Hidden Mafia

Hidden Mafia
18. Mabuk + ciuman pertama



Loren berdiri dengan berkancah pinggang menatap Eliana yang benar benar mabuk. Rena sendiri terkejut melihat Loren dan dia bahkan lebih terkejut lagi saat melihat tiga tuyul sedang mengintip dari balik pintu restoran. Melihat ke dalam restoran dengan mata penasaran terhadap gadis yang hendak ditemui oleh Loren si pria dingin itu.


"Mom, Dad? kak Dominique!??" Mata Rena membulat sempurna saat melihat keluarga nya mengintip dari balik sana. Jelas jelas mereka orang dewasa tapi kelakuannya seperti bocil bocil menggemaskan.


Loren duduk di depan Eliana, ini kali kedua dia melihat Eliana benar benar mabuk. Dulu saat pertama kali melihat Eliana mabuk adalah saat Loren membawa banyak minuman ke rumah Pak Yanto sebagai stok minumannya, ternyata Eliana yang kehausan langsung menenggak satu botol minuman beralkohol dengan kadar cukup tinggi sampai membuat gadis itu mabuk dan bertingkah gila.


Sejak saat itulah Loren tak pernah menumpuk minuman di rumah pak Yanto dan memilih untuk membeli dalam botolan per biji daripada gadis itu mabuk dan berteriak keliling kampung seperti orang gila.


"Sejak kapan dia begini?" tanya Loren dengan nada datar dan dingin.


Rena menatap Loren dengan tatapan sedikit takut, penampilan Loren sudah sangat berbeda dari yang dia kenal.


"Isshh kak Loren jadi kayak om- om mesum yang duduk di kursi anak remaja, jenggot sama rambutnya kepanjangan!" celetuk Rena .


"Ren... " Loren memutar malas kedua bola matanya, gadis di depannya itu sama koplaknya dengan Otniel.


"Heheh... sejak jam enam tadi dia mabuknya kak, kami sudah disini sejak jam 5 setelah pulang dari kantor, Eliana dapat masalah di kantor," ucap Rena sambil memainkan jarinya dan menatap Eliana dengan tatapan kasihan.


"Masalah? ada apa?" tanya Loren.


"Emm dia difitnah jadi Pelakor," ucap Rena.


"Tapi tunggu, sejak kapan Kakak dan El saling kenal!? kenapa aku tidak tau!??" Rena menatap Loren dengan tatapan curiga bahkan dia sampai berdiri menatap pria itu.


" Aku tinggal dengannya, " jawab Loren singkat, matanya tak lepas dari wajah gadis yang sedang mabuk dan meracau tak jelas itu.


Brakk...


"Apa!!" Mata Rena membulat sempurna saat mendengar jawaban Loren. Dia memang tau kalau Loren tinggal dengan sebuah keluarga tapi dia tak menyangka kalau Loren akan tinggal bersama Eliana.


"Kami tinggal bersama apa itu masih kurang jelas, haruskah aku menjelaskan berulang kali!?" Loren mulai kesal, pasalnya di masa lalu Loren sudah pernah menjelaskan hal itu pada Rena tapi sayangnya Rena malah tidur saat Loren menjelaskan.


"Eh .. ya maaf kak, lalu bagaimana sekarang, dia...


Rena menatap Eliana yang tiba tiba berdiri sambil menunjuk Loren.


"Mau apa lagi gadis ini!?" Loren juga menatap Eliana yang akan segera beraksi.


"Kau... hehehehe.... Loren... pria aneh, selalu duduk di pinggir kolam dan mengumpat bulan yang tak punya sinarnya sendiri, selalu mengatakan dia jelek! Apa aku juga sejelek itu hah!?? Aku sama seperti bulan kan? ahhhaha..... kasihan sekali hiks hiks hiks ... "tiba tiba gadis itu menangis.


"aku tidak pernah minta untuk dilahirkan, aku tidak ingin membunuh ibuku tapi kenapa mereka jahat, apa ibu meninggal karena tak mungkin melihat putri yang buruk seperti aku hiks hiks hiks... aku juga manusia .. aku juga bisa sakit hati!!!!" teriak gadis itu, dia menangis tersedu sedu sampai membuat beberapa orang menatap mereka.


"Eliana, kita pulang!" Loren mulai kesal dengan sikap Eliana ini.


"Pulang? nggak mau!!!" pekik gadis itu.


"El Ayahmu akan khawatir!" ucap Loren membujuk.


"Kalau aku pulang hiks hiks hiks.... kalau ayah tau, dia pasti akan kecewa, padahal baru tadi pagi hubungan kami membaik, apa yang harus kulakukan, aku takut dibuang, aku takut tidak dipedulikan, aku takut Loren... disini... disini sangat sakit..." lirih gadis itu sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak.


Loren tak bisa mengatakan apa pun lagi, dia tak tau cara menghadapi perempuan itu.


"Loren, kau harus jadi kekasihku!! hahahah mulai hari ini, kau akan jadi kekasihku, aku serius, aku ingin di cintai, aku ingin disayangi, aku juga ingin merasakan itu!!!" Tiba tiba Eliana mengucapkan kalimat kalimat aneh.


