ICE & FIRE IMMORTALITY

ICE & FIRE IMMORTALITY
MUNCULNYA MONSTER ROH



“Hei, kau juga! Apa kau ketularan tololnya Jia Yun, atau memang tolol!” celetuk Jia Rong, mengumpat kepada Yi Cai.


Yi Cai terdiam, tak ingin memperkeruh suasana. Karena sepertinya, kali ini Jia Rong terkesan sedikit sensitif.


“Hei, Jia Yun! Pegang ini!” perintah Jia Rong kepada Jia Yun.


Jia Yun tak banyak bicara. Ia langsung saja mematuhi perintah dari Jia Rong. Jia Yun berdiri memegang kompas tersebut. Sedangkan Jia Rong berdiri di jarak sekitar 3 meter dari tempat Jia Yun berpijak.


Jia Rong memejamkan kedua matanya, memusatkan konsentrasinya agar bisa menerawang jauh dari seuah kompas penunjuk arah. Namun tiba-tiba …


“Jia Rong.” Panggilan Jia Yun membuyarkan fokus Jia Rong. “Jia Rong,” panggilnya sekali lagi.


“Aisshh,” desis Jia Rong kesal karena Jia Yun mengganggu konsentrasinya. Jia Rong pun terpaksa membuka mata untuk menanggapi panggilan dari Jia Yun. “Kenapa? Tidak bisakah kau membiarkanku fokus dengan kerjaanku?” protesnya.


“Lupakan tentang itu. Aku rasa … saat ini kau tidak boleh fokus,” ucap Jia Yun.


Perkataan Jia Yun sama sekali tak bisa dimengerti oleh Jia Rong. Jia Rong mengernyitkan kedua alisnya, sembari menyipitkan kedua matanya.


“Hei, Jia Yun! Apa maksudmu?” tanya Jia Rong.


“Jia Rong, di belakangmu,” ucap Jia Yun.


“Kenapa?” tanya Jia Rong yang tetap santai dengan dirinya sendiri.


“Awass!!!” Dengan sigap, secepat kilat Yi Cai mendorong tubuh Jia Rong menjauh dari tempatnya berpijak.


Sedangkan Jia Yun melemparkan kompas penunjuk arah miliknya, lalu bergegas menarik pedangnya. Jia Rong yang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mengaduh kesakitan karena punggungnya membentur keras di permukaan tanah.


Kala ia membuka mata, ia pun akhirnya mengerti dengan apa yang baru saja terjadi. Kedua matanya terbelalak, tatkala mendapati sesosok makhluk aneh berbadan besar menyerupai sapi hutan.


“Apa itu? Monster roh?” gumam Jia Rong, menebak monster yang tengah ditangani oleh Jia Yun saat ini.


“Hiattt!!!” Teriakan Jia Yun menggelegar, di samping pedang Bai Feng nya menjadi lawan monster roh berwujud sapi hutan itu.


Monster roh itu pun tak ingin mengalah tatkala menghadapi Jia Yun. Dia menyerang Jia Yun secara membabi buta, meskipun ia bukanlah monster babi yang memiliki mata buta. Melainkan, monster sapi hutan raksasa.


Pedang Hei Feng miliki Jia Rong pun turut berperang mengalahkan monster roh, bersama dengan Jia Yun yang juga menggunakan pedang Bai Feng miliknya. Sesuai dengan nama pedang pendekar kembar Jia Rong dan Jia Yun. Hei Feng dan Bai Feng. Hei yang berarti hitam, dan Bai yang berarti putih. Sedangkan Feng sudah pasti berartikan angin.


Sesuai dengan nama pedang milik Jia Rong yang bernama Hei Feng. Pedang miliknya dapat mengeluarkan kabut hitam yang melemahkan pandangan musuh. Sedangkan pedang milik Jia Rong yang bernama Bai Feng, dapat menghasilkan angin yang cukup kuat untuk mengunci musuh agar sulit mengatur keseimbangan tubuhnya. Jika dipasangkan, keduanya dapat bekerjasama dengan kompak.


Di samping Jia Rong yang mulanya menggagalkan fokus musuh, hingga munculnya Jia Yun yang menyerang musuh dengan kekuatan pusaran angin miliknya. Itulah mengapa, keduanya menjadi kembar ternama yang terkenal di dunia Jianghu tentang keterampilan pedangnya.


