Hidden Mafia

Hidden Mafia
15. Menangis



Eliana benar benar hancur, namun seperti biasa dia akan menahan dirinya untuk tidak menangis. Bagaimana masalah seperti itu bisa menghancurkannya. Seperti biasa Eliana akan bekerja dengan menutup telinganya dari omongan para karyawan yang tidak bermutu, meski dia tidak tau mungkin saja karirnya dalam bahaya besar saat ini.


Rena berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya, dia menatap Eliana dengan tatapan kasihan tapi dia tidak tau harus berbuat apa, dia juga tak bisa langsung percaya dengan rumor buruk itu. Dia memang tak sedekat itu dengan Eliana. tapi dia peduli dan ingin dekat dengan Elia yang terlalu pendiam itu.


Rena sudah melihat situs berita yang memposting berita tentang Eliana sebagai seorang Pelakor dan pembawa sial. Dia benar benar terkejut saat membaca berita itu, dia tak langsung percaya namun kejadian di lobi tadi membuat Rena khawatir akan kebenaran berita itu.


Rena duduk di kursinya di samping Eliana, dia melirik gadis itu. Terlihat jelas kalau tatapan Eliana semakin dingin dan datar dari biasanya. Gadis itu semakin pendiam dan tertutup tentang dirinya.


Rena terus menatap Eliana, dia penasaran dengan apa yang terjadi, penasaran dengan kebenaran karena dia yakin kalah Eliana tidak mungkin jadi orang seperti itu.


"Katakan yang ingin kau katakan, jangan menatapku seperti itu," ucap Eliana dengan nada datar.


Rena tersentak kaget saat mendengar suara Eliana yang begitu dingin dan tajam.


"ehh ma..maaf, aku hanya...


"Apa kau juga mencurigai ku?" tanya Eliana tanpa menatap sama sekali.


Glekk...


Rasanya Rena begitu ketakutan saat menghadapi Eliana yang berada dalam kondisi seperti ini. Aura gelap gadis itu berkali kali lipat dan menjadi sangat dingin saat ini.


"Tidak, aku tidak percaya dengan berita itu, aku saat ini butuh penjelasan darimu, " ucap Rena.


"Hmmm Bagus kau tidak percaya, kupikir kau akan SMA dengan boneka boneka bodoh itu, setidaknya aku akan melewatkan dirimu," ucap Eliana. Sepertinya kata kata Eliana mengandung makna mendalam seolah dia akan melakukan sesuatu atas kasus ini.


"Eh... E..El... a..apa maksud mu?" tanya Rena bingung.Entah kenapa situasinya malah menjadi sangat dingin dan menyeramkan, bahkan bulu kuduk Gadis itu sampai merinding karena melihat dan mendengar kata-kata Eliana yang begitu tajam.


"Bukan apa apa!" ucap Eliana tegas.


lagi-lagi Rena menenggak kasar salivanya saat mendengar kata-kata dingin dari Eliana yang tidak biasa. Gadis yang duduk di sebelahnya itu benar benar tak tertebak.


Sepanjang hari ini, Eliana bekerja sebagaimana biasanya, bertindak salat tidak terjadi apa-apa pada dirinya dan tidak ada gosip apapun yang menerpa dirinya. Eliana terlihat sangat tenang seperti biasanya dan hal ini malah membuat orang-orang yang tidak suka pada dirinya semakin panas dan menimbulkan gosip-gosip baru tentang Eliana.


pada jam makan siang Eliana tidak keluar dari ruangannya dia mau makan sisa makan siang dibuatkan oleh ayahnya yang tidak terjatuh ke lantai.


Rena dengan setia menemani dan mendampingi Eliana meskipun dia harus berada di jarak yang sedikit jauh atas permintaan Eliana agar Gadis itu tidak terkena masalah di kantor itu.


"Kasihan Eliana, seandainya kakak disini pasti masalah ini akan cepat selesai, Eliana kamu harus kuat, aku akan terus mendukung mu!" gumam Rena


"Jangan duduk dekat dekat denganku, kau bisa terkena masalah, jaga jarak, kita bisa bertukar pesan jika ada yang ingin kau bicarakan, tapi untuk sementara waktu jaga jarak dengan diriku, aku tak ingin kau juga jadi korban rasisme di perusahaan ini!" ucapan Eliana yang begitu tegas dan dingin di dengar dengan seksama oleh Rena gadis polos dan baik yang tidak seorang pun tau siapa dia sebenarnya.


