I Want to Be Loved

I Want to Be Loved
teman



"risa, jadilah pacarku" ucap john pada marissa yang sedang memeluknya itu. marissapun terkejut dan menjawab "ha..hah?!! apa??"


john tersenyum sekilas lalu melepaskan pelukannya dari marissa lalu keluar ruangan sambil tersenyum dan berkata "kutunggu jawabanmu"



deg....deg....deg...


suara jantung marissa. "a.. apa?! aku berdebar debar?! ga mungkin! aku tidak mungkin suka pada john!"



*keesokan harinya*



dipapan informasi sekolah, terdapat nama anggi yang di skors dari sekolah selama 3 hari karena ketahuan mengatai seorang wanita (marissa) sebagai *******.



marissa pun terkejut dan langsung menyadari bahwa wanita itu adalah dirinya sendiri. namun, kenapa orang orang bisa tau? padahal, ia tidak pernah menceritakannya pada siapapun



tiba tiba, john datang dari belakang dan memeluk marissa dari belakang


"udah puas?" tanya john. sontak, seluruh siswa lainnya yang ada disekliling mereka terkejut dan malah berpikiran negatif akibat perkataan john.



"uh.. john, lepasin! orang orang melihat kita!" bisik marissa


"hu? apa? aku ga dengar" jawab john



marissa menyadari bahwa john sebenarnya menyadari perkataannya. tapi ia berpura pura tidak tau agar semua orang melihat mereka.


"menjijikan" bisik marissa yang membuat john merasa langsung sakit hati



"apa.. maksudmu?" tanya john


"aku tidak suka orang lain selain ibuku memelukku." jawab marissa



john pun langsung tercengang dan berkata "okei.. maafkan aku. aku tidak tau kamu begitu sensitif."


marissa tetap merasa marah. mungkin dia sedang pms (masa dimana wanita berubah mood terus)


marissa langsung berlari kabur dari john.




disela sela marissa menangis, tiba tiba datang kevin. kevin merasa kasihan melihat marissa menangis. ia pun mendatangi marissa dan bertanya mengapa Ia menangis. marissa langsung menjelaskan apa yang dilakukan john tadi dan masalah ia tidak memiliki teman dan malah mendapatkan musuh.



kevin menjawab "kan, ada aku sebagai temanmu?"


marissa pun terkejut dengan perkataan kevin


"hah... marissa... kamu itu istimewa lho. kalau tidak, mengapa john mau berteman sama kamu? lagian, musuh dan orang yang tidak suka pada kita itu selalu ada ditiap manusia" kata kevin.



marissa pun makin tidak sedih lagi dan malah menjadi marah "DASAR JOHN BRENGSEK!" teriak marissa


"kok malah ngatain john??? kasian tau. dia sampai membuat anggi diskors. harusnya kamu berterimakasih" kata kevin.



marissa pun terkejut. "hah..?" benarkah john membuat anggi di skors dari sekolah? kenapa? bagaimana caranya? aku tidak percaya. pikir marissa



"kamu gak percaya sama aku kan?" tanya kevin


marissa terkejut dan berpikir kevin bisa membaca pikiran orang kah?


kevin tersenyum dan berkata "kalau tidak percaya, coba tanya aj sama dia nya? tuh anaknya di belakang"



john pun keluar dari belakang semak semak daun dan rumput. ternyata, john dari tadi menguping pembicaraan mereka. ia keluar karena merasa ia sudah ketahuan oleh kevin



"uh.. maaf risa." kata kevin


marissa terkejut dan malah marah "huu ga baik menguping pembicaraan orang lain, lho!"


"hehe.. maaf ya. lagian, kamu berlari kabur gitu. aku jadi gak berani mengejarmu." jawab john



tiba tiba, marissa menutup mulut john "sst jangan minta maaf. harusnya, aku yg minta maaf. maaf udah ngatain kamu menjijikan" kata marissa.



tiba tiba, semua tertawa.


"terimakasih teman teman." kata marissa dalam hati 😢😊