“Mati kau!!!” teriak Jia Yun dengan lantang.


“Hiattt!!!”


Monster roh mulai kehilangan fokus dan keseimbangan tubuhnya. Yi Cai pun tak ingin tinggal diam sebatas menjadi penonton pertandingan, tanpa membantu apa pun.


Yi Cai bergegas bergabung dalam pertarungan antara mereka. Ia pun turut menarik pedangnya, di samping Jia Rong dan Jia Yun yang masih berfokus melemahkan monster roh, Yi Cai menusukkan pedangnya ke inti bagian vital monster roh tersebut, hingga monster roh berwujud sapi hutan itu berteriak kesakitan.


Hingga akhirnya, nasib tragis pun menjemputnya. Monster roh itu mati di tangan ketiga pemuda yang saling bekerjasama untuk mengalahkannya. Ketika monster roh itu sekarat sebelum berubah menjadi abu, ia mengeluarkan sebuah benda berbentuk seperti kelereng dari mulutnya.


Benda yang berbentuk kelereng itu berwarna merah. Ketiga pemuda itu hanya memperhatikan kelereng berwarna merah yang keluar dari tubuh monster roh, perlahan melayang di udara.


“Kelereng spiritual merah. Dia adalah monster roh tingkat 4,” ungkap Jia Rong.


“Monster roh tingkat 4? Apa itu artinya, ada monster yang yang berada di tingkat atasnya lagi?” tanya Yi Cai.


“Tentu saja. Monster roh juga memilik level tertentu. Untuk monster roh tingkat pertama, kelereng di tubuhnya berwarna putih. Untuk monster roh level kedua, kelereng spiritual berwarna kuning. Monster roh level tiga, kelereng spiritual berwarna jingga. Monster roh level 4, kelereng spritual berwana merah, Monster roh level 5, kelereng spiritual berwana biru. Monster roh level 6, kelereng spiritual berwana ungu. Yang terakhir, monster roh level 7, kelereng spiritual berwarna hitam,” jelas Jia Rong secara terperinci.


“Wah. Jadi, selain master roh, juga ada monster roh beserta tingkatannya.” Yi Cai akhirnya mendapatkan pengetahuan yang belum pernah diketahuinya.


“Tepat sekali. Ada 7 tingkatan monster roh, berdasarkan umur mereka masing-masing. Hanya monster roh yang telah berumur jutaan tahun yang memiliki kelereng spiritual berwarna hitam. Dulu, para master roh menggunakan para monster roh ini untuk berkultivasi. Para master roh meningkatkan kekuatan mereka dengan membunuh para monster roh untuk mencuri kelereng spiritual dalam tubuh mereka. Namun, keberadaan monster roh kian punah, karena ulah master roh yang semena-mena dengan keserakahannya. Raja monster roh yang telah berumur jutaan tahun, murka tatkala mendengar kabar ini. Kediaman Raja monster roh berada di laut. Karena kemarahannya, ia pun mengguncang seisi laut dan menyapu habis daratan Dunia Continent. Pada masa itu, Dunia Continent sangat kacau. Kemudian, para manusia memeberikan sesembahan kepada Raja Monster roh untuk menenangkannya. Mereka pun berjanji jika mereka tidak akan membunuh para monster roh yang tinggal di daratan, semata untuk meningkatkan kekuatan,” Jia Rong menceritakan tentang sejarah yang cukup panjang kepada Yi Cai.


Yi Cai mendengarkan cerita Jia Rong secara seksama. Sebelumnya, ia tidak tahu tentang monster roh dan master roh, beserta sejarahnya. Berkat pertemuannya dengan Jia Rong dan Jia Yun, akhirnya dia mendapat pengetahuan tentang sejarah yang tak pernah diajarkan oleh orang lain kepadanya.


“Segala hal di dunia ini pasti terdapat cerita yang beragam. Cerita ini terlalu lokal untuk diketahui oleh penduduk daratan tengah. Kau tidak mengetahui apa pun. Apa sebelumnya, kau hidup di hutan?” tanya Jia Yun.