
Seperti yang mereka berdua telah sepakati, Eliana dan Loren menikah di London. Keduanya mendaftarkan pernikahan dan mencatat nama mereka sebagai pasangan suami istri yang sah di mata hukum dan di mata agama.
Tak ada resepsi, hanya acara pemberkatan pernikahan dan penandatanganan surat pernikahan tepat lima hari setelah Eliana dan Loren keluar dari rumah sakit dan luka mereka lebih baik dari sebelumnya.
Pak Yanto juga menghadiri acara itu dia dibawa oleh Rena, Dominique dan kedua orangtua si kembar, dia awalnya terkejut karena pengumuman tiba tiba ini, tetapi keduanya menjelaskan dengan baik tanpa memberitahu kejadian itu sebab Pak Yanto bisa syok dan sakit jika sampai dia tau kisah Loren dan Eliana .
Semuanya menatap Eliana yang cantik dengan gaun serba putih di tubuhnya, dia benar benar terlihat anggun padahal tidak mengenakan riasan yang berlebihan. Loren masih setia dengan kumis dan janggut nya yang panjang, tetapi kharisma nya tak hilang.
"Uwahh menantu mommy cantik sekali, kamu mirip seperti seseorang yang mom kenal, tapi kamu lebih cantik !!" seru Chelsea sambil memeluk Eliana yang sudah resmi menjadi istri Loren yang dia anggap sebagai putranya juga.
Eliana menatap Loren saat melihat Chelsea, dia belum tau siapa orang-orang yang turut dalam pernikahan singkat itu.
"Ohh ada apa ini? apa dia belum cerita?" Chelsea menatap Loren seraya memicingkan matanya.
"Eh... aunty, Loren belum sempat cerita, maaf," ucap pria itu sambil tersenyum lembut.
"El, dia aunty Chelsea dan yang bersama Pak Yanto adalah uncle Otniel, mereka orangtua kandung Rena dan Dominique, kalau Xavier cucu nenek Luna dan Damian cucu kakek Aiden, nanti aku akan memperkenalkan mu satu persatu dengan mereka, tunggu waktunya saja," jelas pria itu singkat.
"Ahh... jadi Rena dan pak Dominique?" Eliana baru paham situasi.
"Heheh iya kakak ipar, aku dan kak Dominique itu saudara,lebih tepatnya saudara kembar!" seru Rena sambil tersenyum manis dan merangkul Elina dari sisi yang lain.
"Wahh... ini sangat mengejutkan!" ucap Eliana. Dia tak menyangka kalau gadis yang selama ini di dekatnya adalah adik kandung dari Presdir Alpha grup tempat dia bekerja sebelumnya.
"Heheh... baru kamu loh yang tau, jangan dikasih tau ke orang lain," ucap Rena.
"Kau pembohong yang baik rupanya sampai aku tertipu dan berpikir kalau Loren meninggal!" bisik Eliana yang langsung membuat Rena terbelalak.
"Sepertinya kita masih punya banyak hal untuk dibicarakan bukan?" tanya Eliana seraya menatap Rena dengan senyum menakutkan.
"eh...hah..hahahha... A...aku lapar, sepertinya aku makan dulu, sampai jumpa El...hahah..." Rena menepuk punggung Eliana dan berlari dari sana karena ketahuan berbohong.
"Dasar gadis itu, maaf ya Eliana, ini juga aunty yang rencanakan habisnya kalian cocok," ucap Chelsea sambil menepuk-nepuk punggung Eliana .
"Mom, kemari ada cup cake kesukaan mu!' teriak Otniel yang sedang makan dan bercanda ria bersama pak Yanto yang ternyata sama sama konyol seperti Otniel.
"Wahh benarkah, sisakan untukku!" Chelsea berlari kesana seperti nak kecil yang menemukan makanan kesukaannya.
"Aunty kesan dulu ya," seru Chelsea sambil tersenyum riang .
"Akhh..." Gadis itu mendesis kesakitan karena mereka memukul punggungnya, mereka tidak tau apa yang terjadi pada Eliana bahkan luka di punggungnya tidak mereka ketahui karena Eliana berniat menyembunyikan semuanya dari sang ayah.
Loren melirik Eliana, bercak memerah terlihat di gaun putih gadis itu, sepertinya jahitannya terbuka sebab luka itu belum kering sempurna.
Cepat cepat dia menghampiri Eliana dan merangkul perempuan itu," Punggungmu terluka, kita sudahi saja acaranya," ucap Loren sambil menarik Eliana.
