I HOPE: The Road to Happiness

I HOPE: The Road to Happiness
Perfect



Now Playing : Perfect - Ed Sheeran


🌈🌈🌈


Ini untuk pertama kalinya bagi Langit setelah sekian lama. Rasanya ada yang spesial untuk kali ini. Malam ini semua akan berakhir dengan bahagia. Seperti inginnya. Langit menarik nafas pelan dan mulai memainkan tuts piano dengan nada yang sangat indah. Hiasan lampu-lampu di taman luas itu membuat suasana semakin romantis. Hingga tepuk tangan riuh mulai terdengar.


Yura-- Bunda Langit, terlihat bahagia melihat anaknya tersenyum bahagia. Sudah lama Yura tidak melihat wajah Langit secerah ini. Bahkan Langit tak henti-hentinya menebar senyum.


Yura bahagia, sudah cukup beberapa tahun ini melihat Langit tersiksa karena kehilangan cintanya. Malam ini semua kembali. Waktu menyatukan mereka.


Yuda-- Ayah Langit. Berjalan mendekati Yura dan merangkulnya mesra. Ingatan masa muda mereka membuat keduanya tersenyum hangat.


Tak ada kebahagiaan yang sempurna dari orang tua selain melihat anaknya bahagia.


Sementara Agel berdiri menghadap ke arah panggung yang berisikan Langit dan sebuah piano putih dengan sorotan cahaya yang mengarah ke arah Langit saja.


Agel mengumpat melihat penampilan Langit malam ini yang menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan rambut yang tertata rapi.


I found a love for me


(Aku temukan cintaku)


Darling, just dive right in and follow my lead


(Kasih, cukup selami dan ikuti aku)


Well, I found a girl, beautiful and sweet


(Ya, ku temukan seorang gadis, cantik dan manis)


Oh, I never knew you were the someone waiting for me


(Oh, ku tak pernah tahu bahwa kau menantiku)


'Cause we were just kids when we fell in love


(Karena kita masih anak2 saat kita jatuh cinta)


Not knowing what it was


(Tak mengerti apa-apa)


I will not give you up this time


(Aku takkan menyerah kali ini)


But darling, just kiss me slow, your heart is all I own


(Tapi kasih, cukup kecup aku perlahan, hatimu sepenuhnya milikku)


And in your eyes, you're holding mine


(Dan dari matamu, kaulah milikku)


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


(Saat kau bilang, kau terlihat berantakan, aku berbisik dengan pelan)


But you heard it, darling, you look perfect tonight


(Tapi dengarkan ini kasih, kau terlihat sempurna malam ini)


Well I found a woman, stronger than anyone I know


(Ya ku temukan seorang wanita, lebih tangguh dari siapapun yang ku kenal)


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


(Dia wujudkan mimpi2ku, aku harap suatu saat aku kan berbagi rumah dengannya)


I found a love, to carry more than just my secrets


(Ku temukan sebuah cinta, tuk ku jaga lebih dari rahasia2ku)


To carry love, to carry children of our own


(Menjaga cinta, menjaga anak2 milik kita)


We are still kids, but we're so in love


(Kita masih anak2, tapi kita begitu mencintai)


Fighting against all odds


(Berjuang hadapi semua rintangan)


I know we'll be alright this time


(Aku tahu kita akan berhasil kali ini)


Darling, just hold my hand


(Kasih, genggamlah tanganku)


Be my girl, I'll be your man


(Jadilah kekasihku, aku kan jadi kekasihmu)


I see my future in your eyes


(Ku lihat masa depanku di matamu)


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)


Barefoot on the grass, listening to our favourite song


(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


When I saw you in that dress, looking so beautiful


(Saat aku melihatmu dengan gaun itu, kau terlihat sangat cantik)


I don't deserve this, darling, you look perfect tonight


(Aku tak pantas tuk ini kasih, kau terlihat sangat sempurna malam ini)


Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms


(Kasih, aku menari dalam gelap bersamamu dipelukanku)


Barefoot on the grass, listening to our favorite song


(Tak beralas kaki di atas rumput, mendengarkan lagu kesukaan kita)


(Aku punya keyakinan dengan yang ku lihat)


Now I know I have met an angel in person


(Kini ku sadar, aku bertemu bidadari berwujud manusia)


And she looks perfect


(Dan dia terlihat sempurna)


I don't deserve this


(Aku tak pantas tuk ini)


You look perfect tonight


(Kau terlihat sempurna malam ini)


Lagu Perfect - Ed Sheeran, itu membuat Agel merasa bungkam akan bahagia yang yang meluap.


