
"KAK.. KAK KEVIN!! BERHENTI MENDEKAT!" teriak marissa yang membuat john tiba tiba terbangun lalu langsung menarik kerah baju kevin dan memukul tepat di pipi kanan kevin
"auch!! hey, ayolah risa , john. aku hanya ingin mengambil remot ac di belakang risa. reaksi kalian berlebihan" balas kevin.
john menjawab dengan marah "ALASAN! AKU MENDENGAR KAU MENYURUH MARISSA MEMBUKA BAJUNYA DIKALA AKU SEDANG TIDUR! KAU INGIN MENGAMBIL KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN BKN?!"
"kak john! sudah sudah! lagi pula memang benar di belakangku ada remot ac kok. aku aja yang salah paham." bela marissa
"oh. oke. kamu membelanya? baik. kamu cocok dengannya." jawab john dengan ekspresi datar seolah olah dia kehilangan harapan untuk mendekati marissa lagi. lalu, johnpun langsung keluar dari rumah kevin tersebut karena terlanjur marah dengan marissa yang membela kevin sedangkan john merasa kevin ingin memperkosa marissa. memang benar, john salah paham. sebenarnya, kevin hanya ingin mengambil remot ac dibelakang marissa
"biarkan saja john. memang aneh tingkah dia. oh y, kak... anu.. maksud kakak buka baju tadi apa ya?" celetuk marissa
"oalah.. maksud aku, ke sesi kedua risa. sesi kedua itu aku bermaksud mau mencari baju yang cocok dan indah untukmu." jawab kevin
"oh begitu kak. hampir aja aku nampar kakak lho tadi! hahaha maaf ya kak! eh by the way, emang kakak tau ukuran bajuku?" celetuk marissa lagi
"orang kaya itu punya cara mereka sendiri untuk menyelidiki sesuatu ris." jawab kevin dengan muka tertawa senyum
kevin pun langsung menyuruh pelayan membawakam baju yang sempat kevin beli kemarin untuk dicoba oleh marissa. marissa terkejut dan langsung mencoba baju baju tersebut. ia sempat melihat merek baju dan harga baju itu. ternyata, itu bukan sembarang baju! harga baju itu, harga satu minggu jatah makan marissa! marissa sungguh kaget dan tak sabar ingin berselfie mengenakan baju cantik itu. karena ia tidak pernah memakai baju mewah seperti itu (biasa lah ya guys. wanita itu suka selfie)
kevin melihat marissa keluar dari toilet dan melihatnya sungguh cantik! dari wajahnya yang biasa biasa saja, sekarang menjadi sangat cerah! meski wajahnya marissa biasa biasa saja, tapi kulit marissa sangat halus dan putih. kaki marissa juga panjang dan ia memiliki tubuh yang langsing.
semenjak marissa keluar masuk menunjukkan pakaiannya, kevin berpikir "mungkin saja john menyukai risa. bagaimana ini? aku juga menyukai risa. aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. aku merasa risa sangatlah special"
setelah selesai mencoba coba baju, risa keluar dari toilet lalu mengembalikan baju baju yang telah ia pakai tersebut dengan muka murung
"hah?! baju ini emang buat aku kak???" bingung marissa sampai ia berani bertanya seperti itu
"iya lah. ngapain aku simpan baju perempuan. haha! dasar lucu. pelayan, bungkus semua baju baji ini. biarkan risa membawanya pulang" teriak kevin
"baik tuan!" jawab sang pelayan
karena merasa sangat senang, marissa memeluk kevin sampai ia tidak peduli siapa yang ia peluk. ia hanya merasa bahagia akhirnya memiliki baju semewah itu.
"makasih kak!!!" ucap marissa yang tanpa sadar mengenai kuping kevin
"ehm risa. aku ini lelaki lho" ucap kevin
"iya aku tau kak! terus kenapa?" jawab marissa yang masih dalam keadaan 'memeluk kevin'
"kalau kamu memelukku seperti ini, aku bisa menerkammu kapan saja." ucap kevin
lalu marissa melepaskan pelukannya dan berkata "maksud kakak?"
sekarang, mereka berdua dalam keadaan saling menatap. dan salah satu di antara mereka ada yang 'berdebar'