"Jangan, nanti mereka curiga, biarkan saja sebentar, aku tak apa," tolaknya yang merasa tak enak dengan yang lain, sebab ini acara kecil dimana ayahnya dan keluarga Loren berbahagia meski sederhana.
Loren menggenggam tangan Eliana, dia membuka jasnya dan memasangkan di tubuh wanita itu," pakailah, ada bercak di gaunmu,' ucapnya pelan.
Eliana mengangguk, acara terus berlanjut, memang hanya acara kecil tetapi semuanya menikmati. Eliana sejak penasaran dengan orangtua kandung suaminya, dia tak dikenalkan dengan orangtua maupun saudara Loren yang ada hanya Keluarga dari sahabat pria itu.
Dia menatap semuanya, rasa penasarannya semakin besar dan Loren tau itu.
"Kalau kau mencari orangtuaku, aku sudah tidak punya, hanya mereka yang kumiliki sekarang," bisik Loren sambil menatap mereka semua.
"Maaf aku tidak tau," ucap Eliana yang merasa tak enak dengan Loren.
"Bukan apa apa," ucapnya sambil tersenyum.
Setelah acara singkat itu selesai, Loren membawa Eliana ke mansionnya, hari sudah malam dan mereka semua ikut ke mansion milik Loren di negeri itu.
"Wahh Tak kusangka Loren punya rumah sebesar ini!!" celetuk Pak Yanto yang menatap rumah itu dengan tatapan takjub terutama kamar yang diberikan Loren untuk dia tempati, benar benar menakjubkan.
"Apa bapak nyaman? kalau tidak saya bisa bawa ke teman yang lebih baik," ucap Loren..
"Ahh ini nyaman kok nak, dan jangan panggil bapak lagi, kan.kamu sudah menikah dengan Eliana, panggil Ayah juga, kamu sekarang jadi anak ayah," ucap pria itu seraya menepuk bahu Loren dan tersenyum bahagia karena putrinya menikah dengan pria seperti Loren .
"Apa saya boleh?" tanya Loren.
"Tentu saja bisa, kamu udah jadi anak ayah, jaga Eli baik baik ya, kalian serasi," ucap Pak Yanto seraya mengedipkan sebelah matanya.
Loren tersenyum dan mengangguk. Setelah mengantarkan mertuanya ke kamar pria itu, dia berjalan menuju ruang kerjanya dimana para anak muda sedang berkumpul kecuali Eliana yang sudah masuk ke dalam kamar.
"Loren,Eliana sudah dijadikan target, apa rencanamu berikutnya!?" Xavier menunjukkan foto orang yang menangkap sosok Eliana di malam saat gadis itu tiba di rumah Loren.
"Operasi pembasmian akan dimulai, Eliana akan kuamankan, lebih baik menunjukkannya dengan jelas, aku akan menjelaskan situasi dipada Eliana, " jelas Loren dengan tatapan Atar menatap dua manusia yang mengambil potret Eliana dari dalam mobil.
Dia jelas tau siapa kedua orang itu, dan sadar betul musuhnya ada dimana mana.
"Apa kau benar benar akan mengakhiri nya?" tanya Xavier serius.
"Harus, karena aku sudah menikah, aku tak ingin keluargaku dalam bahaya jika ini tidak segera diselesaikan!" tegas pria itu.
"Kalau begitu bawa istrimu ke kediaman keluarga Park, nenek Luna akan menjaganya dengan baik, untuk sementara kita sembunyikan dia disana, tempat teraman saat ini," usul Damian.
"Aku tak ingin mengurungnya, kami akan bicarakan ini bersama, aku yang membawa dia menghadapi hal ini maka akan kuselesaikan dengan caraku!" ucap Loren.
Mereka semua saling menatap, Loren memang telah berubah sedikit demi sedikit.
"Kami akan membantu sebisa mungkin!" ucap mereka yang dibalas anggukan kepala oleh Loren.
Sementara itu di sisi lain negeri itu,
"jadi ini umpan yang kalian maksud!?" Mata pria itu membulat sempurna saat melihat foto gadis di hadapannya.
"Iya tuan muda, dia dan pria itu telah menikah, akan jadi mangsa yang empuk untuk menghancurkan pengkhianat itu!" ucap seorang pria berbaju hitam.
Pria yang duduk di kursi besar itu terdiam untuk beberapa saat, dia mengepalkan kedua tangannya, mengeraskan rahangnya dan menatap foto itu dengan seksama.
"Bagaimana aku akan melakukan ini!!! Dia... Tidak mungkin, kenapa harus dia!!!"
.
.
.
like, vote dan komen 🤗