Hidden Mafia

Hidden Mafia
40. Pergi



dua bulan Berlalu...


Loren dan Eliana tampak mempesona dengan outfit senada yang mereka berdua kenakan. Perubahan besar pada Loren dari segi sifat sampai penampilan berhasil membuat semua orang kampung tercengang-cengang. Pria yang dulunya dikenal sebagai pemabuk dan pendiam itu ternyata adalah pria tampan kaya raya dengan sifat manus yang hanya dua tunjukkan pada keluarga barunya.


Belum lagi pasukan pengawal yang dia kerahkan untuk berjaga jaga di sekitar rumah Pak Yanto membuat orang menatap kagum dengan kekayaan Loren yang tak pernah dia tunjukkan.


Eliana dan Loren akan pergi menemui dokter untuk mengecek kandungannya hari ini. Tampak keduanya keluar dari dalam rumah dengan Loren membawa tas istrinya sedang Eliana sedang mengemil rujak buatan ayahnya.


"Sayang apa tidak terlalu asam? nanti perut kamu sakit loh," ucap Loren yang sedikit khawatir dengan rujak mangga muda yang diminta istrinya. Wanita itu memang tidak minta yang aneh-aneh di masa kehamilannya, hanya saja untuk rujak yang sangat asam ini membuat Loren takut kalau istrinya sakit.


Eliana menoleh kepada Loren dengan mangga muda yang masih dia lahap," Nggak apa apa sayang, jangan khawatir ya, aku gak makan banyak-banyak kok," ucap wanita itu.


"Hahaha... nggak makan banyak gimana sayang? kamu udah habisin tiga mangkuk penuh, aku takut kamu malah sakit perut , dasar rakus;!" Loren terkekeh dengan tanggapan istrinya yang berbicara dengan begitu manis ,tentu dia tau kalau Eliana bersikap seperti ini dia sedang merayu suaminya agar tidak marah.


"Habisnya enak, baby kamu yang mau..." ucapnya dengan nada manja sambil mengedipkan kedua matanya.


Loren menepuk pucuk kepala istrinya," iya sayang iya, tapi aku mohon ini yang terakhir, aku gak mau kamu sakit perut," ucap Loren.


"Siap Daddy!!!" seru wanita itu sambil tersenyum girang.


Tanpa mereka sadari Bu Idah dan para tetangga julid mengintip mereka dari seberang jalan dengan tatapan iri dan kesal karena Eliana ternyata mendapat seorang suami yang sangat tampan dan kaya, bahkan anaknya Bu Idah saja kalah. Belum lagi penampilan Eliana yang semakin cantik dan aura keibuannya semakin terpancar sejak kehamilannya.


Eliana dan Loren bahkan terlihat sangat harmonis, belum lagi Pak Yanto yang malah pamer kepada setiap orang tentang menantunya yang sangat baik dan selalu melindungi Eliana.


"Hihihi.... anak anak Ayah, lihat itu para tetangga julid udah kebakaran jenggot karena melihat kalian tampan dan cantik, hahahah... rasakan siapa yang dulu terus mengejek kalian berdua, mengejek Loren dan mengejek Eli, cihh sekarang mereka malah iri dengki hahhaha... aku sangat puas!!!" Ucap Pak Yanto yang tertawa terbahak-bahak.


Loren dan Eliana saling menatap, mereka berjalan mendekati Pak Yanto dan..


Grep...


Keduanya memeluk Pak Yanto sambil tersenyum bahagia.


"Semua karena kasih sayang ayah," ucap keduanya. Bahkan Pak Yanto sampai terdiam saat kedua orang itu memeluknya. Air matanya tak terbendung, Loren dan Eliana ternyata menyayangi nya , terlebih Eliana yang tidak dia perlakukan deng baik sejak kecil karena menganggap wanita itu yang membuat istri nya meninggal.


"El, Loren terimakasih," ucap Pak Yanto.


"Terima kasih tetap mendampingi ayah meski ayah tidak memperlakukan Eli dengan baik, maaf kalau dulu ayah sering menyakiti hati Eli, Kematian Ibu bukan salah Eli, itu semua sudah diatur oleh yang maha kuasa, maafkan ayah sayang," ucap Pak Yanto sambil menatap mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.


