
Via ikut menjemput si kembar. Dan si kembar bukan main girangnya melihat dady dan pengasuhnya menjemput di depan gerbang. Jill segera menghambur ke pelukan ayahnya diikuti Jo. Jacob menggendong keduanya sekaligus. Entah mengapa hal itu lagi-lagi membuat mata Via membulat menatap betapa kokohnya lengan Mr. Jac. Via menepuk pipinya sendiri agar sadar.
Saat perjalanan pulang, Jill dan Jo bergantian berceloteh menceritakan seluruh kejadian hari ini. Mulai dari kegiatan dari pagi sampai pulang, Jo yang sempat ribut dengan temannya karena ada anak lelaki beda kelas yang mencium pipi Jill tiba-tiba dan terakhir cerita tentang kotak bekal makanan.
Mr. Jac yang awalnya menyanjung kehebatan Jo yang membela kembarannya jadi terdiam karena kalimat Jill yang begini, "Ibu, ibu tahu, ibu teman-temanku tidak ada yang bisa membuat kotak bekal makanan sehebat ibu. Mereka selalu iri padaku. Jangan lupa ya bu besok kotak bekalnya"
Jac melirik ke Via yang tersenyum menanggapi celotehan Jill. Tanpa sadar ujung bibirnya terangkat membentukan senyuman tipis. Sangat tipis untuk disadari orang lain.
Setan apa yang merasuki Jac, dengan tiba-tiba ia membelokan mobilnya ke arah taman. "Ayo kita turun", ucapnya mematikan mesin mobil dan disusul teriakan hore Jo dan Jill.
Via mengekor dibelakang Jac yang menggendong Jill dan menggandeng Jo. Tapi belum sampai beberapa langkah, tangan Jo menarik tangan Via sehingga mereka berempat sekarang berjalan dengan posisi sejajar. Via jadi canggung sendiri karena jika dilihat sekilas pasti mereka tampak seperti keluarga bahagia. "Daddy es krim dad", rengek Jill saat melihat kedai es krim dibawah pohon. Dan dengan senang hati, Jac membawa mereka ke tempat yang ditunjuk Jill. "Ingin rasa apa sayang ?" tanya Jac.
"Vanila Strobery", jawab Jill cepat
"Coklat mint", sahut Jo tak mau kalah.
Dan terakhir Jac menoleh kearah Via. Via tersenyum kikuk. "Rasbery mint Mister", jawabnya setengah menundukan kepala agar lebih sopan.
"Bolehkah saya minta air putih hangat ?" refleks Via bertanya. Karena sebenarnya Via tidak tahan dengan es. Kepalanya bisa langsung pusing jika mengonsumsi es di siang yang terik. "Baik nyonya", jawab si pelayan.
Begitu air putih hangat itu datang, Via mendekatkan mangkuk es krimnya ke gelas air hangat. Sedangkan Jo dan Jill sudah asyik melahap eskrimnya sampai belepotan. Via menunggu agar es krimnya sedikit mencair. Dan sambil menunggu menyeka sisa-sisa eskrim di mulut Jo dan Jill bergantian.
Perilaku itu tak luput dari perhatian Jac. Sama persis dengan Anne yang tidak tahan minum dingin. Hal itu mengusik hati Jac kembali.
Selesai makan es krim ternyata Jo dan Jill merengek minta pulang. Dan mereka langsung pulang. Sepanjang perjalanan Jo dan Jill sudah terlelap di bangku belakang sementara Via terdiam tidak berani mengganggu Jac.
"Kau tidak tahan minum dingin ?" tanya Jac to the point
"Iya tuan. Eh Mister. Saya bisa pusing bila makan es di tengah hari yang terik", jawab Via jujur.
Hening kembali. Jac terdiam. Dugaannya benar. Dan hal itu kian mengusiknya.