Hidden Mafia

Hidden Mafia
14. Hancur



Eliana berjalan dengan rasa tidak nyaman dalam hatinya. Tatapan dan cara orang orang melihatnya kali ini lebih tajam dan menyeramkan dari biasanya. Jika sebelumnya dia hanya ditatap dengan tatapan tak suka, kali ini tatapan sinis dan seolah risih dengan kehadiran Eliana pun gadis itu dapatkan.


"Ada apa ini?" gumam Eliana.


Dia berjalan dengan cuek, toh sudah biasa dan mungkin akan berakhir seperti hari hari sebelumnya.


Namun bisikan bisikan para karyawan membuatnya risau. Kenapa mereka menyebutnya sebagai seorang Pelakor, perebut kekasih orang bahkan disebut sebagai orang jahat. Yang benar saja, dia baru dikhianati tapi malah disebut sebagai penghianat.


Eliana berjalan dengan cepat, dia menggenggam kota bekal dengan erat, rasanya sangat menyeramkan dan menegangkan di saat yang bersama.


Saat dia berjalan tiba tiba seseorang menabrak tubuhnya dengan sengaja hingga gadis itu terjatuh dan bekal buatan tangan ayahnya terjatuh hingga berhamburan di atas lantai.


"Hoihsshhh pembawa sial kurang ajar, kalau jalan lihat lihat jal4ng sialan!!!" pekik seorang wanita yang tak lain adalah manager divisi Humas tempat Eliana bekerja. Wanita itu menatap Eliana dengan tatapan kesal dan marah padahal dia memang dengan sengaja menubruk tubuh Eliana sampai gadis itu terjatuh .


"Ma...makanan ayah..." Eliana terkejut, dia tak peduli dengan lututnya yang terluka, cepat cepat dia memungut makanan yang berhamburan di atas lantai. Semua orang menatap jijik dan kesal pada Eliana, tak ada yang menyukainya lagi di kantor itu.


Grepp ...


"Akkhhh rambutku!!" pekik gadis itu saat rambutnya di tarik dengan kasar oleh si manager wanita yang biasa disapa Manager Arin itu.


"Heh pembawa sial, kau tidak melihat kau melukai siapa hah? kau lihat sepatu ku rusak karena ulahmu, ini sepatu mahal, bahkan gajimu setahun bekerja disini tak akan sanggup untuk membayar ini, beraninya kau merusak sepatuku dengan makanan menjijikkan itu!!!!" Manajer Arin benar benar marah.


Sepertinya perempuan itu sedang melampiaskan kemarahannya pada Eliana. Padahal selama ini mereka jarang memiliki kontak secara langsung, mereka bekerja di divisi yang berbeda, dan Eliana maupun manager Arin tidak terlalu dekat sampai membuat Manager Arin semarah itu saat melihat Eliana.


"Aku.. bukan aku yang menabrak anda, anda yang....


Plaakkk...


"Kau mau menyalahkan ku hah? dasar Pelakor sialan!!!!" umpat Manager Arin setelah dia melayangkan satu tamparan keras di wajah Eliana. Padahal tubuh gadis itu tidak stabil, dia masih demam dan kepalanya pusing. Hanya sedikit membaik saat Ayahnya mulai berubah pagi tadi.


"Pe.. Pelakor!??" Mata Eliana membulat saat mendengar kata kata manager Arin. Dia tak menyangka kalau dirinya akan disebut sebagai seorang Pelakor, Pelakor dari mana justru dirinya lah yang kehilangan kekasih karena seorang Pelakor.


"Ya kau seorang Pelakor hina yang bekerja di Alpha grup, sial sekali perusahaan ini harus menerima seorang pegawai memalukan seperti dirimu, benar kata rumor kalau kau itu hanya pembawa sial!!!" Manager Arin tampak sangat marah, sepertinya ada sesuatu yang memicu kemarahan wanita itu.


Eliana terdiam, dia menutup kotak bekal buatan ayahnya, menahan rasa sesak di dadanya atas tuduhan yang tidak dia lakukan sama sekali.


Gadis itu berdiri dengan kaki gemetaran, dia terlihat murung dan sedih, bagaiman bisa penderitaan nya tiada henti bahkan dia sampai dihina seperti ini?


