
"Tidak, Ibu hanya mengkhawatirkan ayahmu. Dia sudah berjanji akan segera datang. Tapi, dia tak kunjung datang. Tidak tahu apa yang telah terjadi kepadanya. Ibu hanya bisa berharap dia baik-baik saja," tuturnya sembari menghapus airmata yang menyentuh pipi beningnya.
"Ibu, jangan menangis. Jika ibu menangis, Xiao Liu juga ikut sedih dan merasa bersalah. Ayah pasti akan segera datang, Bu. Ayah adalah pria sejati yang selalu menepati janjinya." Xiao Liu mencoba menghibur ibunya sebisa mungkin, meskipun dirinya tak kalah merasa sedih seperti ibunya.
Xiao Liu turun dari pangkuan ibunya, lalu berlari keluar gua. Ketika melihat Xiao Liu pergi, ibunya pun bergegas mengejarnya.
"Xiao Liu, mau pergi ke mana? Jangan keluar!" perintahnya karena ia khawatir jika saja ada utusan yang berusaha mengejarnya, dan melihat sosok Xiao Liu.
Tak ingin anaknya berada dalam bahaya, ibu Xiao Liu bergegas berlari menyusulnya. Ternyata, Xiao Liu tak pergi ke mana pun. Xiao Liu berhenti tepat di depan mulut gua, seraya menatap langit malam yang berubah kemerahan.
"Xiao Liu, kau mau pergi ke mana?" tanya ibunya.
"Ibu ...," panggilnya dengan nada lirih. Panggilan nada lirih Xiao Liu sontak mengarahkan pandangan ibunya ke arah langit-langit. "Ibu, apa terjadi sesuatu kepada Ayah? Kenapa aku merasa ada energi yang sangat kuat milik rubah berekor sembilan yang menyebar di sekitar hutan. Di sana! Langit menjadi kemerahan. Apakah mungkin ... ." Belum sempat Xiao Liu menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja ibunya memagari keliling Xiao Liu dengan formasi yang tak dapat ditembus olehnya.
Xiao Liu memberontak dan berusaha untuk menembus formasi yang memagari tubuh rubahnya. Akan tetapi, usahanya sia-sia. Formasi yang memagari tubuhnya bahkan lebih kuat dibandingkan kultivasi yang dia miliki.
"Ibu, lepaskan aku! Kenapa memagariku dengan formasi?!" protes Xiao Liu. Dia mencoba mencari tahu alasan ibunya memagari tubuhnya dengan formasi.
"Xiao Liu, Ibu tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ibu tidak percaya lagi dengan janji yang ayahmu katakan. Ibu harus segera menyusulnya!" cetusnya. Kemudian, ia mengirim Xiao Liu ke dalam gua agar tak ada siapa pun yang bisa menyentuhnya di luar.
"Ibu, jangan tinggalkan aku! Ibu, aku ikut bersamamu, Bu. Jangan tinggalkan aku!!!" Xiao Liu berteriak lantang, merengek agar ibunya membawanya bersamanya.
"Xiao Liu, maafkan Ibu. Ibu harus meninggalkanmu sendiri di sini. Ibu harus pergi menolong ayahmu. Dia pasti sedang kesulitan. Hanya dengan cara ini untuk memastikan kau tetap aman. Xiao Liu, ibu pergi," gumamnya.
Tidak menunda waktu lebih lama lagi, ibu Xiao Liu bergegas pergi meninggalkan Xiao Liu sendiri di dalam gua. Xiao Liu ditinggalkan sendirian, di samping ibunya yang berencana pergi ke Kota Chang'an untuk menolong ayahnya yang terganggu dan dinjaea di sel gembok suci yang berempat di pusat balai roh pelindung.
***
"Cari! Cepat cari! Jangan sampai kita melewatkan satu pun. Kita harus menangkap sisa-sia monster roh yang berani menyamar menjadi manusia. Berani sekali monster roh yang hina berperilaku seperti manusia!" perintah seorang ketua kedispilinan balai roh pelindung.
Mereka memerintahkan para murid balai roh pelindung untuk menemukan para monster yang menyamar menjadi manusia dan berbaur sebagai penduduk Kota Chang'an.
