I Want to Be Loved

I Want to Be Loved
pertemuan pertama



*keesokan harinya*



marissa tidak berani menatap ataupun menyapa john semenjak pengakuan john kemarin.


semenjak pengakuan john, marissa mulai berpikir "aku tidak cocok untuk berada disampi g nya. aku tidak secantik dan semenarik teman teman lain.



(setelah berpikir demikian, marissa menjadi galau dan dia pergi ke taman belakang sekolah saat istirahat untuk bisa berpikir jernih dan menghindari john.)



saat sampai ditaman, ia melihat sebuah lelaki tidur di bawah pohon ditaman tersebut. marissa tetap berpikir "tidak apa apa. aku tidak akan membangunkannya. aku akan jaga jarak dari lokasi dia tidur. agar aku tidak membangunkannya."



saat sedang duduk di taman, marissa malah tertidur. lelaki di dekat pohon tersebut bangun karena mendengar dengkuran keras marissa. lelaki tersebut pun malah mendekati marissa yg tertidur sambil tertawa.


lalu ia menggeser rambut marissa yang menutupi mukanya. "cantik" kata sang lelaki.



tiba tiba, John datang dan tanpa sengaja melihat mereka berdua (marissa dan lelaki tersebut) John salah paham. ia berpikir bahwa marissa memiliki lelaki lain. john pun langsung pergi dari tempat tersebut dengan kecewa.


padahal john selalu mencari marissa karena berpikir marissa marah dengannya karena marissa selalu menghindari John



lalu tiba tiba marissa terbangun dan kaget karena seorang lelaki yang sedang tidur dibawah pohon besar tadi sedang menatapnya.




"hai. siapa kamu?" tanya lelaki itu.



"sa..saya marissa .. kak.." jawab malu marissa karena berpikir lelaki tersebut telah melihat wajah tidur marissa yang jelek



"hai marissa. aku kevin. salam kenal. kamu lucu deh, hahahah"



"ih kak jangan meledekku. aku tau aku jelek hehe" jawab marissa



"hmm.. kamu tidak jelek. kamu hanya tidak memiliki bulu mata, alis mu tipis, kulitmu kusam. kamu kurus lho! apa lagi, lucu, dan bibir mu uni..."



"kak, stoopppp!!! udahh donggg" teriak malu marissa




"ha..hah?!?!?!!! a..aku ga.. ga bisa kak! kita masih sma!! tidak layak jika melakukan hal ituu!!" gelisah marissa.



"hah? apa maksud mu? kamu benar benar tidak tau aku siapa? baiklah. akan ku beritahu sekarang."


kevin mendekatkan mukanya ke marissa. seketika marissa pun gugup. marissa tidak bisa mundur atau menghindar karena tangan kevin menutup kanan dan kiri marissa. kevin pun berkata di telinga marissa "aku seorang PRO make up."



marissa kaget. lalu berkata "hah? pro make up itu... yang suka make up in model model itu kan? jangan jangan kakak itu... ANDREAS KEVIN MUJONTO SANG PRO MAKE UP SE-ASIA?!"



"hehe. rahasiakan ya. ini alamat rumahku. kalau kamu ingin cantik, datang saja ke sini." kata kevin sambil menyerahkan selembar surat berisi alamat rumahnya



"ho.... OKE KAK!" tegas marissa.


kevin pun pergi sambil menengok kebelakang dan berkata "sampai jumpa"


dada marissa berdegup begitu kencang. ia tidak tau karena apa hatinya begini. entah karena gugup atas perlakuan kevin barusan, atau gugup bertemu kevin selanjutnya, atau... cinta?



TING...TONG...



bel istirahat berbunyi tanda istirahat telah selesai. marissa pun langsung berlari menuju kelasnya.


di perjalanan saat berlari, marissa tanpa sengaja menabrak john. dan john langsung memalingkan muka dengan kesal.


marissa bingung dengan sikap john. ia pun bertanya "kenapa kamu?"



john pun menjawab "sudah berani berbicara padaku dengan formal? tidak memanggil kakak lagi? apa arti diriku untuk mu ?!"



john langsung pergi dengan muka juteknya.



marissa kaget dan ter bengong dijalan.