Tatapan Langit tak henti-hentinya menatap Agel dengan cinta.


Setelah menyelesaikan nyanyiannya, suara tepukan yang riuh mulai bergemuruh lagi. Tapi Langit merasa enggan berlama-lama di atas panggung ini. Langit ingin cepat-cepat turun dan memeluk wanitanya.


Saat keduanya sudah berhadapan, Langit mengikis jarak di antara keduanya. Seraya membisikkan sesuatu yang langsung membuat Agel meringis menahan tangis.


"Maaf karena dulu pernah melukai, menyakiti hingga kau merasa terluka parah. Aku tahu, aku brengsek dan tak pantas bersanding denganmu. Tapi asal kau tahu, si brengsek ini hanya ingin dirimu. Tak mau yang lainnya." Langit menggenggam kedua tangan Agel dan membawanya ke dagu. Lalu memciumnya lama.


Sorak riuh dari orang-orang yang menggoda mereka tak membuat keduanya menjaga jarak. Malah keduanya semakin terbawa suasana.


"Sekarang, aku hanya ingin kau menjadi milikku. Semampu diri ku, aku akan menjaga, sebisa ku, aku tak akan melukai. Jika nanti saat kesalahan ku terulang maka sadarkan aku dan jangan tinggalkan aku. Maukah mengulang bersama ku? Lupakan buku lama kita, dan mari membuat lembaran demi lembaran yang akan dijadikan buku untuk cerita masa depan kita. Apa kau mau menjadi wanitaku?"


Ucapan Langit membuat tubuh Agel lemas. Dengan cepat Langit memeluk pinggang Agel dan membawanya ke dalam pelukannya.


Lantas, Agel berkata lirih dengan senyum yang tertahan. "Bagaimana aku bisa menolak."


🌈🌈🌈


Tibalah saatnya aku dan kamu menjadi kita. Saling melengkapi kekurangan dan saling meredam kelebihan.


Ini bukanlah akhir untuk sebuah hubungan. Melainkan ini adalah bab baru untuk lembaran buku cerita kita, yang akan kita banggakan di hari tua nanti. Hingga buku cerita kita itu akan menjadi pelengkap cerita untuk anak-anak kita nantinya. Biar mereka tahu, jika cinta kita adalah cinta terkuat sepanjang hidup.


Bahkan dunia pun tahu jika kita saling mencintai. Saling melengkapi dan saling ingin membahagiakan.


Tetaplah kuat, kita akan menghadapi hari-hari yang sama namun rasa yang telah berbeda. Kita telah disatukan dalam ikatan yang nyata. Dan ikatan yang suci. Semoga kita selalu bahagia.


-Langit Elmelgantara & Avagella Chartill-


🌈🌈🌈


Wedding Day


Pasangan itu nampak sangat serasi dengan memakai baju serba putih. Berlarian di pinggir pantai indah yang menampakkan senja yang telah terbakar.


Hanya disaksikan oleh orang terdekat saja dan tentu saja juga oleh sang senja.


Sungguh pernikahan impian yang membuat siapa saja iri. Dengan tema outdoors, di pantai dengan pasir putih. Hiasan pernikahan juga dipenuhi oleh bunga mawar putih, balon berwarna-warni dan pita-pita kecil yang menggantung.


Ada yang unik dengan tema pernikahan keduanya. Semua tamu yang diundang tak diwajibkan memakai alas kaki dalam bentuk apapun itu. Semua tamu harus datang dengan kaki polos tak beralas.


Langit dan Agel pun begitu, kaki keduanya polos tanpa alas. Kaki keduanya langsung menyapa butir pasir putih yang halus. Langkah keduanya mendekat ke bibir pantai dengan tangan yang saling berpegangan erat. Keduanya sama-sama terpaku melihat senja yang yang indahnya tak membuat mata bosan.


Saat senja perlahan hilang, kegelapan malam pun datang. Perlahan namun pasti Langit berjalan ke arah belakang Agel dan memeluk wanitanya itu dari belakang. Menyandarkan dagunya ke pundak Agel dan memejamkan mata menghirup aroma khas wanitanya itu.


Setelah semua benar-benar gelap. Tangan Langit mengarahkan agar Agel berbalik. Melihat sesuatu yang Langit harap bisa membuat wanitanya itu bahagia.


