
dalam keadaan seperti ini, marissa tidak tau apa yang harus dia lakukan. marissa dan kevin sama sama gugup dan marissa menyadari bahwa yang barusan ia peluk adalah "lelaki"
"ehm kak.. maaf ya aku tiba tiba meluk kakak" kata marissa yang ingin memecah keheningan diantara mereka
"oh iya tidak apa apa haha. asal jangan lakukan itu pada lelaki lain ya. untung kamu meluk nya ke aku. coba kalau ke lelaki lain? kamu bisa di terkam oleh mereka." jawab kevin
"haha.. iya kak. aku percaya sama kakak. lagian kakak juga ga mungkin bisa melakukan hal itu kan. hahah" marissa mulai bercanda dan kata katanya itu menyinggung kevin. lalu kevin pun menjawab "aku tidak bisa? oke. mari kita lihat apa aku bisa atau tidak"
lalu tiba tiba kevin mendekatkan kepalanya kepada marissa dan mencium kening, pipi marissa. karena shock, marissa hanya terdiam. meskipun ingin melawan, kevin memegang kedua tangan marissa dengan sangat kuat.
lalu kevinpun mendekatkan wajahnya pada marissa lalu bersiap mencium bibir marissa. karena malu dan tidak ingin diperlakukan seperti itu, marissa berkata "in..ini tidak seperti kak kevin yg kukenal..!!"
mendengar hal itu, kevin langsung tersadar dan langsung menjauhkan mukanya dari marissa.
"ma..maaf risa!" jawab kevin
"kak.. huhu.. aku tidak suka orang lain menciumku sembarangan kecuali orang yang kucintai!" marah marissa.
"kalau begitu, aku akan membuatmu merasa bahwa aku adalah orang yg kamu cintai" jawab kevin.
"tuan, anda dipanggil oleh nyonya dan tuan" kata seorang pelayan
"baikhlah. aku akan segera kesana. tolong kau antarkan risa pulang" jawab kevin
"baik tuan" jawab pelayan tersebut.
*keesokan harinya*
"HOAMMMM...ngantuk sekali. kemarin aku tidak tidur karena kata kata kevin kemarin." gumam marissa.
"ada apa memanggillku?" jawab kevin yang ternyata dari tadi mengikuti marissa
"kak! kaget aku!!" marissa berteriak
lalu john tiba tiba datang dan berkata
lalu kevin dan marissa shock melihat john. mereka kira john sedang marah dengan kevin karena kejadian kemarin di rumah kevin.
"apa? kamu pikir aku akan meninggalkan narissa begitu saja dan membiarkan mu mendekatinya?" tanya john kepada kevin. lalu kevinpun menjawab "oke oke tenang. aku tau kamu menyukai risa. dan aku juga begitu. kita bersaing secara adil saja.aku tidak ingin ada pertengkaran. biarlah risa yang memikih pasangannya kelak"
"HEY!!! SUDAH SUDAH!! ini didepan sekolah tau. banyak murid! aku tidak peduli dengan kalian ingin suka aku atau tidak! yang aku tau, aku ingin fokus belajar dan tidak ingin dibicarakan oleh orang orang disekitarku!" marah marissa kepada kevin dan john. marissa pun pergi meninggalkan john dan kevin.
"huh!karena mereka, aku tidak punya teman sampai sekarang! lagipula... aku tidak cantik. aku juga tidak sebaik perempuan lain." gumam marissa di belakang taman sekolah. marissa ber- galau di taman belakang sekolah tersebut karena sepi. saat ia sedang ber-galau, ia mengantuk karena tidak tidur semalam. akhirnya, ia ketiduran.
*1 jam kemudian*
marissa terbangun di kaki seorang lelaki tampan yang tidak ia kenal. lalu tanpa sadar ia berteriak.
"AH!!!!!! SI.. SIAPA KAUU!? dasar cabul!!"
"aku yang harusnya bertanya siapa kau. saat aku datang, aku melihatmu lalu aku mendatangimu. tiba tiba kamu menarikku dan menjadikanku bantal mu! lihat sudah jam berapa ini?!" jawab seorang lelaki tersebut
"hah?! jam... ASTAGA!!! SUDAH LEWAT 40 MENIT WAKTU MASUK BEL ISTIRAHAT SEKOLAH!!" teriak marissa karena kaget.
karena suara berisik marissa, ia membuat petugas kebersihan datang ketaman belakang sekolah tsrsebut.
lalu seorang lelaki itu menarik marissa ke belakang dinding yang sempit untuk bersembunyi.
lelaki itu menutup mulut marissa dan memegang erat tangan marissa agar marissa tidak salah goyang dan berisik.
"hmphh!.. lepaskan akuu" suara bisik marissa
"diam kau wanita! atau aku akan membuka pakaianmu disini!" bisik seorang lelaki itu.
karena perkataan lelaki itu membuat marissa shock, ia pun menurutinya dan diam.