Loren hanya bisa terdiam bahkan Rena dan ketiga tuyul di ujung sana sampai terkejut karena Eliana terbilang sebagai gadis pemberani abad ini.


"Wahh Mom, gadis itu cocok untuk Loren, langsung gercep ngajak kawin!!" celetuk Otniel dengan wajah berbinar-binar.


Plakk...


"Ngajak kawin apanya Daddy, kamu pikir mau bercocok tanam dasar pak tua somplak!!? nikah aja belum udah ngajak kawin, dia gak Gilak kayak kamu!!" celetuk Chelsea seraya menepuk punggung Suaminya.


Dominique menatap kedua orangtuanya, "Kalian manusia dari planet mana sih? " gerutu pria itu yang tak lagi dibuat heran dengan kelakuan absurd pasangan itu.


Kenali ke posisi Loren, Eliana tampak berjalan mendekati Loren, tiba tiba ...


Brukkk...


Gadis itu duduk di pangkuan Loren sambil menatap wajah pria itu. Pipi Eliana memerah, matanya terlihat bengkak karena menangis.


Loren terpaku melihat keberanian gadis itu, sementara Rena hanya diam dan menonton, baru kali ini dia melihat Eliana seberani itu, dan yang membuatnya lebih terkejut adalah Loren si pria anti perempuan malah diam saat Eliana duduk di atas pangkuannya.


"Wah Wah wah mantu idaman ini, sat set sat set jadi huahahahhaha mantap!!! Sebentar lagi kita akan mendengar tangisan Loren Junior, " Celetuk Otniel yang tersenyum gembira .


Dominique dan Chelsea menatap pria itu sambil memutar malas kedua bola mata mereka. Tingkah jenaka si dokter somplak itu tidak mengenal usia.


"Min, karungin bapakmu nak, kita udah gak butuh, mulutnya gak bisa dijaga!" celetuk Chelsea sambil menatap Otniel dengan berpangku tangan.


"Mom saja yang karungin, nanti Daddy kenapa kenapa Mom yang gila, " balas Dominique seraya memberikan tatapan mengejek pada mereka berdua.


"Dasar, anak sama bapak sama saja!" celetuk Chelsea.


Otniel dan Dominique hanya senyum senyum manja menatap wanita paling berharga bagi mereka.


Sementara itu,


Eliana menatap wajah Loren sambil bertingkah seperti orang kesetanan.


"Loren... aku juga mau jatuh cinta dan dicintai, apa aku tidak berhak? aku juga mau hidup bahagia seperti orang orang, huh... Ini semua karena mereka, Yuni dan Rico sialan!" umpat gadis itu.


"Eliana cukup, kau membuat dirimu kelelahan!" tegas Loren sambil menarik tangan Eliana dari dadanya.


Mata Eliana menata Loren, dia senyum senyum sendiri lalu mengusap dada pria itu.


Eliana menatap dada Loren sambil senyum-senyum sendiri. matanya berkedip kedip seperti lampu taman yang sudah hampir putus listriknya.


"mau apa ?" Loren mulai siaga melihat tatapan Eliana. Tangan Eliana dengan sigap menarik Kaos Loren dan...


sraakkk...


"waahh roti sobek, mau makan!!!!" Seru gadis itu saat melihat perut kotak kotak Loren di balik kaos tipisnya.


hap... Krakk...


"Roti sobek mau makaaann..." Eliana mengigit perut Loren tanpa sadar menganggap benda itu roti sobek.


"Eliana!!!" Loren terkejut bukan main, ini benar benar kepribadian yang lain dari gadis itu.


"Pftthhh bwahahahahahha..... El.. ada ada saja itu bukan roti benaran hahahahah....." Rena tak sanggup menahan tawanya saat melihat wajah pias Loren akibat ulah nakal Eliana.


Tiga tuyul di luar sana tak kalah terkejut dengan hal ini, mereka tertawa cekikikan melihat kejadian langka itu dengan mata kepala mereka sendiri. Eliana memiliki keberanian yang luar biasa besar untuk merobek kaos Loren dan menggigit perut pria itu.


"Bwahahahhaah dia bahkan lebih bar bar dari Mama Luna hahahahhahah......" ucap Otniel.


Otniel tertawa cekikikan sampai memukul mukul punggung putra nya karena kejadian lucu itu. Lain halnya dengan Chelsea yang siap dengan kamera mengabadikan kejadian langka itu.


"Eliana apa yang kau lakukan!!!" Loren berteriak sambil menarik Eliana dari perutnya.


"Makan roti hehhehhe.... ..


Eliana menatap wajah Loren yang memerah karena malu dan gugup.


Dia mengangkat kedua tangannya dan menangkupkan wajah Loren dengan tangan itu.


"Ini semua milik Eli, heheh Loren harus jadi pacar Eli hahahhaha.... Muaachhh... Muaaachhh hahhahaha...."Eliana mengecup bibir Loren sambil tertawa bahagia.


"Hahahah ciuman pertama Eli akhirnya terjadi hahahahahahaha......


Brukk...


Gadis itu pingsan tak sadarkan diri dalam pangkuan Loren.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