
seorang petugas kebersihan itu tidak melihat ada orang ditaman itu (marissa dan lelaki itu bersembunyi di belakang dinding taman)
karena tidak melihat ada orang lain selain dirinya, petugas itu langsung kembali.
"ehm..kak. bisa kau lepaskan tanganku?" kata marissa kepada lelaki itu karena lelaki itu telah memegang tangan marissa terus agar marissa tidak meronta ronta berisik.
"panggil aku anggi. kita satu angkatan,lho. aku bukan kakakmu!" jawab lelaki itu sambil melepaskan tangannya dari marissa
setelag itu, marissa berlari kembali kekelasnya. dan dimarahi oleh guru karena datang terlambat. marissapun dihukum didepan kelas sambil mengangkat tangan dan berdiri
tiba tiba ada lelaki datang dari pojok koridor. dan ternyata itu adalah john.
"apa yang kau lakukan? kemana saja kau tadi" kata john kepada marissa
"ehm..ada dah. lo ngapain disini?" tanya marissa
"gue ketoilet." jawab john. lalu tiba tiba john memegang dagu marissa dan mendekatkan mukanya sambil berkata "oh begini? udah berani manggil lo gue ke gue? udh ga pake kakak atau aku?"
"humph....! apasih john!" teriak marissa
"aku lelakimu. aku yang harusnya kau dengar!" teriak balik john.
mendengar hal itu, marissa menjadi kaget. namun, karena mereka berdua berteriak, guru pun datang karena mengira terjadi sesuatu. karena takut dengan guru, john langsung kabur.
kaburnya john, membuat marissa seketika tersenyum lucu.
"mengapa lelaki seperti dia menyukai perempuan sepertiku?" pikir marissa.
*istirahat kedua*
marissa tanpa sengaja bertemu anggi. lelaki menyebalkan yang menggoda dia ditaman belakang sampai membuat marissa terlambat masuk kelas
"kenapa ya gua dipanggil sm pelacur?" tnya anggi.
"WOI! GUE BUKAN PELACUR INGAT ITU !! GARA GARA LO GUA TELAT MASUK KELAS! GUA BENCI LO!" marah marissa
"lah apa urusannya sama gua lu dihukum atau gak? by the way, lu kan emang pelacur. gua anak baru disini mendengar bahwa wanita yang biasa biasa saja ini dekat dengan john lelaki terganteng di angkatan SMA dan kevin stylist make up ternama. apa lagi kalau bukan pelacur?" jawab kevin.
omongan kevin tersebut membuat marissa tersinggung dan marah. "dasar brengsek!" teriak marissa.
"gua paling benci wanita wanita pelacur kayak lo. jauh jauh dari gua. bye" jawab kevin lalu kevinpun pergi meninggalkan marissa.
marissa yang sakit hati dikatain pelacur oleh anggi, memilih untuk pergi ke ruang band di belakang sekolahnya karena ruang band pada jam istirahat ke 2 selalu sepi.
di ruang band, ia menangis lalu tiba tiba terdengar suara senar gitar dari bawah meja. ternyata, ada john yang sedari dari tadi mengintip marissa menangis.
john langsung menghampiri marissa lalu memeluknya. dan marissa berkata "apa salah aku jelek? apa aku terlihat seperti itu dimata orang orang...??? huhu"
"ada apa sih, ris? siapa yang telag membuatmu menangis?!" marah john. john mendekatkan mulutnya ke telinga marissa dan membisikkan suatu kalimat pada marissa "kau wanitaku. tidak ada yang boleh menyakitimu"
mendengar hal itu, marissa berdebar debar dan langsung melepaskan pelukan john. "ehm.. aku tidak apa apa. aku hanya dikatain pelacur. mungkin memang benar karena ibuku juga pelacur. makanya aku dianggab pelacur. hahaha" jawab marissa sambil berpura pura tertawa.
"pelacur?" tanya john.
"ibuku menikah dengan orang yang 3 tahun telah dia tinggalu dulu. dan orang itu adalah ayahku. sekarang, ibuku menikah lagi dengan seorang om om yang memiliki anak tiri. yaitu adikku yang dulu sempat menggodamu" kata marissa pada john
serontak, john kaget. namun john tetap memeluk marissa dan berkata "terimakasih telah berkata jujur padaku. selanjutnya, ceritakan semua masalahmu padaku. aku akan selalu ada untukkmu."