhasil menyingkirkan yang menindih tubuhnya, ia pun bergegas bangkit.


‘Rencana pertama gagal. Sepertinya, memang benar. Tidak ada jalan untuk membangkitkan kembali hati nuraninya. Energi roh jahat telah mengaliri darahnya, hingga mencuci hati nuraninya. Tapi setidaknya, aku berhasil terlepas dari tali yang membelenggu tubuhku,’ batin Yi Cai.


“Kenapa? Ingin melawanku? Arogan sekali! Kau hanyalah kultivator bodoh yang berwajah buruk rupa. Benar begitu? Lihat! Hahaha. Kau bahkan lebih menyedihkan dariku. Kasihan sekali. Aku bahkan sempat heran, mengapa kedua kultivator hebat ini bersedia bertemanan dengan manusia buruk rupa sepertimu. Seharusnya mereka jijik!” cercanya tanpa tanggung.


Perkataan Xiao Fan sukses membangkitkan kemarahan dalam diri Yi Cai. Dia mengepalkan kedua telapak tangannya erat-erat.


Kini, ia tak lagi merasa rendah karena hinaan dari Xiao Fan. Akhirnya, dia tersadar dan mengerti dengan perkataan yang pernah dikatakan oleh Jia Rong. Hanya orang terhina yang menghinakan orang lain.


“Kau? Ingin menghentikanku? Bermimpi!”


Xiao Fan mengerahkan kekuatannya, hingga bebatuan di sekitarnya melayang. Sorot matanya berapi-api, telah bersiap untuk menghancurkan Yi Cai. Dia tak perduli lagi tentang menyerap darah Yi Cai untuk dijadikan persembahan.


“HIAAAATTTT!!!”


Bebatuan menyerang ke arah Yi Cai secara membabi buta. Mustahil bagi Yi Cai untuk melakukan perlawanan terhadapnya. Dia reflek menutupi wajahnya dengan lengannya, dan memasrahkan tentang segala sesuatu yang akan terjadi kepadanya. Namun, tiba-tiba saja bebatuan itu terhenti membentur tabir yang cukup kuat dan jatuh kehilangan energi spiritualnya.


“Apa itu?” gumam Xiao Fan.


Tepatnya, Yi Cai pun tidak mengerti dengan apa yang terjadi, tatkala dia menyingkirkan lengan yang menutupi wajahnya. Bebatuan yang menyerang ke arah Yi Cai dengan energi spiritual yang cukup kuat, kini menjadi bebatuan biasa ketika menabrak tabir berwarna biru yang melindungi Yi Cai.


Tabir biru itu mengkilat dan bergelombang, layaknya air yang mengalir tenang di sungai. Sejenak kemudian, akhirnya Yi Cai teringat bahwa dia memiliki kekuatan kristal air yang akan selalu melindunginya ketika dia berada dalam bahaya.


Yi Cai tidak mengerti cara menggunakan kristal air tersebut. Namun, ternyata dia tidak perlu mengerti. Kristal air akan automatis melindingi dirinya tatkala Yi Cai berada dalam bahaya. Kristal air membentuk tabir air yang cukup kuat untuk melindungi Yi Cai dari serangan bebatuan yang dilancarkan oleh Xiao Fan.


Bukan hanya dapat melindunginya saja, tetapi tabir air itu pun dapat mematikan kekuatan spiritual pada benda yang membenturnya.


“Tidak mungkin! Siapa kau? Bagaimana mungkin orang lemah sepertimu memiliki kekuatan langit. Siapa kau sebenarnya? Mungkinkah … kau reinkarnasi dirinya?” Xiao Fan sepenuhnya kehilangan kesadarannya.


Pada saat ini, energi roh jahat telah sepenuhnya mengendalikan tubuhnya. Hati nurani dan kesadaran akalnya telah dikunci di alam bawah sadarnya. Kini, energi roh jahatlah yang menguasai tubuh Xiao Fan.


Yi Cai semakin yakin jika kali ini dia dapat mengalahkan Xiao Fan dengan bantuan kekuatan kristal air. Namun, ada satu hal yang mengganjal di pikirannya. Ia tidak mengerti dengan kalimat terakhir yang dikatakan oleh Xiao Fan.


‘Reinkarnasi? Apa maksudnya?’ batin Yi Cai.


“Kebetulan sekali. Sepertinya, suku kita tidak akan pernah damai. Baik di alam langit, maupun Dunia Continent. Bertemu denganmu seperti ini, seolah kita mengadakan acara reuni. Bukankah kau juga berpikir demikian?” ujarnya.


Satu pun perkataannya tak dimengerti oleh Yi Cai. Ia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Xiao Fan. Tentang alam langit yang bersangkutan dengan Dunia Continent, hingga reuni sekalipun, ia benar-benar tak mengerti.


“Omong kosong apa yang kau bicarakan? Pertarungan kita belum selesai. Berhenti mengungkit sesuatu yang tidak berhubungan!” cetus Yi Cai.