Hi Mr !

Hi Mr !
Ibu Si Kembar



"Silahkan dibaca Nona. Itu adalah daftar apa yang disukai dan tidak disukai oleh tuan muda dan nona muda. Termasuk hal-hal yang harus dihindari untuk menjaga Twins. Silahkan jika ada yang ingin ditanyakan"


Via membuka map tersebut. Membaca sekilas. "Sampai kapan saya akan bekerja sebagai pengasuh tuan dan nona muda ?"


"Seperti yang Mr. Jac katakan. Sampai tuan dan nona muda tidak menginginkan Nona Via. Tolong ganti panggilan tuan dengan Mr. Jac Nona"


"Baiklah. Apakah saya boleh kembali kerumah sebentar ?"


"Tidak perlu Nona. Keberadaan nona sangat dibutuhkan oleh Twins. Seluruh keperluan nona sudah tersedia di rumah utama" jawab Ken.


Via terdiam merenung.


Setelah Ken pergi, Via meneruskan membaca map itu lagi.


***


Author pov


Setelah si kembar terbangun. Mereka bergerak menuju rumah utama. Kesan pertama begitu gerbang tinggi itu terbuka, Via melihat banyak sekali pria berjas berjaga di sepanjang jalan yang akan dilalui. Jajaran pelayan juga berdiri rapi saat pintu bangunan megah itu terbuka.


"Pak Gim, ini Nona Via. Pengasuh baru twins. Nona Via hanya mengasuh twins, jadi jangan sampai nona ini mengerjakan hal-hal lain karena kemungkinan twins tidak akan suka. Tolong antar berkeliling."


"Baik Mr. Ken" pria paruh baya itu menunduk hormat.


Via berkeliling dengan Pak Gim sambil memberi penjelasan singkat bagian rumah utama ini. Ternyata rumah ini hanya salah satu gedung. Masih ada bagian lain yang tersebar di mansion ini. Di rumah utama ada 3 lantai, lantai pertama hanya untuk ruang tamu, kamar tamu dan dapur. Lantai 2 terdiri dari 3 kamar. 2 kamar masing-masing untuk twins dan 1 kamar khusus untuk kamar bermain twins. Pak Gim menjelaskan disisi kamar bermain twins akan menjadi kamar Via. Untuk lantai 3 adalah lantai pribadi Mr. Jac. Tidak ada yang boleh keatas kecuali atas perintah Mr. Jac langsung.


Via masuk ke kamar bermain yang ditunjukan Pak Gim. Kamar itu begitu luas. Seluruh permainan tertampung di ruangan itu. Via melihat pintu lain di sebrang kamar. Ia beranjak mendekatinya.


Awalnya Via mengira kamarnya akan sempit karena hanya merupakan sisi kamar bermain. Tapi saat pintunya terbuka, Via salah. Kamar itu sangat luas baginya. Luasnya 5 kali lipat dari kamarnya di rumah Paman Rob. Ada ranjang nyaman disana. Via langsung merebahkab badannya yang langsung terasa nyaman sekali. Via bangun mengitari kamarnya. Ia membuka pintu lain yang berisi pakaian dan perlengkapannya dengan lengkap dan pas. Via terkesima. Bagaimana mungkin seluruh kebutuhannya sudah tersedia dengan sangat lengkap dan pas.


Via juga memeriksa bagian kamar mandi yang memukau. Wow, seperti di hotel. Mimpi apa aku punya kamar seperti ini.


Via kegirangan setengah mati. Segera ia mandi dan mengganti bajunya sesuai prosedur bahwa setelah dari luar harus segera berganti pakaian.


Melihat penampilannya, Via tersenyum sendiri. Terima kasih kembar, kalian membuatku merasakan sedikit kebahagiaan ini. Mungkin tidak akan lama. Tapi aku akan menjaga kalian sebaik mungkin, janji Via daam hati.


Mommy, mommy,mommy, Via tersenyum sendiri mengingat panggilan kembar pada dirinya.