
Jam kerja telah dimulai, Eliana tiba lebih awal karena gadis itu memilih naik taksi dari daerah tempat tinggalnya meski harus beberapa kali berhenti di jalan karena jarak yang jauh.
Gadis itu melangkah dengan kaki yang ringan ke dalam perusahaan, dia sudah siap menghadapi semua konsekuensi yang mungkin akan dia dapatkan hari ini. Persiapan perang gadis itu telah selesai dan dia sadar betul apa yang dia lakukan semalam dan apa yang dia posting melalui akun akun yang dia gunakan semalam.
Gadis itu berjalan dengan langkah percaya diri, saat berjalan, Rena langsung menggandeng tangan gadis itu.
"selamat pagi, apa mabukmu sudah hilang!?"celetuk Rena .
Eliana sedikit terkejut," pagi Rena, kupikir siapa.." jawab gadis itu," aku sudah baikan," jawabnya lagi sampai dia menyadari kalau Rena pasti menyaksikan semua yang terjadi semalam.
"jangan khawatir untuk kejadian semalam, aku akan tutup mulut," bisik Ren yang sontak membuat semburat merah mewarnai pipi gadis itu.
"Ekhmm... Ka..kau melihat nya!?" Tanya Eliana malu malu.
Rena mengangguk jahil sambil memberikan tatapan menggoda pada Eliana. Eliana benar benar malu atas kejadian itu, "aku malu sekali Rena..." Cicit gadis itu sambil menundukkan kepalanya.
"hahahhaa.... Kau sangat berani semalam, belum lagi saat kau menggigit roti sobeknya pffth bwahahahahha aku tak bisa menahan tawaku hahahhahah....." Rena tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian semalam.
"Rena.... Shhh jangan keras keras, aku malu ," ucap gadis itu sambil menyembunyikan wajahnya.
"hahahhahaha gak apa apa, kau ternyata punya sisi yang lucu hahahhaha....." Tukas Ren.
Mereka berdua berjalan sambil melontarkan candaan. Tanpa Eliana sadari, beberapa karyawan menatapnya dengan tatapan merasa bersalah . Berita baru di perusahaan sangat heboh pagi ini. Semua orang yang melihat Eliana masuk tak berani menyapa gadis itu karen malu dengan diri mereka sendiri yang terlalu cepat menilai seseorang.
"aku jadi malu sendiri atas kata kataku," ucap salah seorang yang melihat Eliana.
"aku bahkan tak punya muka untuk bertemu dengannya, dia teman satu timku, aku jadi malu!" Balas yang lain.
"haihh inilah sebabnya kita diajari untuk tidak menilai orang dari covernya, sungguh memalukan!!" Balas yang lain.
Mereka semua terlihat malu pada diri mereka sendiri karena selalu berburuk sangka dan hanya menjadi ekor dari orang orang berkuasa yang bahkan tak menganggap mereka ada di perusahaan itu. Mereka mendukung yang memiliki kekuatan besar di balik fakta sebenarnya.
Pagi ini perusahaan dihebohkan dengan berita perselingkuhan Manager Arin dengan pak Herman yang jelas telah menyalahi aturan perusahaan. Manager Arin ada dalam trending topik sekarang karena isi chatnya dengan kepala divisi, terbongkar ke hadapan publik.
Ternyata selama ini manager Arin hanya ingin mendongkrak popularitas dengan mengumumkan pertunangannya dengan anak orang besar. Nyatanya dia malah berkhianat dan berselingkuh dengan kepala Divisi yang terlibat skandal korupsi di perusahaan itu.
"El kau sudah lihat forum perusahaan?" Tanya Rena saat mereka sudah masuk ke dalam perusahaan.
"Kenapa emangnya?" Tanya gadis itu sambil menatap Rena yang sejak tadi terus menempel seperti seekor cicak di lengannya.
"Panas El panas... Sepertinya semua orang sedang kebakaran jenggot sekarang, semua aib pegawai pembuat masalah dibongkar oleh sebuah akun misterius yang tidak tau siapa pengirimnya!!" Seru gadis itu dengan penuh semangat.
Eliana diam saja dan mendengarkan celotehan gadis itu dengan seksama. Ternyata postingannya berhasil membuat perusahaan itu goyang.
"Eliana beraninya kau!!!" Suara teriakan seseorang terdengar di dalam ruangan divisi pemasaran dimana Eliana berada.
Yuni berdiri di depan pintu masuk ruangan itu sambil menggenggam ponsel dan menatap Eliana dengan tatapan tajam. Wajahnya memerah seperti gunung berapi yang sedang meletus. Dia benar benar marah dengan potongan isi chat yang dibocorkan ke forum perusahaan.