Balai roh pelindung menggunakan kekuatan batu Bima Sakti untuk mendeteksi energi spiritual dari kelereng spiritual yang dimilik oleh monster roh. Dengan cara itu, akan memudahkan para murid yang ditugaskan untuk mencari para monster roh yang menyamar di Kota Chang'an.
Dengan bantuan batu bima sakti, para murid balai roh pelindung akhirnya berhasil menangkap beberapa monster roh yang telah menyamar menjadi manusia. Dan beberapa yang tak berhasil tertangkap, bergegas melarikan diri dari Kota Chang'an dan kembali ke tempat semula mereka berasal.
Mosnter roh yang dapat menyamar menjadi seorang manusia adalah monster roh yang setidaknya telah berumur 500 tahun. Untuk menghadapi monster roh yang telah berumur ratusan tahun bukanlah hal yang mudah.
Tidak mudah bagi murid balai roh pelindung untuk menaklukkan para monster roh yang telah berkisar umur ratusan tahun. Oleh sebab itu, pantas saja jika mereka tak berhasil menangkap keseluruhan, hingga lads akhirnya banyak yang melarikan diri. Namun, tidak sedikit juga monster roh yang berhasil mereka tangkap.
Setelah dikiranya tak ada lagi monster roh yang menyamar sebagai manusia di Kota Chang'an, perburuan pun akhirnya dihentikan. Akhirnya, penduduk Kota pun bisa tentram damai setelah keributan-keributan yang terjadi antara pertarungan para murid balai roh pelindung, dengan para monster roh yang ada di Kota.
Hanya murid balai roh pelindung yang ditugaskan untuk melaksanakan perburuan. Sedangkan murid-murid sekte lebih memilih tak ikut campur tentang masalah yang berhubungan dengan balai roh pelindung.
Para kultivator yang berjalan di jalan pedang lebih memilih untuk hidup tenang, selagi mereka masih bisa hidup tenang. Mereka tak akan mengusik, jika mereka tak diusik terlebih dahulu. Berbeda dengan orang-orang balai roh pelindung yang pada masa itu selalu memburu para monster roh pelindung sebagai objek untuk meningkatkan kultivasi mereka.
"Kalian para manusia hina! Ingatlah, suatu hari nanti, Raja kami pasti tidak akan membiarkan hidup kalian tentram, sama halnya kalian yang selalu mengusik hidup kami dan membunuh tanpa ampun! Raja kami pasti akan melakukan hal sama!" cetus salah satu monster roh yang berhasil ditanya oleh murid-murid Balai roh pelindung.
"Daripada mengkhawatirkan bagaimana nasib kami selanjutnya, seharusnya kau khawatirkan nasibmu sendiri. Ah, benar. Raja yang kau agung-agungkan itu telah meninggalkan kalian. Dia tidak perduli dengan hidup kalian para monster roh. Jika dia perduli dengan kalian, dari awal dia pasti tidak akan membiarkan kalian mati mengenaskan di tangan kami para manusia!" balas salah seorang murid yang tak ingin kalah atas perkataannya.
"Raja tidak tahu, bukan berarti dia tidak ada dan mati. Raja pasti akan membalaskan dendam-dendam kami rakyatnya. Masa kehidupan kalian hanya menghitung waktu mundur!" cetusnya.
"Dasar monster roh banyak omong! Hei, apa kalian tidak merasa dia sangat menyebalkan? Apakah seharusnya kita membunuhnya saja di sini sekarang juga?" Meminta pendapat kepada teman-temannya.
"Tapi, Kepala balai roh pelindung telah memerintahkan kita untuk membawa semua yang berhasil kita tangkap ke dalam sel," batah temannya.
"Aishhh ... Kau ini memang terlalu lugu. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian setuju dengan pendapatku? Dengar ya, kita sebagai murid balai roh hanya diperalat oleh para petinggi-petinggi itu. Mereka mengeragkan seluruh murid balai roh pelindung dari berbagai cabang untuk menangkap monster roh ratusan tahun yang telah berubah wujud menjadi manusia sepertinya. Apa kalian tidak berpikir ... Setelah ini, apa kita akan mendapatkan bagian kekuatannya? Tidak, sudah pasti tidak. Para petinggi itu hanya meminjam tangan kita sebagai sarana pelatihan, sedangkan mereka seenak jidat menyerap kekuatan para monster roh ini tanpa berjuang menangkapnya seperti kita," ujarnya.