"Hmmm... melihat Eliana aku teringat dengan dia, sama sama dingin dan bodoh, terlalu pendiam, Kakak... ke bapa kalian pergi terlalu lama!!!!" batin Rena.


Eliana beranjak menuju toilet, dia membawa ponselnya tetapi anehnya dia menyalakan perekam video sebelum masuk kesana.


Gadis itu masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi dan duduk disana. Dia menangis dalam diam, rasanya sangat sesak, sejak tadi sudah dia tahan.


Dia bukan sekedar gadis pendiam yang tidak bisa apa apa dan hanya menerima saat dia dibully, tetapi dia adalah gadis pendendam yang akan membalaskan dendam nya dengan cara yang paling keji dan berkelas.


Pernah saat dia duduk di bangku SMA, dia dibully oleh geng anak perempuan populer di sekolah nya , dia terus dirundung tapi hanya diam dan tak memberitahukan apa pun pada guru maupun orang tuanya.


Sangat diam sampai tiba tiba Seluruh sekolah dibuat gempar dengan situs video yang menunjukkan kekerasan yang dilakukan geng pembully itu terhadap Eliana. Kejahatan mereka di upload ke situs Yout*be dan diposting di forum sekolah. Saat Eliana bertugas dalam siaran radio sekolah yang biasa diputar di saat istirahat, gadis itu malah memutar rekam percakapan semua siswa tentang dirinya serta rencana rencana jahat yang mereka bicarakan.


Seisi sekolah dibuat gempar dengan kejadian itu, tak ada yang tau kalau Eliana yang memasang semua bukti itu disana. Dia terlihat diam tapi siapa sangka dia telah bergerak dan menghabisi mereka semua satu persatu.


Belakangan ini baru terungkap sosok pengunggah video itu dan orang yang membuat masa depan anak anak perundung itu menjadi suram. Mereka dihajar orangtua mereka yang malu dan ditahan di pusat rehabilitasi anak.


Eliana yang pendiam hanya ingin menikmati kesendiriannya, dia tak masalah dihina atau dicap ini itu, tetapi jika sudah keterlaluan, dia tidak akan melepaskan orang yang membuat dia terluka. Eliana bukan gadis seperti umumnya, dia unik dan aneh disaat yang bersamaan.


Sama seperti saat ini, orang orang yang mengenalnya di kantor itu hanya bisa diam saat melihat Eliana diperlakukan begitu. Teman teman seangkatannya tak berani mengucapkan satu kata pun tentang gadis itu, bahkan mereka berusaha sebisa mungkin mengindari pembicaraan tentang Eliana karena mereka tau siapa Eliana sebenarnya.


Psikopat gila yang bersembunyi di balik sosok gadis lugu dan pendiam. Eliana telah menandai siapa saja yang menjadi targetnya, sekali dia melakukan hal itu, maka mereka tidak akan selamat.


Gadis itu duduk lama di dalam toilet hingga orang yang dia tunggu masuk ke dalam perangkap nya.


"Heh... kalian yakin tidak kalah Eliana itu Pelakor? menurutku tidak, tapi kita harus memihak manager Arin kalau ingin karir kita tetap bertahan disini!" ucap seorang wanita.


"Ya kau benar, dia teman seangkatan temanku, tapi menurut nya Eliana bukan orang seperti itu!" ucap yang lain.


"Ahh tak perlu mengkhawatirkan itu, di dunia yang keras ini kita harus memihak orang orang kuat seperti manager Arin, jika tidak karir kita bisa hancur, lagipula memang rumor buruk sudah melekat padanya sejak awal," ucap orang itu.


"Kau tau tidak siapa yang menyebarkan rumor itu?" tanya yang lain.


"Seingatku Yuni dari departemen kami yang mengucapkan itu, " ucapnya.


"bukannya mereka berteman?"


" Entahlah, tapi dia yang mengatakan rumor ini!" ucap perempuan itu.


"Ahh terserahlah, kita hanya bisa menjadikan dia kambing hitam, kalau mau selamat ikuti saja manager Arin dan jadikan Eliana sebagai dalangnya," tukas yang lain.


Eliana hanya bisa diam menahan sesak dan air matanya. Dia tak menyangka kalau Yuni adalah dalang semua ini.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