
Dari kejauhan Eliana saat melihat alun alun desa yang sudah begitu ramai. orang orang berkumpul disana dalam acara pernikahan anak Bu Idah si satelit desa.
Tampaknya semua orang dibuat terkagum kagum dengan pernikahan mewah ini, belum lagi mempelai pria tampak sangat serasi dengan sang mempelai wanita. Mereka terlihat sangat cocok.
Bak ketiban durian runtuh bercampur uang, Bu Idah begitu bangga dengan pernikahan putri sulungnya yang membawa nama baik keluarga karena bertemu dengan jodoh yang mapan dan tampan dan sudah sah menjadi suaminya setelah ijab kabul tadi.
Setibanya disana, Eliana langsung mencari letak ayahnya. Dia berjalan dengan cepat dan meninggalkan Loren dengan diam. Kedatangan Eliana sontak bagaikan topik yang tak akan ada habisnya bagi mereka. Setiap melihat Eliana ada saja gosip miring yang muncul satu persatu.
Eliana berjalan sambil menunduk dan menghiraukan bisikan bisikan setan di sekelilingnya.
"Lihat si pembawa sial ternyata keluar juga dari rumah, apa dia tidak takut kalau dia akan membuat sial di acara ini?"
"sshhh jangan keras keras nanti dia dengar,"
"Ehhh kudengar ada gosip baru tentang dia, dia perempuan yang sedang ramai dibicarakan dalam sebuah situs berita!!" tampaknya gosip tentang Eliana tidak akan berakhir dengan mudah.
"Ehh benarkah? apa lagi? apa yang dilakukan oleh anak pembawa sial itu lagi!?" tuka sayang lain dengan wajah benar benar penasaran.
Eliana seolah sudah menjadi bahan konsumsi publik dan cap yang ditempelkan Masyarakat desa itu padanya seolah telah menjadi cap permanen.
Loren sendiri melirik mereka dengan ekor matanya, dia berdiri tidak jauh dari sana sambil.menatao.ke arah pesta yang sedang berlangsung.
"Asal kalian tau..." Biang gosip itu mengeluarkan ponselnya dan membuka sebuah situs yang sedang viral saat ini.
"Dia adalah seorang perempuan munafik yang merebut pasangan sahabatnya sendiri dan menuntut uang pada mereka sebagai ganti rugi!" ucap orang itu sambil menunjukkan portal berita yang membahas tentang kejadian saat Eliana melabrak kekasih dan temannya di kafe.
'GADIS JAHAT DARI PERUSAHAAN ALPH* PEREBUT KEKASIH SAHABAT MENUNTUT KOMPENSASI DARI PASANGAN MALANG INI, DIA DI CAP SEBAGAI PEMBAWA SIAL !'
Highlight berita yang sedang panas di seluruh media bahkan ada rekaman suara ketika Eliana marah dan Yuni bertindak seolah dia adalah korban dan menangis dalam pelukan Rico.
Jelas foto foto dalam berita itu diambil dari sudut pandang berbeda sehingga membuat Eliana seolah menjadi pelaku paling jahat dalam.beritanyang telah dimanipulasi itu.
Eliana di cap sebagai perempuan perebut kekasih sahabatnya sendiri bahkan menuntut mereka. Yuni dan Rico diposisikan sebagai pasangan malang yang terkena dampak dari gadis pembawa sial itu..
"wahh memalukan, apa dia tidak tau bagaiman hidup keluarganya setelah dia lahir!? CK..CK...CK... merusak nama pak Yanto saja!"
"Kalian tidak boleh sembarang menilai, kalau salah kan kasihan dia," ucap yang lain.
"Semua isi desa udah tau kalau dia itu pembawa sial Bu, jadi gak usah dekat dekat kalau gak mau jadi sial!" tukas yang lain.
Pembicaraan tentang Eliana seolah tiada akhir, dia menjadi konsumsi publik dan dipermalukan kemana pun dia pergi.
Eliana hanya bisa diam, gadis itu duduk di samping ayahnya yang sedang memperhatikan acara dengan seksama.
"Kamu sudah datang, Loren?" tanya Pak Yanto seraya menatap putrinya.
Eliana menunjuk Loren yang berdiri di sisi lain area pesta.
"kupikir dia akan minum minum lagi," gumam Pak Yanto.
Saat mereka sedang mendengarkan acara, tiba tiba kata kata pedas dari seorang tamu undangan membuat Hati Eliana semakin sakit dan pedih.