Nama Yuni dipermalukan di situs itu, Semua kejadian di hari itu ternyata diputar balik oleh Yuni. Eliana membalik keadaan dan menjadikan Yuni sebagai pelaku sesungguhnya. Semua isi chat Yuni dengan Rico dan isi Chat kedua orang itu pada Eliana saat mereka menghina gadis itu di posting sebagai bukti paling konkrit ke forum perusahaan.
Hancur sudah nama Yuni di perusahaan, mau ditaruh dimana wajahnya setelah kejadian ini.
Eliana diam saja seperti biasa, seolah dia tidak terganggu dengan hal itu.
Semua karyawan menatap mereka, lebih tepatnya menatap Eliana yang tetap diam padahal situasi sangat panas saat ini.
40 orang karyawan terkena imbas dari perbuatan Yuni, semua yang membicarakan nya di toilet waktu itu dipost ke forum perusahaan melalui beberapa akun rahasia yang digunakan Eliana. Siapa sangka gadis itu adalah seorang peretas yang cukup handal sampai dia bisa meretas akun milik pengurus forum perusahaan dan menggunakan akun itu untuk memberikan bukti kuat.
"ini semua gara gara ulahmu Yuni, kalau bukan karena dirimu namaku tak akan masuk dalam daftar hitam itu sialan!!!" Para karyawan yang terlibat mulai menyalahkan Yuni.
"Mana Manager Arin dan Pak Herman, mereka juga dalang dar semua ini, sialan aku sangat malu!!!!" Pekik yang lain.
Yuni terkejut saat semua orang berbalik menyalahkan dirinya atas kejadian itu.
"aku... Bukan aku, dia yang memulai semua ini, dia pelakunya kenapa kalian menyalahkan aku, aku ditipu oleh gadis sinting itu, aku difitnah ini semua bohong!!" Teriak Yuni yang tak terima saat Eliana lagi lagi memantapkan posisinya jauh di atas Yuni .
"Sudah jelas bukti di forum perusahaan, bahkan yang memposting berita itu adalah pengurus forum kau mau apa lagi hah!!!" Tukas yang lain.
Yuni menatap ke arah kerumunan karyawan, dia melihat pria pengurus forum terdiam di sudut sana dan meninggalkan tempat itu perlahan lahan.
"Sialan!!! Ini tidak mungkin, Eliana adalah pembawa sial, kalian tidak tau itu hah!?? Seharusnya kalian menyalahkan dia, bully dia dan tetap hina dia bukan membalikkan kesalahan padaku!!!" Teriak Yuni yang masih berusaha mencari pembenaran diri.
"Lalu apa isi berita dan screenshot pesan pesan ini bohong dan juga foto foto ini hanya photoshop hah? Ini jelas jelas dirimu dan juga jelas suaramu yang menghina Eliana, kau mau menyalahkan orang lain Yuni!!??" Sanggah yang lain.
"Bukan aku!!!!"pekik Yuni histeris, dia menatap tajam ke arah Eliana yang diam saja dan mengerjakan pekerjaannya dengan cuek.
Yuni berjalan menghampiri Eliana dia menarik tangan gadis, dia benar benar malu saat ini, jika sampai berita itu terdengar ke telinga Keluarga nya dia bisa dikeluarkan dari rumah
"katakan pada mereka kalau kau berbohong Eliana, kalau kau memang pelakunya!!!!" Teriak Yuni.
"Eliana bicaralah!!!!" Pekik gadis itu lagi.
"Bisa kecilkan suaramu, telingaku hampir meledak!" Ucap Eliana dengan nada kesal.
"Diam kau, ini semua karena ulahmu kenapa kau harus beruba hah!? Tetaplah jadi Eliana si pendiam, si pembawa sial kenapa kau malah berubah dan membuat masalah ini sekarang Eliana!!!" Yuni menarik rambut Eliana saking kesalnya.
"akhhh lepaskan aku perempuan gila, melihat sikapmu saja sudah menunjukkan kalau kau adalah pembuat masalah sebenarnya, memalukan!!!"umpag Eliana.
"Beraninya kau melawanku Eliana, kau memang perempuan jal4ng, pantas saja Rico berpaling darimu dan memilih aku!!!!!" Pekik Yuni.
Semua orang terkejut, akhirnya pengakuan gadis itu memperjelas situasi mereka saat ini. Segurat senyum licik tergambar di wajah Eliana pertanda gadis itu telah masuk dalam perangkap nya.
Rena yang ada didekatnya sampai bergidik ngeri saat melihat gadis itu tersenyum dengan licik, seperti serigala liar yang berhasil mengurung mainan barunya.
"Dia ini Eliana atau serigala? kenapa jadi seram!???" gumam Rena.
"Singkirkan tanganmu!!!" Suara bariton seseorang membuat semua karyawan di kantor itu terdiam dan menunduk dengan wajah pias.
"Tuan Dominique.... Tuan Kiriye!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