I Want to Be Loved

I Want to Be Loved
salah paham



"padahal aku kan hanya bertanya apa dia menjual tubuh nya ke kevin. aku hanya bertanya seperti itu kenapa dia marah? lagi pula dia dan kevin berbicara tentang pergi kerumahnya! bagaimana aku tidak salah paham?!" pikir panjang john




*keesokan harinya, disekola pagi hari*




john melihat kevin dan marissa sedang berduaan lalu ia pun kesal dan langsung menarik tangan marissa lalu membawanya pergi



"lepas kan aku dasar buaya darat!!" teriak marissa. john pun merasa tersindir dan menjawab "apa aku terlihat seperti itu dimatamu?" john pun langsung melepaskan tangan marissa yang awal ny ia genggam lalu pergi menjauh.


entah kenapa, marissa merasa seperti ia seakan menyesal akan perkataannya tadi yang seakan akan mengatai john adalah lelaki mesum




sepanjang pelajaran, john memikirkan marissa yang akan pergi ke rumah kevin "apa aku harus mengikutinya? , apa aku ajak dia ke mall saja agar dia tidak jadi pergi? apa aku menghajar kevin?" pikir john




*saat pulang sekolah*



"hay kevin!" sapa marissa


"hay risa" sapa balik kevin


"hei whats up?" sapa john


"baik baik aja k..... lah ?!!!! john! ngapain sih?!!" teriak marissa


"aku ingin ikut kamu ke rumah kevin. sekalian aku ingin belajar make up oleh nya. boleh kan, vin? aku penggemar mu lhoo. kamu sungguh hebat dalam make up! sungguh benar benar stylist yg berbakat!" puji john



karena merasa terpuji oleh pujian john, kevin pun mengiyakan tawaran john dengan membiarkan john datang ke rumahnya dengan harapan john bisa menjadi teman lelaki pertamanya karena sampai saat ini kevin belum mempunyai teman laki laki karena sibuk bekerja sebagai stylist.



"kevin?! knp kau membiarkan dia ikut sih! ih ogah banget deh!" marah marissa


"tidak apa apa lah ris. dia juga teman mu ini kan? apa salah nya? makin ramai makin asyik kan." jawab kevin sambil memegang naik dagu marissa



karena ulah kevin menaikkan dagu marissa, marissa kaget dan berdebar. merasa panas melihat hal itu, john langsung menggandeng tangan kevin dan membawa kevin pergi agak depan dan marissa di belakang mereka.




"UWAWW... BESAR SEKALI RUMAHNYA! memang orang kaya itu beda!" pikir marissa dan john



"silakan ke kamarku" pinta kevin


"eits.. ngapain kekamar? kan bisa make up di ruang tamu" curiga john


"aku tidak ingin kamu ditakuti oleh anjing anjingku" jawab kevin


"tapi mohon maaf akh tidak takut anjing. terutama yang sepertimu" hina john


tapi sayang sekali, kevin tidak merasa terhina sama sekali.


"HEH SUDAH KALIAN! AYO MULAI" marah marissa



*ber make up*


mereka bermake up dengan sangat ceria. apa lagi john. ia yang selalu merusak make up kevin. namun kevin tidak peduli. kevin bisa membelinya lagi dan hanya mengganggabnya sebagai lelucon john. marissa merasa terganggu dengan kehadiran john



"oke selesai.. tatap cermin ini deh, risa!" kata kevin


marisaa pun melihat ke cermin dan.. WAW!


"terimakasih kevin! muka asliku tidak hilang dan make up ini membuat kulitku seakan akan glowing cerah dan lembut! aku kira kamu tidak se hebat ini. maaf jika aku mengira make up mu hanya seperti make up tebal yanh super duper jelek itu!" berisik marissa.



"aduh risa.. tidak usah bilang... aku jadi merasa terhina nih! tapi bagus kan?" jawab kevin



lalu mereka berdua tertawa bersama sementara john tertidur karena menunggu terlalu lama kevin menghias wajah marissa.



"oke, skrg kita ke sesi kedua. buka bajumu!" pinta kevin


"a... apa?!! kevin! ada john! ini tidak lucu oke.. aku akan membayarmu tapi tidak seperti itu!!" marissa pun menjadi takut karena kata kata ambigu kevin



kevin langsung mendekati marissa lalu.....