"Wahh kalau Eliana pasti gak akan bisa menikah, mana ada laki laki yang mau sama gadis pembawa sial, ck... CK... CK.. jelek sekali nasibmu," tukas seorang ibu di belakang mereka.
"Ehh Bu, jangan kasih tau fakta dong, lagian mana ada yang mau sama gadis seperti dia, wajahnya saja yang cantik, hatinya siapa yang tau, dia tidak layak untuk dicintai," ucap yang lain.
Eliana tersentak kaget, meski tak sekali dua kali dia mendengar hal ini, tetap saja rasanya sangat menyakitkan saat mendengar secara langsung.
Pak Yanto sama sama terdiam, dia tak bisa berkata-kata lagi, semakin dia melawan makan semakin besar pula gosip yang menerpa putrinya.
Eliana menunduk, sebuah penyesalan besar dia datang ke acara itu. Ujung ujungnya dia hanya diolok olok oleh warga.
"Bahkan ayah tak membelaku, hiks hiks hiks.... aku tidak pernah memaksa untuk dilahirkan, kenapa tidak bunuh saja aku saat aku lahir dulu," Eliana menangis dalam hatinya. Betapa pilu dan sedih hatinya saat ini.
"Ayah, Elia pulang dulu," ucap gadis itu yang langsung beranjak dari sana tanpa mendengar jawaban ayahnya.
Eliana berjalan dengan terburu buru dengan wajah sedih hingga...
Brukkk....
Pranhggg....
"YA AMPUN DASAR PEMBAWA SIAL!!!!!" Suara ibu Idah terdengarlah menggelegar di acara itu sehingga membuat semua orang menoleh ke arah mereka.
Eliana entah bagaimana caranya malah menabrak tubuh Bu Idah yang sedang membawa minuman hingga membuat minuman itu tumpah dan membasahi baju Eliana sendiri.
Plaakkk...
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Eliana padahal dia adalah korban disini, bajunya basah kuyup dan berantakan akibat minuman yang tumpah ke bajunya.
"Eliana!!" Pak Yanto terkejut saat melihat putrinya diperlakukan seperti itu di depan umum. pria itu langsung berlari menghampiri mereka.
"Apa yang terjadi!!?"
Ibu Idah menatap Eliana dengan tatapan tidak suka begitu juga dengan undangan pesta yang lain.
"Ini semua karena gadis pembawa sial ini, lihat gaunku jadi rusak kan!!" kesal Bu Idah sambil menunjuk setitik noda di pakaiannya padahal noda di pakaian Eliana lebih banyak.
"dia dengan sengaja menubruk saya Pak Yanto, anak ini benar benar perlu diberi pelajaran, waktu itu juga sama dia membuat kambing kambing saya mati karena sembarang menjatuhkan makanan, lalu motornya pak Ujang rusak karena dilempar batu oleh gadis bodoh ini, kenapa bapak punya anak seburuk ini sih!!!" Bu idah memakai Eliana secara terang-terangan.
"Bu jangan begini, kalau Eliana salah bisa kan dibicarakan baik baik, jangan berteriak seperti itu," ucap Pak Yanto.
"Haaalllaahh Pak Yanto belain aja terus anak pembawa sial itu, dari awal kita gak suka sama dia, beraninya dia menunjukkan wajah disini!" ucap warga lain.
"Eliana.. minta maaf cepat!" bentak Pak Yanto yang sudah malu dengan kejadian ini.
Eliana tersentak, dia menahan tangisnya sekuat mungkin . Bahkan Ayahnya menyalahkan dia atas apa yang terjadi.
"Maaf...." ucap gadis itu sambil membungkuk lalu berlari dari sana sambil menangis karena hatinya sakit diperlakukan tak wajar seperti itu.
"Loren bawa aku kumohon!" pinta gadis itu sambil menarik tangan Loren dari pinggir alun alun desa.
Brukkk...
"Lepaskan!" ucap Loren sambil menepis tangan Eliana dengan kasar.
Hancur sudah pertahanan gadis itu, dia menangis sesenggukan, berlari sekencang-kencangnya dari sana menjauh dari orang-orang yang tidak menginginkannya.
Loren menatap ke seberang alun alun desa, tiga pria berbadan tegap sedang berkeliling dari jauh sambil mengawasi tempat itu.
"Sial!" umpat Loren sambil merondok dan bersembunyi diantara para undangan.
.
.
like, vote dan komen 🤗