Tempat pernikahan mereka seketika berubah menjadi tempat yang sangat romantis, dengan tersedia meja dan tempat duduk untuk dinner.


Dengan lilin yang mengelilingi meja itu, lilin itu ditata dengan bentuk hati yang sangat sempurna. Lampu kerlap-kerlip dengan warna-warni itu menampakkan beberapa kata yang semakin membuat Agel speechelss.


I LOVE YOU DEAR


Begitulah kata-kata yang terpampang di sana.


Agel menatap Langit dengan mata berkaca-kaca. Hitungan detik selanjutnya keduanya saling berpelukan. Saling menyalurkan rasa cinta yang indah.


Tak akan ada yang sia-sia dari perjuangan jika kita melakukannya dengan ikhlas. Dan tak akan ada yang bisa memungkiri kata cinta jika sudah mersakannya.


Cinta keduanya memang tak selalu berjalan lurus sebelumnya. Tapi setidaknya mereka bisa melewati semua.


🌈🌈🌈


Honeymoon Time


"Sayang, apa kau marah?"


Agel tak merespons.


Langit menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Apa salahnya? Jika ingin honeymoon menggunakan helikopter pribadi. Mengapa wanitanya itu marah?


"Sayang, apa kau marah?" ulang Langit dan mencoba memeluk Agel. Tapi Agel menolak dan malah berjalan lebih dulu untuk naik ke helikopter pribadi mereka.


Apa wanita selalu seperti itu jika marah. Terdiam terus, jika ditanya maka tak akan merespons tapi jika tidak ditanya maka marahnya akan membara.


"Sayang, bicaralah!" teriak Langit dan berlali mengejar Agel.


"Aku tidak marah!" potong Agel cepat sambil bersedekap dada. "Aku hanya kesal denganmu, mengapa kamu tidak mengajak yang lainnya juga untuk ikut dengan kita."


Langit menatap Agel dengan wajah datarnya. Wanitanya itu terlalu polos atau bagaimana? Bagaimana bisa orang honeymoon datang beramai-ramai.


"Nanti mereka mengganggu kita,"


"Mengganggu bagaimana? Huh pelit!"


Langit tentu kesal, "Aku tidak pelit, sayang. Bahkan seluruh tetangga kita bisa ku ikut sertakan ke luar negeri. Tapi tidak untuk saat ini. Karena aku ingin menghabiskan waktu bersama mu."


"Omong kosong!" tuding Agel dan naik ke tas helikopter. Langit pun hanya mengikut dari belakang. Mengawasi wanitanya itu naik ke helikopter.


Mungkin karena masih kesal. Agel memilih duduk dengan menjaga jarak dengan Langit. Meski akhirnya Agel sendiri lah yang memutuskan jarak itu karena tertidur dengan bersandar di bahu Langit.


Tangan Langit langsung mengelus rambut wanitanya dengan lembut. Memberikan kenyamanan yang dia harapkan bisa membuat Agel bahagia di dekatnya.


Pergerakan tangan Langit membuat Agel terbangun dan langsung duduk tegap. Menatap sekitar dengan senyum merekah. Langit pun tersenyum melihat perubahan wanitanya itu. Tadi wanitanya itu tengah cemberut karena kesal. Dan sekarang senyumnya seakan-akan telah membuat dunia Langit berputar.


Langit menarik paksa pinggang wanitanya itu agar lebih mendekat. Lalu membisikkan sesuatu yang membuat Agel blushing. "Aku mencintaimu, sayang!"


Agel sempat terdiam dan mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Itu membuat Langit mengumpat kesal. Karena wanitanya itu selalu menggodanya setiap waktu.


Tanpa di duga Agel berhambur ke pelukan Langit, "Aku juga mencintaimu."


Langit yang gemas langsung menjauhkan Agel dari pelukannya, dan memegang pipi wanitanya itu dengan lembut. Mengikis jarak di antara mereka. Keduanya pun saling menyatukan kening mereka seraya tersenyum.


Dalam hati keduanya, mereka selalu meminta agar mereka selalu diberi bahagia. Selalu diberi kesetiaan untuk saling menjaga cinta. Agar selalu utuh.


"Can you kiss me, dear?" bisik Langit dengan senyum menggoda.


Tawa keduanya pun lepas. Terkadang bahagia bisa sesederhana ini.


-The End-