Eliana mengusap air mata Ayahnya," Eli paham, pasti berat kehilangan seseorang yang sangat ayah cintai, Eli sudah jauh jauh hari memaafkan ayah, makanya Eli tetap bertahan di sisi ayah," jelas wanita itu.


Loren menatap istrinya, dia tersenyum bangga dengan Eliana yang memiliki sifat lembut dan penuh kasih sayang.


"Loren ayah harap kamu akan terus melindungi Eliana, berikan dia kasih sayang yang melimpah dan jangan membentak atau menyakiti putri ayah," ucap pria itu .


Loren mengangguk," Tentu saja Ayah, Ayah juga harus melakukan hal yang sama, Eliana adalah perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya," ucap Loren .


"Wahh indahnya hidupku, hahahha menantuku baik putriku cantik dan sekarang aku akan punya cucu lagi, hahaha...." seru Pak Yanto.


Pria itu berdiri ke arah seberang jalan dan menatap para ibu ibu tukang gosip komplek itu.


"ehh ibu ibu tukang gosip, satelit kampung lihat nih dua anak yang selalu kalian ejek ini sekarang hidup bahagia, bahkan lebih bahagia dari kalian hahahah iri bilang Tetangga!!" teriak Pak Yanto sambil tertawa terbahak bahak mengejek mereka yang berwajah kesal karena Pak Yanto.


"Ayah ikut ke dokter?" tanya Eliana.


"Ikut sayang, Ayah gak sabar pengen lihat kacang hijaunya udah besar apa belum hahahah... " celetuk Pak Yanto dengan penuh semangat.


"Baiklah, Ayah El masuklah ke dalam mobil, Eliana kamu duduk di kursi penumpang biar Ayah di sebelahku," ucap Loren.


"baik sayang" ucap wanita.


Loren mengunci rumah, dia melirik beberapa kamera yang mengawasi rumah itu, kamera yang dipantau pasti ditaruh oleh lawannya. Tersembunyi dan sangat kecil, jangan bilang Loren ketua Mafia kalau tidak tau hal seperti ini.


"Kenapa kau belum bergerak? apa yang sedang kau rencanakan!?" batin Loren. Dia dengan sengaja tidak melepas kamera itu, rencananya harus berjalan dengan matang.


Setelah memastikan rumah aman, Loren berangkat ditemani oleh anak buahnya, Dominique juga ada di tempat itu, hanya saja dia bersembunyi diantara salah satu pekerja yang sedang bekerja di ladang Pak Yanto.


"Dominique, pastikan semua aman!" ucap Loren melalui ponselnya.


"Baik tuan, " jawab Dominique yang sedang duduk di atas pohon jambu tertinggi di ladang itu sambil mengutak Atik laptopnya sambil mengawasi beberapa orang yang mereka waspadai.


"Bos, Xavier akan menemani kalian, Damian juga akan mengkawal kalian, kurasa dia akan bergerak sekarang!!" ucap Dominique.


"Bergerak? sejak kapan!?' tanya Loren.


"Sejak pagi tadi, mereka mulai menunjukkan pergerakan, beberapa orang sudah mengawasi kalian dan diantara para pengawal ada penyusup, berhati-hati dengan pria yang memiliki anting di telinga kirinya," ucap Dominique.


Loren mengepalkan tangannya," bodoh kenapa kau tidak bilang dari tadi!!??" kesal Loren.


"CK... kau yang gak dengar kampret, salah sendiri bermanja manja sama istri sampai gak dengar dan gak baca pesanku, makanya jangan lengah dodol!!!" ketus Dominique.


"CK... Dominique kampret, lakukan tugasmu dengan baik!!" kesal Loren.


Loren memutus sambungan telepon nya dia mengepalkan tangannya dengan wajah kesal.


"Sayang ada apa?" tanya Eliana.


"Dominique, CK... si bodoh itu, orang orang yang kuceritakan waktu itu sudah bergerak, kita harus berhati-hati!" ucap Loren.


Eliana dan pak Yanto saling menatap, mereka berdua sudah tau kalau suatu saat mereka akan diserang seperti ini, oleh karena itu Loren sudah mempersiapkan diri, dia sangat takut karen istrinya sedang mengandung.


"Sayang, tenanglah," ucap Eliana sambil mengusap lengan suaminya.


"Aku takut, aku takut kalian akan terluka, " ucap Loren sambil menatap mereka berdua.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