"Siapa yang mengatakan itu!? apa kau punya bukti ? lagi pula pacar siapa yang kurebut hah!!??? apa aku pernah merebut KEKASIH ANDA MANAGER ARIN!!!" ini kali pertama Eliana berbicara dengan nada tinggi di kantor itu, kali pertama dia berusaha membela dirinya meski dia tau kalah dia pasti akan kalah.


Manager Arin terdiam saat dia keceplosan soal hubungan gelapnya dengan Pak Herman, pasalnya seluruh karyawan tau kalau manager Arin telah bertunangan dengan kekasihnya dan berita itu heboh di situs perusahaan.


"Ekhmmm... Maksudku pacar Yuni, adik sepupuku, kau telah merebut dan mengganggu hubungan mereka, berani sekali kau memunculkan wajahmu di perusahaan ini setelah membuat masalah besar dan merusak kehidupan sepupu ku, kau benar benar perempuan jal4ng!!!" pekik Manager Arin yang terlihat gugup namun menutupi rasa gugupnya dengan membentak Eliana.


Semua orang melihat dan mendengar hal itu memang mengetahui berita buruk tentang Eliana di forum perusahaan. Mungkin hanya Eliana saja yang belum melihat.


"hah? merebut? " Eliana tak bisa berkata apa apa lagi, dia benar benar syok dengan berita palsu ini. Bagaimana dalam waktu beberapa hari berita diputar balikkan dan membuat dia menjadi pelaku kejahatan disini.


"Ya kau merebut pacar Yuni dan entah pacar siapa lagi yang ingin kau rebut setelah ini perempuan sialan! kuharap tak melihat wajahmu lagi di kantor ini, kau membuat suasana kerja menjadi...


"DIAM!!!" Pekik Eliana, dia tak tahan lagi dengan suasana ini. Seolah dia menjadi seorang pembunuh dan tertangkap basah oleh orang orang sekantornya.


“ Aku tidak melakukan apa pun yang kalian tuduhkan padaku, aku bisa menuntut siapa pun yang membeberkan berita palsu dan bukti palsu, kita akan lihat siapa yang berbohong disini, aku... tidak akan melepaskan kejadian ini begitu saja, “ Eliana menatap mereka semua dengan serius terutama Yuni yang menonton pertunjukan dari susut bangunan.


“dan untuk anda Manager Arin!” Eliana mengepalkan kedua tangannya, dia berjalan mendekati manager Arin meski tubuhnya gemetar. Jujur saja dia ingin menangis saat ini tapi dia menahan dirinya lagi dan lagi.


“ Aku tau siapa yang kau maksud, kita lihat saja kapan kebusukanmu akan terungkap,” ucap Eliana pelan lalu berjalan memasuki kantor dan meninggalkan mereka semua di lobi kantor itu. Hancur hati Eliana saat ini, dia dituduh sebagai perebut kekasih orang , dicap pembawa sial bahkan oleh teman sekantornya.


“ Dasar pembawa sial murahan, sudah berapa pria yang memakai mu hah?! pantas saja ibumu mati saat melahirkan dirimu, bagaimana dia akan hidup jika melihat putrinya menjadi jal4ng sialan seperti dirimu, menjijikan!" orang orang masih saja mengumpat Eliana. Gadis itu berjalan dan berusaha menegarkan hatinya.


Kejadian ini benar benar tidak terduga sama sekali.


Dari antara para karyawan yang menonton, Yuni tersenyum puas saat melihat Eliana dipermalukan. Dia berhasil memprovokasi kakak sepupunya yang memiliki hubungan gelap dengan pak Herman dan sejak awal memang berencana menghentikan pertunangannya.


“ Heheh.... aku tidak akan dihina oleh orang orang kantor, kau akan jadi kambing hitamnya Eliana, siapa suruh kau selalu bersaing denganku, akan kupastikan kau selalu menjadi Eliana si pendiam dan pembawa sial, cap itu tidak akan lepas dari dirimu dan aku, Yuni gadis baik hati berhati malaikat yang dikhianati oleh temannya sendiri,” batin Yuni yang sangat puas dengan pekerjaannya.


“ tak masalah meski aku harus merayu pengendali forum dan memanfaatkan kakak sepupuku, selama kau selalu dibawahku Eliana, selamat menikmati hidangan dari neraka hahahha.....” Yuni tertawa puas setelah membuat seorang gadis menderita karena ulahnya.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗


Pengen gue tampol dah si Yuni!!!