
Saat membuka mata, ranjang Via sudah kosong. Via hanya bisa berharap kejadian semalam hanya mimpi. Via segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Begitu memakai baju dan mematut diri, Via terperangah melihat leher dan dadanya. Bayangan Jac semalam bukan lagi mimpi pagi Via.
Via mengganti lagi bajunya. Hari ini Via memakai sweater armi berkerah tinggi dan celana kain putih. Baju ini lumayan menyembunyikan lehernya. Via segera bergegas menuju kamar Jo dan Jill. Seperti rutinitas biasanya Via tangkas menyiapkan Jo dan Jill. Agar Via mendapatkan waktu untuk menata bekal, Via menyuruh Jo dan Jill untuk membangunkan ayahnya.
Saat si kembar naik lift, Via langsung melesat menyiapkan bekal dan sarapan sekaligus. Kali ini Via benar-benar keteteran. Untung ada Rani dan Mia, koki yang selalu siap sedia. Dan masakan siap tepat waktu saat Mr. Jac dan putra kembarnya duduk di meja makan. Segera Via menghidangkan sarapan pagi tanpa melihat Mr. Jac.
Mr. Jac melirik Via lewat ekor matanya, otomatis menilai pakaian Via hari ini. "Kau hendak pergi Via ?" tanya Jac sengaja menggoda.
Via tertegun dan hanya mengiyakan agar tidak curiga. "I,iya tuan" Dalam hatinya Via sempat mengumpat, Dasar !
Jawaban iya Via malah mendatangkan rentetan pertanyaan dari si kembar. " Bubu, mau kemana ?"
"Nanti bisa mengantar kita kan bu ?"
"Bolehkah kami ikut bu ?"
Pertanyaan beruntun antara Jill dan Jo membuat Via bingung setengah mati.
Melihat reaksi Via, akhirnya Mr. Jac memberi kode anaknya untuk diam dan makan. Via bernafas lega.
Hari ini terjadi seperti kemarin. Mr. Jac mengajak Via ke kantor. Via bingung hendak menolak tapi tidak berani. Pasalnya penampilannya hari ini sungguh tidak cocok. Apalagi sepatu kets yang dikenakannya. Pasti akan menarik perhatian. Apalagi Ken sempat memasang wajah sanksi saat bertemu Via tadi pagi.
"Tidak", jawab Via cepat lalu membuang muka.
Mr. Jac memberikan gestur diam pada Ken dan jalan pada supir sambil tersenyum.
Aneh. Baru kali ini Mr. Jac tersenyum dengan senyum yang berbeda dari biasanya, batin Ken.
Tapi Ken tidak ambil pusing. Segera ia membuka catatannya dan tenggelam dalam pekerjaannya.
Mobil sampai di loby. Seperti kemarin pintu dibukakan oleh petugas. Tapi saat Via hendak keluar dari pintu disampingnya, Mr. Jac menarik lengannya sehingga Via keluar dari pintu yang sama dengan Mr. Jac. Setelah Via keluar Mr. Jac melepas tarikannya dan membenahi jasnya. Mr. Jac segera berjalan diikuti Ken. Tapi baru beberapa langkah, Mr. Jac berhenti untuk menunggu langkah Via.
Via malah bingung. Langkahnya berhenti di belakang Ken.
Mr. Jac berdecih dan hanya Ken yang paham sehingga Ken mendorong Via untuk maju ke samping Mr. Jac.
"Berjalanlah di sampingku kalau tidak mau tertinggal", bisik Mr. Jac membungkuk.
Dan belum sempat Via mencerna Mr. Jac sudah melangkahkan kakinya dan mau tak mau Via ikut melangkah. Satu langkah Mr. Jac, dua langkah Via. Via nyaris berlari untuk selalu menyamai langkah Mr. Jac. Sedangkan beberapa pegawai yang melintas sempat berhenti untuk melihat siapa wanita yang berjalan di samping big bos mereka itu. Tapi tak ada yang sampai melihat wajah Via karena Via sendiri sibuk menyamakan langkah dengan si kaki panjang.